Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PENDIDIKAN / PERISTIWA / SUMBAR

Monday, 13 July 2026 - 09:22 WIB

Saat Fajar Menyingsing di Padang Panjang, Ada Ayah yang Kembali Menggenggam Tangan Anaknya

PadangPanjang.Sinyalnews.com— Udara dingin khas kota pegunungan itu masih terasa menusuk ketika adzan Subuh baru saja usai berkumandang. Embun masih menggantung di dedaunan, sementara jalan-jalan di Kota Padang Panjang perlahan mulai hidup.

Di tengah suasana pagi yang belum sepenuhnya terang, tampak pemandangan yang mungkin beberapa tahun terakhir mulai jarang terlihat.

Seorang ayah membonceng putranya menuju sekolah. Di sudut lain, seorang ayah tampak merapikan kerudung anak perempuannya sebelum turun dari kendaraan. Ada pula yang sekadar mengusap kepala anaknya sambil berpesan singkat, “Belajarlah yang rajin, Nak.”

Tahun ajaran baru di Kota Padang Panjang tidak hanya menghadirkan perubahan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.25 WIB dengan sistem belajar lima hari dalam sepekan bagi siswa SD hingga SMA sederajat.

Lebih dari itu, kota kecil berjuluk Serambi Mekkah ini tengah berupaya membangkitkan kembali nilai-nilai keluarga melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) yang diinisiasi Dinas Sosial PPKBPPPA Kota Padang Panjang.

Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Kota Padang Panjang, Dr. Winarno, mengajak para orang tua, khususnya para ayah, untuk meluangkan waktu mengantar anak-anak mereka ke sekolah.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dimulai dari rumah dan dari kehadiran orang tua.

“Anak-anak tidak hanya membutuhkan biaya pendidikan, tetapi juga membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan kehadiran orang tuanya. Beberapa menit perjalanan menuju sekolah bisa menjadi ruang komunikasi yang sangat berharga antara ayah dan anak,” ujarnya.

Kebijakan masuk sekolah lebih pagi sendiri sebelumnya telah lebih dahulu diterapkan di Jawa Barat oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Tujuannya adalah membentuk kedisiplinan, membiasakan anak tidur lebih awal, mengurangi ketergantungan terhadap gawai, serta menciptakan pola hidup yang lebih sehat dan teratur.

Baca Juga :  Bakamla RI Evakuasi KM Niki Sejahtera Yang Terbakar di Perairan Banjarmasin

Dengan sistem lima hari sekolah, siswa juga memiliki waktu lebih panjang untuk bersama keluarga pada akhir pekan.

Bagi Padang Panjang, kebijakan ini dinilai sejalan dengan nilai-nilai budaya Minangkabau yang menjadikan keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi.

Sebab sesungguhnya, pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik.
Pendidikan juga tentang membangun karakter, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan ikatan emosional yang kuat antara anak dan orang tua.

Bagi sebagian orang tua, kebijakan baru ini justru menghadirkan kembali momen-momen kecil yang selama ini nyaris hilang.

Yusri (43), orang tua siswa SMP di Padang Panjang, mengaku mendukung penuh aturan tersebut.

“Awalnya kami mengira anak-anak akan keberatan karena harus bangun lebih pagi. Tetapi ternyata anak menjadi lebih disiplin, tidak lagi tidur terlalu malam, dan pagi hari justru terasa lebih hangat karena kami bisa sarapan bersama sebelum berangkat,” katanya.

Ia mengaku, perjalanan singkat menuju sekolah sering menjadi ruang percakapan yang sebelumnya jarang terjadi.

“Di perjalanan saya bertanya tentang pelajaran, teman-temannya, dan apa yang sedang dia rasakan. Ternyata hal-hal kecil seperti itu membuat hubungan kami semakin dekat. Saya merasa kembali menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rina Sari (39), orang tua siswa SD.
Menurutnya, sistem lima hari sekolah memberikan ruang yang lebih luas bagi keluarga untuk berkumpul.

“Sabtu dan Minggu sekarang benar-benar menjadi waktu keluarga. Anak bisa lebih banyak bersama orang tua, belajar agama, berolahraga, dan bersilaturahmi dengan keluarga besar,” tuturnya.

Ia juga menilai Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah memiliki makna yang sangat dalam.
“Biasanya urusan sekolah lebih banyak diurus ibu. Dengan adanya gerakan ini, ayah menjadi lebih dekat dengan anak. Anak-anak merasa bangga dan lebih percaya diri ketika diantar langsung oleh ayahnya,” katanya.

Baca Juga :  Rektor Unand 2023-2028 Dilantik, Wagub Audy Berharap Kolaborasi Pemprov Sumbar dan Unand Semakin Meningkat

Di tengah meningkatnya tantangan sosial, mulai dari pengaruh media sosial, menurunnya komunikasi dalam keluarga, hingga berbagai persoalan kenakalan remaja, kehadiran orang tua menjadi sesuatu yang semakin bernilai.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam kehidupan anak berpengaruh besar terhadap kesehatan mental, prestasi belajar, kepercayaan diri, hingga pembentukan karakter.

Anak yang dekat dengan ayah cenderung lebih disiplin, lebih terbuka dalam berkomunikasi, dan memiliki kemampuan sosial yang lebih baik.

Karena itu, GAMAS sesungguhnya bukan sekadar program mengantar anak ke sekolah.

Ia adalah gerakan mengembalikan peran keluarga.
Menghidupkan kembali percakapan-percakapan kecil yang selama ini hilang karena kesibukan.

Menghadirkan kembali pelukan, doa, dan perhatian yang mungkin selama ini terlewatkan.

Mungkin hanya lima atau sepuluh menit perjalanan di pagi hari.
Namun bagi seorang anak, momen itu bisa menjadi kenangan seumur hidup.

Kelak, ketika mereka tumbuh dewasa, mungkin yang mereka ingat bukan hanya pelajaran di ruang kelas.

Tetapi pagi-pagi dingin di Kota Padang Panjang, ketika ayah mereka dengan penuh keikhlasan mengantar ke sekolah, mengusap kepala mereka, lalu berkata pelan:

“Belajarlah yang rajin, Nak. Masa depanmu dimulai hari ini.”
Sebab sesungguhnya, pendidikan terbaik tidak selalu dimulai dari dalam kelas.

Kadang, ia dimulai dari rumah.
Dari meja makan saat sarapan bersama.
Dari doa seorang ibu.

Dan dari perjalanan singkat seorang ayah yang dengan tulus mengantar anaknya menuju gerbang masa depan.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Beri Sinyal : Sidang Pidana Umum Kembali Secara Offline   

BERITA

Gusnia Bacaleg DPRD Kabupaten Agam dari Partai Demokrat : Mari Kita Sukseskan Pemilu 2024

BERITA

Akibat Banjir, Pemakaman Terbongkar Mayat Tertutup Kain Kafan Bermunculan Dari Dalam Kuburan

ARTIKEL

Satgas Gabungan TNI Lumpuhkan Dua Anggota OPM dan Amankan Dokumen Penting

BERITA

Babinsa Koramil 1404-04/Malunda Bantu Evakuasi Warga Dengan Ditandu Sejauh 10 Km  

ARTIKEL

Dicintai Anak-Anak, Babinsa Diserbu Siswa-Siswi SDN Ciporos

BERITA

Satu Pukulan Dua Belas Juta” Kincai dan Final yang Mengguncang Padang Panjang

BADAN NEGARA

Pansus 3 DPRD Lima Puluh Kota Datangi DPMPTSP Provinsi Sumbar