Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / OLAH RAGA / SUMBAR

Monday, 12 January 2026 - 11:49 WIB

Satu Pukulan Dua Belas Juta” Kincai dan Final yang Mengguncang Padang Panjang

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Malam Padang Panjang tak pernah benar-benar sunyi, tetapi Minggu, 11 Januari 2026, kota ini berdetak berbeda. Dari dalam arena Milleniq Billiards, bunyi bola beradu memantul ke dinding-dinding, menyatu dengan napas penonton yang tertahan. Di meja hijau itu, bukan sekadar trofi yang diperebutkan, harga diri, keberanian, dan takdir sedang diuji.

Empat nama tiba di gerbang akhir, Arif Milleniq, Gilang TTM, Fauzi TTM, dan Kincai Hooget. Semifinal menjadi panggung pemanasan tragedi. Arif tumbang di tangan Gilang. Fauzi sempat menguasai segalanya,unggul 4–1, percaya diri, seolah final sudah di depan mata. Tapi biliar, seperti hidup, tak pernah memberi jaminan.

Sebuah time out lima menit menjadi jeda sunyi yang mengubah arah cerita. Kincai, tertinggal jauh, bangkit perlahan. Satu kesalahan Fauzi, bola putih yang ikut masuk, menjadi celah pertama. Dari sana, Kincai berjalan tanpa suara, tanpa selebrasi, menutup semifinal dengan skor 5–4. Ia tak berteriak. Ia hanya menarik napas. Final menunggunya.

Finalis : Gilang TTM Padang Vs Kincai Hooget Solok

Di partai puncak, Gilang TTM berdiri sebagai tembok terakhir. Dua gim pertama milik Gilang. Skor 0–2. Penonton mulai membaca arah. Namun Kincai kembali melakukan apa yang sudah ia pelajari malam itu: bertahan, menunggu, lalu menyerang. Skor disamakan. Gilang unggul, disusul Kincai. 3–3. 5–4. Tak ada yang benar-benar memegang kendali.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi BTS BAKTI, Kejagung Periksa Pegawai Inspektorat Kominfo

Saat skor 5–5, waktu seakan melambat. Gilang melakukan break penentuan. Tiga bola tersisa—7, 8, dan 9, seperti tiga bab terakhir sebuah kisah yang menolak selesai. Gilang punya peluang. Namun tekanan adalah lawan yang tak terlihat. Bola 9 bergetar dibibir lobang dan naik sedikit keatas ,pukulan Gagal.

Kincai berdiri. Mengelap stik dengan handuk kecil. Menatap meja seolah sedang membaca garis nasibnya sendiri. Pukulan itu yang oleh penonton disebut “pukulan dua belas juta” , bukan sekadar teknik. Ia adalah keputusan. Risiko. Keberanian. Bola 9 meluncur, masuk sempurna ke lubang bawah. Bola putih selamat. Sunyi sepersekian detik. Lalu, ledakan sorak sorai penuhi ruang milleniq ,kegembiraan tim Hooget .

Lagu We Are The Champions mengalun. Pelukan, tepuk tangan, mata yang basah oleh lega. Final itu bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi siapa yang mampu bertahan ketika segalanya hampir runtuh.

Baca Juga :  KKN UIN WALISONGO POSKO-87 Tumbuhkan Keterampilan Lewat Pelatihan Design Di Era Serba Digital

Ditempat yang sama ,Ketua POBSI Padang Panjang, Dasril, melihat lebih jauh dari sekadar skor.

“ Turnamen ini bukan hanya membangkitkan semangat olahraga biliar, tapi juga menggerakkan ekonomi warga. Kuliner ramai, penginapan penuh. Ini dampak nyata,” katanya.

Di sudut lain arena, Ilhamdi, owner Milleniq Billiards, tertawa lepas. Di hari ulang tahunnya yang ke-35, ia sempat dibuat tegang, jantungan sampai peluh dingin keluar di setiap  pori pori kulitnya , dia kena prank Istrinya yang berkoloborasi dengan panitia tentang tas hilang berisi uang dan perhiasan milik salah satu istri pemain  yang hadir . Ketegangan itu berubah jadi tawa, seperti malam itu sendiri.

Bagi Kincai, kemenangan ini adalah jawaban Sementara Nando, owner TTM, sebagai sponsor tunggal TTM menyebut laga ini sebagai wajah biliar sejati: keras, jujur, dan penuh emosi. Malam itu, Padang Panjang tak hanya menyaksikan sebuah turnamen. Ia menyimpan sebuah kisah tentang satu pukulan yang menentukan segalanya, dan tentang keberanian yang akhirnya menemukan jalannya sendiri.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BUDAYA

Kodim 1710/Mimika Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

BERITA

Panglima TNI Tinjau Arus Balik Lebaran 1445 H/2024

ARTIKEL

“ KUNJUNGAN SAFARI RAMADHAN “ Wawako Allex Saputra Serahkan Bantuan 30 Juta Untuk Masjid Nurul Iman

ARTIKEL

Sekda Sumbar Hansastri Hadiri Pengukuhan Enam Guru Besar Baru UIN Imam Bonjol Padang

BERITA

Jumat Berkah di Padang Panjang. Maria Veronika dan Sri Wahyuni Turun ke Jalan, Ratusan Takjil Mengalir ke Tangan Warga

BERITA

IRWAN ZULDANI APRESIASI KEGIATAN BUNKASAI (FESTIVAL BUDAYA JEPANG) KE-19 TAHUN 2025 SUMATERA BARAT -RIAU di SMK PP SUMBAR

BERITA

“Manyala Menyala di Ujung Ramadan”

ARTIKEL

Tiga Petak Toko di Jalan Gajah Mada Gunung Pangilun Ludes di Lalap si Jago Merah