Foto : Ninik Mamak 9 Tapian bersama Ketua KAN Pauh IX terpilih Musdafirman Dt. Rajo di Guci, S.Si., dan tokoh adat lainnya usai musyawarah dan peneguhan komitmen bersama menjelang pengukuhan KAN Pauh IX periode 2026–2031.
PADANG, SINYALNEWS.COM — Ninik Mamak 9 Tapian Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga soliditas dan mendukung kepengurusan KAN Pauh IX periode 2026–2031.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan pakta integritas oleh Ninik Mamak 9 Tapian dalam musyawarah yang dipimpin Ketua KAN Pauh IX terpilih, Musdafirman Dt. Rajo di Guci, S.Si.
Musyawarah tersebut turut dihadiri Irwan Basir Dt. Rajo Alam selaku Ketua MPA KAN Pauh IX sekaligus Ketua LKAAM Kota Padang terpilih periode 2026–2031.
Dalam musyawarah itu, para Ninik Mamak menyatakan kesepahaman untuk memberikan dukungan terhadap kepemimpinan Musdafirman Dt. Rajo di Guci, S.Si., dalam menjalankan amanah kepengurusan KAN Pauh IX periode 2026–2031.
Semangat kebersamaan tersebut kemudian dirumuskan dalam sebuah ungkapan adat yang menjadi pegangan bersama, yakni “Tagak satapak indak baraliah, duduk indak bapaliang.”
Ungkapan tersebut menggambarkan tekad untuk tetap berada dalam satu arah, menjaga kebersamaan, serta tidak mudah berpaling dari kesepakatan yang telah dibangun bersama.
Musdafirman Dt. Rajo di Guci mengatakan, pakta integritas bukan sekadar simbol atau formalitas organisasi. Komitmen tersebut, menurutnya, harus menjadi landasan moral bagi seluruh unsur kepengurusan KAN Pauh IX dalam menjalankan amanah.
“Tanpa kesatuan pandang dan tanpa ikatan integritas yang kuat, sebuah organisasi pasti akan mandek. Karena itu, kita perlu membangun kesamaan visi, saling menguatkan dan menjalankan keputusan organisasi secara bersama-sama,” ujar Dt. Rajo di Guci.
Ia menambahkan, dinamika dalam organisasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Namun, perbedaan pandangan harus ditempatkan sebagai bagian dari proses bermusyawarah, bukan menjadi alasan untuk memecah kebersamaan.
“Yang kita bangun bukan sekadar kepengurusan, tetapi sebuah kebersamaan dalam menjaga marwah adat. Karena itu, setiap perbedaan harus diselesaikan melalui musyawarah dan kearifan,” katanya.
Irwan Basir: Jangan Manuhuk Kawan Sairiang
Sementara itu, Irwan Basir Dt. Rajo Alam menyampaikan bahwa Ninik Mamak harus memiliki kearifan dalam menyikapi berbagai perbedaan yang muncul dalam kehidupan organisasi maupun masyarakat adat.
Menurutnya, setelah seluruh tahapan pemilihan selesai, energi para Ninik Mamak seharusnya diarahkan untuk membangun dan memperkuat lembaga adat.
“Perlu satu kearifan Ninik Mamak dalam menyikapi berbagai perbedaan. Jangan pernah bersikap manuhuk kawan sairiang. Kita harus memahami bahwa setelah proses pemilihan selesai, tugas kita adalah kembali bersama-sama membangun organisasi,” ujar Irwan Basir.
Ia menilai, tantangan yang dihadapi kaum adat ke depan tidak semakin ringan. Perubahan zaman, perkembangan teknologi, perubahan sosial masyarakat, serta berbagai persoalan generasi muda membutuhkan peran Ninik Mamak yang lebih sungguh-sungguh.
“Ke depan tantangan cukup berat bagi kaum adat dalam menghadapi perubahan zaman. Karena itu dibutuhkan kesungguhan niat dan kerja. Jangan hanya berbicara tentang adat, tetapi bagaimana adat itu benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Irwan Basir juga mengajak seluruh Ninik Mamak untuk menutup berbagai perbedaan yang muncul selama proses pemilihan dan bersama-sama menyukseskan agenda pengukuhan serta pelantikan pengurus KAN Pauh IX periode 2026–2031.
“Proses pemilihan sudah selesai. Mari kita sukseskan acara pengukuhan dan pelantikan. Setelah itu kita bekerja bersama. Ninik Mamak harus mampu memberikan contoh bagaimana berorganisasi yang benar, bagaimana berbeda pendapat dengan tetap menjaga persaudaraan, dan bagaimana menjalankan amanah secara bertanggung jawab,” katanya.
Perkuat Konsolidasi Menjelang Pengukuhan
Musyawarah tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal KAN Pauh IX menjelang pengukuhan dan pelantikan kepengurusan periode 2026–2031.
Dengan ditandatanganinya pakta integritas, Ninik Mamak 9 Tapian menegaskan komitmen untuk menjaga kebersamaan, menghormati hasil musyawarah, serta memberikan dukungan terhadap kepemimpinan KAN Pauh IX dalam menjalankan amanah ke depan.
Semangat yang dibangun sederhana namun tegas: “Tagak satapak indak baraliah, duduk indak bapaliang.”
Berjalan dalam satu arah, duduk dalam satu kebersamaan, dan bersama-sama menjaga marwah adat Pauh IX.
Putra sgm














