Home / BADAN NEGARA / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / PERISTIWA / SUMBAR

Monday, 13 July 2026 - 21:43 WIB

“Ketika Wali Kota Memilih Mendengar: Hendri Arnis Siap Cabut One Way Demi Kepentingan Warga”

Walikota Padang Panjang HendriArnis saat pimpin  evaluasi rekayasa one way tahap 2 ,mengahdirkan seluruh stakeholder didampingi plt sekda wartini,juga kabanBKPSDM  Zetrial

Walikota Padang Panjang HendriArnis saat pimpin evaluasi rekayasa one way tahap 2 ,mengahdirkan seluruh stakeholder didampingi plt sekda wartini,juga kabanBKPSDM Zetrial

PadangPanjang.Sinyalnews.com — Di jantung Kota Padang Panjang, Pasar Pusat tidak pernah Benar-benar tidur. Sejak fajar menyingsing, para pedagang mulai membuka lapak. Kendaraan pengangkut barang silih berganti datang. Menjelang siang, arus manusia dan kendaraan semakin padat. Malam pun tiba, namun denyut kehidupan di kawasan itu tetap berlanjut.

Di tengah hiruk pikuk itulah, kemacetan selama bertahun-tahun menjadi pemandangan sehari-hari. Klakson bersahutan, kendaraan saling berebut ruang, sementara masyarakat berharap ada solusi yang benar-benar mampu mengurai persoalan.

Ketika itu, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis memilih turun langsung ke lapangan.
Ia berdiri di tengah keramaian Pasar Pusat, mengamati satu per satu pergerakan kendaraan, mendengar keluhan masyarakat, lalu mengambil langkah yang tidak mudah: menerapkan rekayasa lalu lintas one way tahap II.

Namun waktu berjalan.
Kebijakan itu kemudian dievaluasi.
Dan dari sinilah sebuah pelajaran tentang kepemimpinan dimulai.

Bagi sebagian pemimpin, mengubah kebijakan yang telah diputuskan sering kali dianggap sebagai bentuk kelemahan. Tetapi bagi Hendri Arnis, kepentingan masyarakat jauh lebih penting daripada mempertahankan ego sebuah keputusan.

Setelah hampir sebulan diterapkan, Dinas Perhubungan bersama berbagai pihak melakukan survei dan mendengar langsung suara pedagang, pemilik toko, pengendara, hingga berbagai pemangku kepentingan.

Hasilnya menjadi bahan evaluasi penting.

Sekitar 65 persen responden menilai penerapan one way tahap II lebih banyak menimbulkan mudarat, sementara 35 persen lainnya masih merasakan manfaat dari kebijakan tersebut.

Data inilah yang kemudian dibawa ke meja evaluasi Wali Kota.

Dan setelah mencermati seluruh perkembangan di lapangan, hampir 90 persen keputusan Wali Kota telah bulat untuk mencabut kembali sistem one way tahap II, sembari mencari formulasi baru yang lebih efektif dan lebih berpihak kepada masyarakat.

Baca Juga :  14 Orang Pejabat dinyatakan TIDAK LULUS Uji Kompetensi Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025

Keputusan itu bukanlah langkah mundur.
Justru sebaliknya.
Ia menjadi gambaran bahwa pemerintah hadir untuk mendengar.

Bahwa kebijakan dibuat bukan untuk dipertahankan mati-matian, tetapi untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

“Kalau ada yang belum efektif, kita evaluasi. Kalau manfaatnya belum maksimal, kita cari jalan yang lebih baik. Yang paling penting adalah masyarakat merasakan manfaatnya,” demikian semangat yang kini dibangun Pemerintah Kota.

Namun persoalan Pasar Pusat ternyata bukan semata soal arah kendaraan.
Akar masalah sesungguhnya berada pada penataan kawasan pasar itu sendiri.

Parkir yang terbatas, aktivitas bongkar muat di badan jalan, pedagang yang berjualan di sejumlah titik, hingga tingginya mobilitas masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang jauh lebih besar.

Karena itu, penghentian one way bukanlah akhir.
Justru menjadi awal dari penataan besar-besaran.

Wali Kota Hendri Arnis kini mengarahkan jajarannya untuk membenahi Pasar Pusat secara menyeluruh.

Pasar Sayur di kawasan atas direncanakan akan dikembalikan ke lokasi Pasar Sayur lama agar aktivitas perdagangan menjadi lebih tertata.

Para pedagang yang selama ini berjualan di pinggir Jalan Lingkar juga akan ditata kembali masuk ke dalam kawasan pasar.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota juga menyiapkan penambahan kantong-kantong parkir baru melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi parkir di badan jalan yang selama ini menjadi salah satu pemicu utama kemacetan.

Semua itu dilakukan dengan satu tujuan: mengembalikan marwah Pasar Pusat sebagai jantung ekonomi Kota Padang Panjang.

Pakar transportasi lokal Djoko Setijowarno menilai, langkah evaluasi yang dilakukan Pemko merupakan sikap yang tepat dalam tata kelola transportasi modern.

Baca Juga :  Muhammad Badar Diaul Haq Mencoba daptar di Sekolah Atlit Sepak Bola di PPOP DKI Jakarta gagal di Pantohir

“Keberhasilan rekayasa lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh perubahan arah jalan, tetapi bagaimana seluruh kawasan ditata secara komprehensif. Jika setelah dievaluasi manfaatnya belum optimal, maka perubahan kebijakan merupakan langkah yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh ulama Padang Panjang, Buya Hamidi Labai Sati, melihat keputusan tersebut dari sudut pandang yang lebih mendalam.

“Dalam ajaran Islam, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mendengar suara umatnya. Jika suatu kebijakan lebih banyak mudarat daripada manfaat, maka mencari jalan yang lebih baik adalah bagian dari kebijaksanaan,” katanya.

Menurut Buya Hamidi, pasar adalah ruang kehidupan masyarakat kecil.

Di sanalah para pedagang mencari nafkah, anak-anak disekolahkan, dan roda ekonomi rakyat terus berputar.

“Pemimpin yang besar bukan yang merasa paling benar, tetapi yang mau mendengar, mengevaluasi, dan memperbaiki,” tuturnya.

Di tengah berbagai dinamika pemerintahan, langkah Hendri Arnis ini menghadirkan sebuah pesan sederhana namun kuat.

Bahwa keberanian seorang pemimpin tidak hanya terlihat ketika membuat aturan.

Tetapi juga ketika ia berani mengatakan, ‘kebijakan ini perlu diperbaiki demi kepentingan masyarakat.’

Karena sesungguhnya, rakyat tidak selalu menginginkan pemimpin yang sempurna.

Mereka hanya menginginkan pemimpin yang hadir, mendengar, dan tidak gengsi mengakui bahwa masih ada jalan yang lebih baik.

Dan di tengah hiruk-pikuk Pasar Pusat Padang Panjang, seorang wali kota tampaknya sedang berusaha melakukan itu.

Bukan sekadar mengurai kemacetan.
Tetapi menata kembali denyut kehidupan kota.

Menata harapan para pedagang kecil.
Menata ruang hidup masyarakat.

Dan perlahan, mengembalikan wajah Pasar Pusat sebagai kebanggaan warga Padang Panjang.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Gubernur Mahyeldi Ingatkan Masyarakat Kota Dumai Tentang Pentingnya Menyiapkan Generasi Berkualitas

ARTIKEL

Afiqa ,siswi SD DEK Berprestasi TK Nasional “Never give up to be winner

ARTIKEL

Pemprov Sumbar Lelang 2 Jabatan Esselon II Anda Berminat?

ARTIKEL

Dandim 1710/Mimika Sambut Dan Berikan Motivasi Kepada Siswa Siswi TK Kartika VI-31 Di Makodim

ARTIKEL

SAHARA Inovasi Layanan Ramah Keluarga – Edy Oktafiandi Apresiasi KUA Padang Barat

BERITA

Danrem Wijayakusuma Pimpin Sertijab dan Penyerahan Jabatan Pejabat Korem 071/Wijayakusuma

BERITA

Di Lubuk Mata Kucing, Relawan Dilatih Menantang Detik Kematian

ARTIKEL

TNI Dukung Kebebasan Berpendapat, Tolak Intimidasi Dalam Kehidupan Demokrasi