Sungai Pagu, Sinyalnews.com,- SLBN 1 Sungai Pagu kab Solok Selatan menyelenggarakan Kegiatan P5 Berbasis Kearifan Lokal Budaya dengan Tema ” Manjalang Mintuo ” bertempat di SLBN 1 Sungai Pagu, Jumat (17/11/2023)

Kepala SLBN 1 Sungai Pagu Johan Defika, S.Pd mengatakan kearifan lokal merupakan pandangan hidup dan pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab seluruh masalah dalam memenuhi kebutuhan mereka.
“Kearifan lokal merupakan kekayaan budaya masyarakat suku-suku bangsa yang memiliki potensi luar biasa. Bangsa Indonesia dianugerahi keanekaragaman kearifan lokal dalam berbagai bentuk di seluruh Nusantara” ujar Johan Defika.

Kearifan lokal sendiri dapat meningkatkan dan mengembangkan serta memajukan budaya serta nama daerah. Pendidikan berbasis kearifan lokal tidak hanya mampu membangun sumber daya manusia dengan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, melainkan juga etika dan moral dari peserta didik.
Kurikulum dikatakan berjalan selaras apabila terdapat nilai budaya yang mampu merangsang potensi dan kelebihan peserta didik agar berkarakter dan mencerminkan nilai budaya dan berkarakter global. Harapannya agar peserta didik dapat menghadapi tantangan globalisasi. Terdapat relevansi antara kearifan lokal dengan sistem nilai di masyarakat sesuai dengan nilai Pancasila. Pancasila sebagai frame yang menaungi setiap kearifan lokal pada masyarakat.

Kegiatan P5 (proyek penguatan profil pelajar Pancasila) kata Johan Defika pada dasarnya membentuk pelajar yang berkarakter dan berperilaku nilai-nilai Pancasila. Kegiatan P5 ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dari lingkungan sekitarnya, salah satunya adalah kearifan lokal yang terdapat di wilayahnya. “Kehadiran peserta didik di lingkungan wilayah tempat tinggalnya dapat memberikan kontribusi penting bagi perkembangan budaya yang mencerminkan kearifan lokal” ungkapnya.
SLBN 1 Sungai Pagu Kab Solok Selatan melaksanakan kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka juga mengambil tema “Manjalang Mintuo” yang menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dalam berperan aktif melestarikan budaya lokal.
Lebih lanjut Johan Defika, S.Pd mengatakan, pihaknya sengaja mengambil tema Manjalang Mintuo agar tradisi yang sudah turun temurun ini tetap terjaga dan lestari.
“Dengan mengenal potensi dan kekayaan alam serta budaya di daerahnya, peserta didik SLBN 1 Sungai Pagu akan menjadi generasi yang peduli terhadap kekayaan daerah di sekitar tempat tinggalnya” Johan Defika. Peserta didik juga akan menjadi lebih berkompeten dan bermartabat dalam menjaga eksistensi kekayaan budaya daerah lokal.
Kearifan lokal kata Defika juga dapat digunakan sebagai modal dalam membentuk karakter luhur bangsa.
Turut hadir dalam acara tersebut, H.FIDEL EFFENDI S.Pd MM, Pemuka Masyarakat Sungai Pagu, Ketua yayasan H.Darlis, Ketua Komite Ardi Sastra Dt.Tanah Sati, Wali nagari Adriandi,Amd serta wali murid SLBN 1 Sungai Pagu.
(Marlim)














