Home / BERITA / DAERAH / HUKUM / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Saturday, 23 May 2026 - 22:32 WIB

“Mereka Datang Dengan Rasa Takut, Pulang Membawa Pelajaran Tentang Kemanusiaan”

Suasana haru menyelimuti pelepasan peserta Maganghub Kemnaker Batch II di Rutan Kelas IIB Padang Panjang.

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Aula Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang Panjang itu tak lagi sekadar ruang seremonial, Sabtu (23/5). Di tempat yang selama ini identik dengan tembok tinggi, pengamanan ketat, dan kisah-kisah kelam para pelanggar hukum, justru pecah suasana haru ketika puluhan peserta Maganghub Kemnaker Batch II berdiri saling menatap untuk sebuah perpisahan.

Ada mata yang berkaca-kaca. Ada senyum yang dipaksakan agar air mata tak jatuh lebih dulu. Enam bulan ternyata cukup untuk membuat para peserta magang merasa pulang pada tempat yang awalnya mereka takuti.

Program Maganghub Batch II tahun 2026 yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia itu memang bukan sekadar program penempatan kerja biasa. Program ini dirancang untuk mencetak talenta muda siap kerja, mempercepat penyerapan tenaga kerja terdidik, sekaligus menjembatani dunia akademik dengan realitas lapangan yang sesungguhnya.

Sebanyak 33 peserta berhasil lolos seleksi dan ditempatkan di Rutan Kelas IIB Padang Panjang. Mereka datang dari berbagai disiplin ilmu: psikolog, sosiolog, psikiater, pembina kepribadian, pembina kemandirian, hingga tenaga kesehatan.

Namun enam bulan terakhir memberi mereka pelajaran yang tak pernah diajarkan di ruang kuliah.Di balik jeruji, mereka menyaksikan bagaimana manusia berjuang memperbaiki diri.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Tetapkan Titik Nol Kilometer di Samping Kantor Pos Padang

Mereka mendampingi warga binaan tuna aksara belajar membaca. Mereka ikut dalam program konseling untuk membantu warga binaan keluar dari tekanan emosional dan persoalan sosial. Mereka menyaksikan bagaimana kesenian randai, peternakan, hingga perkebunan dijadikan jalan membangun harapan baru bagi mereka yang pernah tersesat.

Tempat yang semula dianggap menyeramkan perlahan berubah menjadi ruang pembelajaran tentang empati dan kemanusiaan.

Salah seorang peserta magang, Azi Maturrahmi, mengaku persepsinya tentang rumah tahanan berubah total setelah menjalani masa magang.

“Awalnya saya takut. Saya berpikir di dalam rutan itu penuh pelaku kriminal dengan wajah menyeramkan. Tapi setelah masuk dan menjalani magang di sini, ternyata sangat humanis dan penuh rasa kekeluargaan,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Bagi Azi dan rekan-rekannya, Rutan Padang Panjang bukan hanya tempat belajar bekerja. Tempat itu menjadi ruang yang mengajarkan bahwa setiap manusia tetap memiliki kesempatan untuk berubah.

Di bawah kepemimpinan Novri Abbas, suasana pembinaan di Rutan Padang Panjang juga disebut mulai menghadirkan banyak terobosan baru. Meski baru menjabat sejak 12 April 2026 lalu, berbagai program unggulan mulai bermunculan dan menyentuh langsung proses pembinaan warga binaan maupun penguatan pelayanan publik di lingkungan rutan.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Padang Panjang, Supriyanto, menilai langkah-langkah yang dilakukan Karutan Novri Abbas patut diapresiasi karena menghadirkan wajah pembinaan yang lebih humanis dan progresif.

Baca Juga :  Musdafirman Panghulu Suku Guci Pauh IX : Gala itu Menunjukan Keturunan

“Dalam waktu baru sekitar satu bulan lebih sepuluh hari memimpin, sudah banyak program unggulan yang lahir di Rutan Padang Panjang. Ini menunjukkan adanya semangat perubahan dan pembinaan yang benar-benar menyentuh sisi kemanusiaan,” ujar Supriyanto.

Menurutnya, program magang yang melibatkan generasi muda menjadi salah satu bukti bahwa rumah tahanan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat penghukuman, tetapi juga ruang edukasi sosial dan pembentukan karakter.

Sementara itu, Novri Abbas berharap pengalaman selama magang dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta saat memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.

“Semoga pengalaman dan pengetahuan yang didapat selama magang di Rutan ini bisa menjadi motivasi dan bekal bagi adik-adik dalam menapaki dunia kerja nantinya,” ujarnya.

Pelepasan kemudian ditutup dengan pemberian cenderamata dan foto bersama. Namun yang dibawa pulang para peserta bukan hanya sertifikat atau dokumentasi kegiatan.

Mereka pulang dengan cara pandang yang baru.

Bahwa di balik pintu besi dan jeruji penjara, masih ada manusia-manusia yang sedang belajar menjadi lebih baik. Dan di tempat itulah, para anak muda itu diam-diam belajar tentang arti kemanusiaan yang sesungguhnya.(Paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Sosialisasikan Perda Terbaru Pemkot Pekalongan Bakal Kemas Lewat LCC Kadarkum 2023

ARTIKEL

DPRD Sampaikan Pemandangan Umum Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2023

BERITA

Jumat Berkah, Polsek kedungwuni Bagikan Nasi Kotak

BERITA

Sertu Heri Suratno Bina Warga Binaan Cara Penanaman Kakao di Tanjuang Bungo

BERITA

Tandatangani Perkin dan Terima DIPA Tahun 2025, Jajaran Kemenag Diminta Serius Bekerja

ARTIKEL

Kerjasama Ikasmantri Padang dan RS Unand, Operasi Bibir Sumbing Berjalan Lancar

BERITA

Nunggak Utang Rp 457 Juta, Aset Perumda PSM Padang Bakal Dieksekusi

ARTIKEL

Babinsa Koramil 1710-05/Jila Bersama Puskesmas Lakukan Pusjaki Untuk Berikan Layanan Kesehatan Kepada Masyarakat