Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Saturday, 6 June 2026 - 15:08 WIB

Dari Pagi Mengurai Macet, Malam Menata Pasar: Hendri Arnis Menjemput Kembali Denyut Ekonomi Padang Panjang

PadangPanjang.sinyalnews.com — Matahari belum tinggi ketika Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, sudah berada di tengah aktivitas kota. Ia menyusuri ruas-ruas jalan yang selama ini kerap menjadi titik kemacetan, mengamati langsung arus kendaraan, memperhatikan simpul-simpul lalu lintas yang dinilai perlu ditata ulang agar tidak lagi menjadi sumber kesemrawutan.

Namun tugasnya hari itu belum selesai.
Ketika malam turun dan sebagian besar orang memilih beristirahat, Hendri justru melanjutkan pekerjaannya. Ia bergerak menuju Pasar Pusat Padang Panjang, jantung perekonomian rakyat yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai persoalan. Di lantai III gedung pasar, ia menggelar dialog terbuka bersama para pedagang, mendengar langsung suara mereka tanpa sekat birokrasi.

Sehari penuh berada di lapangan, dari urusan lalu lintas hingga pasar rakyat, menjadi gambaran bagaimana Hendri Arnis tengah berupaya membenahi dua wajah utama Kota Padang Panjang: akses mobilitas masyarakat dan pusat perputaran ekonomi rakyat.

Di hadapan para pedagang, Hendri tidak datang membawa pidato panjang. Ia datang membawa telinga untuk mendengar.

Satu per satu pedagang menyampaikan keresahan yang selama ini mereka rasakan. Ada yang mengeluhkan akses masuk pasar yang belum optimal. Ada yang meminta penataan pedagang kaki lima dilakukan secara menyeluruh. Sebagian lagi menyoroti kondisi bangunan yang mulai mengalami kebocoran, jembatan penghubung yang perlu diperbaiki, hingga persoalan tarif sewa kios.

Malam itu, suasana dialog berlangsung hangat namun penuh keterbukaan. Bagi Hendri, seluruh masukan tersebut menjadi bahan penting untuk merancang pembenahan pasar secara menyeluruh.

“Kami hadir untuk mendengarkan langsung aspirasi para pedagang. Semua masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan bersama tim teknis. Kita ingin Pasar Pusat ini kembali hidup, nyaman, dan menjadi tujuan utama masyarakat untuk berbelanja,” ujar Hendri.

Namun di tengah derasnya aspirasi yang mengalir, muncul sebuah fakta yang membuat suasana dialog sejenak berubah serius.

Hendri mengungkap adanya praktik pengontrakan atau penyewaan kios kepada pihak ketiga. Padahal kios-kios tersebut sejatinya diperuntukkan bagi pedagang yang terdaftar dan berhak memanfaatkannya secara langsung.

Temuan itu menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota. Dengan nada tegas, Hendri mengingatkan bahwa praktik tersebut tidak bisa dibiarkan karena bertentangan dengan aturan dan berpotensi menghambat tujuan utama pembangunan pasar.

Baca Juga :  SLBN 1 Sungai Pagu Gelar Kegiatan Berbasis Kearifan Lokal Budaya dengan Tema "Manjalang Mintuo"

“Ini tidak dibenarkan. Pedagang yang mengontrakkan toko kepada pihak lain telah melanggar ketentuan yang berlaku. Persoalan ini akan kita selesaikan sesuai aturan,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi salah satu momen penting dalam pertemuan tersebut. Sebab selama ini persoalan tersebut jarang dibahas secara terbuka.

Bagi Hendri, pembenahan Pasar Pusat bukan sekadar mempercantik bangunan atau memperbaiki fasilitas fisik. Yang lebih penting adalah memastikan tata kelola pasar berjalan sesuai aturan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Ada alasan mengapa perhatian Hendri terhadap Pasar Pusat begitu besar.

Pasar yang berdiri megah di pusat kota itu merupakan salah satu proyek yang dibangun pada masa kepemimpinannya terdahulu. Karena itu, ada ikatan emosional yang kuat ketika ia melihat kondisi pasar saat ini.

Baginya, Pasar Pusat bukan hanya deretan kios dan bangunan bertingkat.
Pasar adalah etalase Kota Padang Panjang.Pasar adalah wajah ekonomi rakyat. Dan pasar adalah tempat ribuan keluarga menggantungkan harapan hidup mereka setiap hari.

Karena itu, ia menegaskan bahwa revitalisasi pasar akan menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya.

“Kita akan fokus membenahi etalase kota ini. Potensinya sangat besar. Ada sekitar 1.300 kios yang harus kita hidupkan kembali agar ekonomi masyarakat bergerak lebih baik,” katanya.

Dalam dialog tersebut, pedagang Jon Faris dari Blok B mengusulkan penataan pedagang kaki lima hingga ke kawasan Blok B dan C serta pembukaan akses yang lebih mudah bagi pengunjung.

Sementara Fitrialita, pedagang jasa jahit di lantai III Blok C, berharap pemerintah memperbaiki akses menuju lantai atas agar pengunjung lebih mudah menjangkau kios-kios yang berada di lantai tinggi.

Masukan lainnya datang dari Elya Doza yang menyoroti kondisi bangunan pasar yang mengalami kebocoran serta perlunya perbaikan jembatan penghubung demi keselamatan pengunjung.

Sedangkan Yusnidar meminta peninjauan kembali tarif sewa kios eksekutif yang dinilai masih cukup tinggi, sementara Rosmeri mengusulkan penggabungan beberapa kios berdampingan agar lebih fleksibel untuk pengembangan usaha.

Dukungan terhadap langkah pembenahan Pasar Pusat juga datang dari unsur DPRD Kota Padang Panjang. Mereka berharap berbagai persoalan yang selama ini membelenggu aktivitas perdagangan dapat segera diselesaikan sehingga pasar kembali menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  5 orang anak jadi pelaku dalam pengerusakan dan membawa senjata tajam

Di tengah upaya pembenahan yang sedang dilakukan, Ketua PWI Padang Panjang, Syupriyanto, menilai apa yang dilakukan Hendri Arnis menunjukkan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat.

“Yang kita lihat hari ini bukan sekadar wali kota yang memimpin rapat. Sejak pagi beliau turun langsung melihat kondisi lalu lintas kota yang perlu dibenahi, mengurai persoalan di lapangan, lalu malam harinya kembali berdialog dengan pedagang sampai larut. Ini menunjukkan keseriusan seorang pemimpin yang ingin memastikan kebijakan lahir dari kenyataan yang dihadapi masyarakat,” ujar Syupriyanto.

Menurutnya, Pasar Pusat merupakan urat nadi ekonomi rakyat sekaligus wajah Kota Padang Panjang yang harus mendapatkan perhatian serius.

“Ketika wali kota turun sendiri ke pasar, mendengar keluhan pedagang, lalu menemukan persoalan yang selama ini tidak banyak diketahui publik seperti praktik pengontrakan kios kepada pihak ketiga, itu menunjukkan keberanian untuk membenahi persoalan dari akarnya. Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi langkah awal yang sangat penting untuk mengembalikan marwah Pasar Pusat sebagai kebanggaan masyarakat Padang Panjang,” katanya.

Syupriyanto berharap seluruh proses pembenahan dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan sehingga dampaknya benar-benar dirasakan pedagang maupun masyarakat luas.

Malam semakin larut ketika dialog berakhir. Namun dari ruang pertemuan sederhana di lantai III Pasar Pusat itu, optimisme perlahan tumbuh kembali.

Optimisme bahwa pasar yang selama ini terasa kehilangan denyutnya akan kembali ramai.

Optimisme bahwa lorong-lorong kios yang sepi akan kembali dipenuhi langkah pembeli.

Dan optimisme bahwa ketika seorang pemimpin memilih turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan rakyatnya sejak pagi hingga malam, maka harapan untuk membangkitkan kembali jantung ekonomi kota bukanlah sesuatu yang mustahil.

Sebab membangun pasar sesungguhnya bukan hanya tentang memperbaiki bangunan.

Tetapi tentang menghidupkan kembali harapan ribuan pedagang yang setiap hari menggantungkan masa depan keluarganya di balik pintu-pintu kios Pasar Pusat Padang Panjang.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Tak Hanya Mahir Merias, BLK Ajak Peserta Nguri-Uri Budaya Jawa

ARTIKEL

Randai Kubang Saiyo Penerus Budaya Minangkabau di Koto Tangah Padang

ARTIKEL

Dinas Kebudayaan Sumbar Gelar Sosialisasi Festival Seni Budaya Bertajuk “Giat Seni Dari Kuranji, Harmoni Untuk Negeri”

BADAN NEGARA

Bupati Hamsuardi Sampaikan Jawaban Atas Laporan Banggar Terhadap Pembahasan Rancangan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2022

BERITA

Marlim Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Mursalim Sebagai Ka Biro Adpim

ARTIKEL

Asyik Bermain Domino Saat Jam Pelajaran, 4 Orang Pelajar di Amankan Satpol PP Kota Padang

ARTIKEL

Blangkon, Wayang Kulit dan Kisah Dewi Shinta, Diperkenalkan Dunia Internasional

ARTIKEL

Satgas TMMD Ke-124 Kodim 1501/Ternate Percepat Pembangunan Drainase Untuk Mengatasi Genangan Air dan Banjir