Randai Kubang Saiyo Penerus Budaya Minangkabau di Koto Tangah Padang

Koto Tangah.Sinyalnews.com – Seni Tradisi Minangkabau Randai tetap eksis hingga masa kini. Pasalnya sejumlah remaja di Kelurahan Air Pacah Kecamatan Koto Tangah Kota Padang masih semangat mendalami teaterikal ala Minangkabau tersebut.

Bagi Kelompok Randai/ Silat Kubang Saiyo, seni yang mengombinasikan gerak silat dan kepiawaian bertutur itu dijadikan sarana membentengi generasi muda dari huru-hara.

“Pada dasarnya, selain melestarikan tradisi klasik nenek moyang, kami juga ingin mengajak anak-anak sekarang untuk tidak terpengaruh dengan huru-hara yang merusak masa depan,” ujar Ketua Randai/ Silat Kubang Saiyo, Jufri Rajo Mudo.

Selain itu, pendirian sanggar randai yang dinakhodainya juga ingin mengembalikan jati diri generasi Minang yang cintai budaya sendiri.

Menurutnya, pergaulan muda-mudi di zaman moderen ini akan tidak terkontrol jika tidak ada wadah yang dapat menempa karakter dan kepribadian.

Dijelaskan lebih lanjut soal randai, Jufri Rajo Mudo menyebut randai merupakan salah satu permainan tradisional asli Minangkabau.

Dalam permainan ini, sekelompok pemain akan berdiri membentuk lingkaran kemudian berjalan perlahan-lahan dengan gerakan silat yang sudah dimodifikasi.

Baca Juga :  “Perempuan Dalam Musik Tradisional Minangkabau : Identitas dan Budaya Matrilineal"

“Masing-masing pemain akan menyampaikan nyanyian-nyanyian yang bercerita, juga ada satu tukang dendang yang menyampaikan alur cerita,” jelasnya.

Dikatakan, randai dalam sejarah Minangkabau konon kabarnya sempat dimainkan oleh masyarakat Pariangan Padang Panjang ketika masyarakat tersebut berhasil menangkap rusa yang keluar dari laut.

Randai di Minangkabau seni teaterikal yang memainkan kaba atau hikayat Minang, seperti cerita Cindua Mato, Malin Deman, Anggun Nan Tongga, dan cerita rakyat lainnya.

Nazar Rajo Bungsu Guru Gadang sebagai Penasehat pada Kelompok Randai/ Silat Kubang Saiyo dihubungi Sinyalnews.com menjelaskan, bahwa randai pada awalnya merupakan media untuk menyampaikan kaba atau cerita rakyat melalui gurindam atau syair yang didendangkan dan galombang (tari) yang bersumber dari gerakan-gerakan silat Minangkabau.

Nazar Rajo Bungsu Guru Gadang menambahkan melalui gerakan dan cerita yang dimainkan ada hikmah atau pesan moral yang dapat diambil. Menurutnya sebelum memulai permainan ataupun alur cerita yang dimainkan menggambarkan jati diri Minangkabau yang berpedoman pada falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Ini yang kita yakini bisa menjadi pegangan anak-anak muda untuk menghadapi masa depan, tak lakang dek paneh dan tak lapuak dek hujan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dirut PT Portal Sumba Sabana: Martinus Jaha Bara, Mendorong Penuh Adanya Tim Inisiator Pembentukan Provinsi Sumba Sabu Raijua

Meski anak muda sekarang sudah terlanjur terlena dengan hiburan masa kini, dirinya optimistis seni teaterikal ala Minangkabau tersebut tetap mendapat tempat di hati generasi muda Minangkabau.

“Buktinya kita bisa lihat malam hari di kelompok sasaran Kubang Saiyo, di jalan Pasa Taranak Kelurahan Air Pacah RT 04/RW 07 Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.Anda akan menyaksikan 26 orang anak yang sudah tangkas memainkan Randai, Pencak Silat, Tari Piriang,Tari Gelombang,Tari Pasambahan.

Anak – anak ini dilatih oleh Gurunya Nasril Rajo Batuah 2 kali seminggu, setiap hari Rabu dan Sabtu pada pukul 20.00 sampai pukul 24.00 wib. Sejumlah anak – anak muda ini tetap semangat mengikuti latihan hingga selarut ini,” .Selain latihan 2 kali seminggu, kelompok Randai/silat Kubang Saiyo melukan silaturahmi ke sasaran yang ada di Koto Tangah dan Kuranji Pauh IX, pungkas Nazar Rajo Bungsu Guru Gadang.

(MTC)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Babinsa Koramil 07/Maos Laksanakan Kegiatan Nyadran

ARTIKEL

Kadis Pendidikan Barlius Buka LKS SMK tingkat Prov Sumatera Barat tahun 2024

BERITA

Kadis Pendidikan Sumbar Tutup LKS ke XXXI tingkat Prov Sumatera Barat

ARTIKEL

Blok A Pasar Raya Padang Terbakar

BADAN NEGARA

Anggota DPRD Sawahlunto Masrisal Tanggapi PAW Dirinya Dari Partai PKP

BERITA

Panglima TNI: Super Garuda Shield Sebagai Bagian Diplomasi Militer dan Kemanusiaan

BERITA

Bendungan Bungus Cek Dam Loh , Tidak lagi Sesuai Fungsinya karna Telah terjadi Pendangkalan,kini Pemungkiman Warga Terancam Banjir

ARTIKEL

Musda I DPD Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas RI (IKAL) Provinsi Sumatera Barat, Prof, Carlo Terpilih Aklamasi