Home / BERITA / HUKUM

Monday, 27 March 2023 - 17:38 WIB

Usai Divisum, Korban Rudapaksa oleh Gurunya Minta Didampingi LSM Trinusa Batang

Keluarga U yang menjadi korban rudapaksa saat wawanacari dengan awak media di RSUD Kalisari, Batang, Senin, 27 Maret 2023. (Muslihun/Kontributor)

Batang, Sinyalnews.com– Seorang siswi madrasah aliyah (MA), berinisial U yang menjadi korban rudakpaksa oleh gurunya, melakukan pengambilan visum di RSUD Kalisari, Kabupaten Batang, Minggu 26 Maret 2023. Korban yang didampingi orangtua dan sanak saudaranya itu kemudian mendatangi Ketua Triger LSM Trinusa DPC Batang untuk mendapatkan pendampingan.

Hasil visum tersebut untuk menguatkan bukti pelaporan ke pihak kepolisian. Pasalnya selain tidak ada saksi, korban hanya memiliki chat mesum yang dikirimkan oleh gurunya tersebut.

Menurut ayah korban yang berinisial TH, dia mengaku kaget atas musibah yang dialami putrinya. Ia baru mengetahui setelah dikabari oleh ibu korban yang sedang melakukan visum di RSUD.

“Saya baru tahu malam ini. Sebagai orangtua saya stres, sebelumnya tidak ada curiga karena selalu pergi sekolah seperti biasa. Kalau dia telah pulang biasanya karena ada tambahan pelajaran karena sudah kelas 3 dan mau ujian,” tutur TH saat ditemui di RSUD Kalisasri, Batang.

Baca Juga :  Hari Ke 3 KPU Padang Panjang Masih Sepi Dari Pendaftaran Caleg

Ia mengatakan, anaknya sempat mengurung diri. Namun tidak mengeluhkan apa-apa, mungkin mau ngomong tapi tidak berani.

“Untuk penanganan kasusnya, saya serahkan semua ke LSM yang mendampingi, dan harapannya pelaku bisa ditangkap,” tutur TH.

Setelah melakukan visum, pihaknya bersama LSM Trinusa akan langsung membuat laporan ke Polres Batang malam ini biar segera ditangani.

Ketua Triger LSM Trinusa, Dimas Adi Pamungkas didampingi Sekretaris, Edi Santoso dan anggota lainnya di antaranya Ivan dan Roman mengatakan, berdasarkan keterangan korban diketahu, peristiwa itu terjadi di dalam kelas.

“Menurut pengakuan korban, peristiwa tersebut terjadi bulan November, korban dipaksa di dalam ruang kelas. Setelah mata pelajaran selesai, kebetulan itu pelajaran terakhir yaitu seni budaya, pelaku mencoba merayu dan membujuk, korban tidak mau sehingga dilakukan rudapaksa itu. Korban sempat melawan tapi korban kalah dari kekuatan sang guru. Setelah kejadian itu korban pulang ke rumahnya. Sebenarnya dia trauma, guru itu juga pesan jangan bilang siapa-siapa,” terangnya.

Baca Juga :  Padang Petanque Bergulir, dibuka langsung oleh Ketum Fopi Sumbar.

Pihaknya juga mendapatkan informasi dari salah seorang guru, pelaku sebelumnya juga pernah berbuat tidak senonoh kepada mantan kekasihnya. Selain itu, kejadian tersebut sebenarnya sudah terendus oleh pihak sekolah.

Namun pihak sekolah mencoba untuk meminta korban untuk tidak melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib dan akan diselesaikan oleh pihak sekolah dengan mengeluarkan pelaku. (Muslihun)

 

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Khalila Areysi Azzahra Peraih Juara 2 Lomba Baca Puisi di Ar Risalah

BERITA

Peresmian Sumur Bor Manunggal Air Di Desa Sidorejo

ARTIKEL

Aspers Panglima TNI Membuka Rakornis Bintal 2024

BUDAYA

FOPI SUMBAR SIAP MENGEJAR TIKET PON XXI 2024″

BERITA

Hari Terakhir Bazar Ramadhan diwarnai Aksi Borong Ibu-ibu

BERITA

Gila, Arisan Ibu-ibu 100 juta per Bulan Viral di Media Sosial

ARTIKEL

BPSDM Prov. Sumbar menerima Akreditasi A

BERITA

Musyawarah Desa Sialang Muda Hamparan Perak Terkesan ditutupi dan Sarat Permainan