Home / BERITA

Sunday, 29 January 2023 - 16:50 WIB

Urgensi Piagam PBB dalam Islam di Muktamar Internasional Fikih Peradaban

Jakarta, Sinyalnews.com,- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Muktamar Internasional Fikih Peradaban di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (6/2/2023).

 

Salah satu tema penting yang dibahas adalah pandangan hukum Islam terhadap Piagam PBB. Pembahasan ini memiliki nilai kebaruan yang sangat penting untuk memperkuat legitimasi PBB sebagai institusi penting dalam menjaga keutuhan negara bangsa modern saat ini.

 

“Para ulama akan menyampaikan argumentasi fiqhiyah bahwa Piagam dan keputusan-keputusan PBB ini bisa menjadi rujukan otoritatif dan mendapat legitimasi dari ortodoksi yang tersedia dalam Islam,” kata Kepala Divisi Strategi Komunikasi dan Media Muktamar Internasional Fikih Peradaban Ishaq Zubaedi Raqib pada Kamis (26/1/2023).

 

Sebab, sebagaimana diketahui, Piagam PBB merupakan salah satu hal yang menjadi kesepakatan para pemimpin negara untuk menghentikan Perang Dunia II.

Baca Juga :  Aksi Bela Palestina Masih Berlanjut" ASN, Guru dan Pelajar Sumbang Rp89 Juta untuk Palestina

 

“Para pemimpin negara menandatangani Piagam PBB tersebut untuk tidak lagi berperang. Ini demi keberlangsungan hidup bersama yang nyaman, aman dan bebas dari ancama negara dan bangsa lain,” ujarnya.

 

Namun, hingga disadari bahwa belum tersedia legitimasi fiqhiyah atas Piagam PBB tersebut. Karena salah satu alasan itu, maka PBNU berinisiatif untuk mengajak para ulama dari berbagai negara untuk bersama-sama memikirkannya.

 

Dengan adanya legitimasi berdasarkan hukum Islam, Piagam PBB akan memiliki kekuatan sebagai bagian tak terpisahkan dari perspektif agama Islam itu sendiri.

 

“Di sinilah letak urgensi pembahasan Piagam PBB dalam perspektif Islam ini,” kata Ketua LTN–Lembaga Informasi dan Publikasi PBNU itu.

 

Selain itu, Piagam PBB yang menegaskan perlunya batas-batas negara bangsa juga belum dibahas dalam fikih-fikih klasik. Karenanya, pembahasan ini penting untuk merumuskan konsep dan istilah baru dalam hukum Islam.

Baca Juga :  POLRES pasaman barat BERHASIL ungkap kasus BESAR pencurian dengan total kerugian diperkirakan mencapai 100 Juta rupiah. di sekolah dasar SDN 19 Lembah Melintang.desa batang gunung nagari ujung gading.

 

“Ini menjawab perlunya terobosan dalam ajaran fikih yang membahas perihal kenegaraan mengingat realitasnya yang sudah jauh berbeda dengan masa di mana fikih klasik itu dirumuskan para ulama terdahulu,” pungkasnya.

 

 

Sebagai informasi, Muktamar Internasional Fikih Peradaban ini akan diikuti oleh 300 ulama dari dalam dan luar negeri. Mereka adalah para ahli hukum Islam yang mewakili lembaga ataupun negaranya sebagai mufti.

 

Muktamar Internasional Fikih Peradaban merupakan puncak dari rangkaian Halaqah Fikih Peradaban yang digelar di 250 titik se-Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari salah satu agenda peringatan Harlah 1 abad NU.

 

Share :

Baca Juga

BERITA

Esok, Turnamen Milleniq 9 Ball Resmi Bergulir: Tanpa Sponsor, Hadiah Tetap Fantastis

BERITA

Sertu Heri Suratno Bina Warga Binaan Cara Penanaman Kakao di Tanjuang Bungo

BERITA

Ketum FOPI SUMBAR di daulat sebagai Dekan FIK UNP” Nurul ihsan bersinergi dengan stackholder untuk kemajuan olaharaga sesuai Visi dan misi UNP

BERITA

Pidsus Kejaksaan Periksa Tiga Orang Terkait Korupsi Impor Garam

BADAN NEGARA

Ketika Naliansyah Emiel Nisya Sambangi Warga Bandar Buat Lubuk Kilangan, Sembari Menyeruput Teh Telur

BERITA

RSUD Sawahlunto Bangun Gedung Baru IGD Dan Radiologi 

ARTIKEL

Dinas Pariwisata Sumbar Gelar Bimtek Pelaku Ekonomi Kreatif Angkatan Ke III  

BERITA

Asisten SDM Kapolri Kupas Tuntas Restoratif Justice di Era Presisi