Home / ARTIKEL / BERITA / BUDAYA / BUMN / DAERAH / EKONOMI / KEMENTERIAN / KESEHATAN / NASIONAL / OTOMOTIF / PERISTIWA

Monday, 18 November 2024 - 19:19 WIB

Kerjasama Ikasmantri Padang dan RS Unand, Operasi Bibir Sumbing Berjalan Lancar

Foto : bersama Pengurus PB Ikasmantri Padang, Dirut RS Unand dan peserta operasi bibir sumbing dan celah langit-langit serta operasi mata katarak.

Padang SINYALNEWS.com – Pengurus Besar Ikatan Alumni SMA 3 (PB Ikasmantri) Padang tak hanya peduli dengan almamater dan kesejahteraan anggotanya, tetapi juga berkontribusi untuk masyarakat Sumbar. Salah satunya diwujudkan PB Ikasmantri Padang dengan menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit serta operasi mata katarak, Senin (18/11/2024) di RS Unand.

Ada 7 orang yang mendaftar untuk operasi bibir sumbing dan celah langit-langit kepada panitia, tetapi setelah pemeriksaan kesehatan hanya 5 orang yang bisa dioperasi. Sedangkan operasi mata katarak ada 3 orang yang mendaftar dan hanya 1 orang yang bisa menjalani operasi. foto : Pelaksanaan operasi bibir sumbing di RS Unand dalam rangka HUT Ikasmantri Padang ke 43.

“Bakti sosial ini terlaksana berkat kerjasama PB Ikasmantri Padang dengan RS Unand. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT Ikasmantri ke 43 yang puncaknya pada 1 Desember 2024,” kata Ketua Harian PB Ikasmantri Padang, Alpianif saat pembukaan kegiatan bakti sosial, kemarin.

RS Unand sendiri mendapat dukungan penuh dari Smile Train, sebuah organisasi amal internasional yang fokus merawat anak-anak yang mengalami bibir sumbing dari keluarga tak mampu.
Bakti sosial tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Gubernur Sumbar diwakili Kepala Dinas Kesehatan, Lila Yenwar yang juga alumni SMA 3 Padang dan dihadiri Dirut RS Unand, dr. Yevri Zulfiqar dan jajarannya, Pembina Ikasmantri Windasnofil, Kepala SMA 3 Padang Zahroni, Sekcam Pauh yang juga anggota Ikasmantri, David Ferdian, dan peserta operasi bibir sumbing dan celah langit-langit serta peserta operasi katarak.

Baca Juga :  Moderasi Beragama Solusi Cerdas Dalam Merawat Perbedaan, Ini Penjelasan Kepala Kantor

Dikatakan, selain operasi bibir sumbing dan operasi katarak, PB Ikasmantri yang mengusung tema HUT “Basamo Salamonyo” ini, juga menggelar donor darah, pemeriksaan kesehatan dan mata gratis yang akan dilaksanakan di SMA 3 Padang pada Sabtu, 30 November 2024.

“Kegiatan kita ini terbuka untuk umum, sehingga jika ada warga yang ingin donor darah langsung saja mendaftar atau datang ke SMA 3 Padang,” ujar Alpianif.

Pihaknya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk semua pihak yang mendukung terlaksananya bakti sosial ini. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan PB Ikasmantri bersama RS Unand dan tentunya dengan peserta yang lebih banyak lagi.

Dirut RS Unand, dr. Yevri Zulfiqar didampingi Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Unand, dr. Arina Widya Murni yang juga alumni SMA 3 Padang, langsung memberikan respon positif dengan membuka pintu untuk berbagai kerjasama dengan PB Ikasmantri Padang di masa datang.
“Kami sangat terbuka untuk berbagai kerjasama di bidang kesehatan dengan PB Ikasmantri Padang di lain waktu dan kesempatan,” katanya.

Baca Juga :  Ketua Baznas Pasbar Akan Tindak Tegas Pemotong Bantuan Bedah Rumah 25 Juta 

Sementara Dewan Pembina Ikasmantri, Windasnofil mengenang kembali kehadiran ikatan alumni ini yang pertama kali terbentuk di Bandung tahun 1981. Berawal dari kepedulian para alumni yang tinggal di Bandung terhadap adik-adiknya yang ingin melajutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Kami mendata adik-adik yang ingin kuliah di Bandung dan memberikan berbagai informasi yang mereka butuhkan, termasuk perguruan tinggi yang ingin dituju, biaya kuliah hingga pemondokan mahasiswa,” katanya.

Usai pembukaan, dilanjutkan dengan meninjau proses operasi bibir sumbing. Peserta tak hanya dari Kota Padang, tetapi ada peserta operasi bibir sumbing dari Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, hingga dari Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.“Proses operasinya sekitar 1 jam. Namun usai operasi masih ada terapi yang harus dilalui, yaitu terapi bicara. Sebab mereka sudah terbiasa bicara dengan suara sengau, jadi untuk membiasakan bicara normal maka perlu ikut terapi 7 – 15 kali,” terang dr. Yevri Zulfiqar. (devi)

Share :

Baca Juga

BERITA

Kunjungi Polsek Karanganyar dan Lebakbarang, AKBP Wahyu Rohadi Ajak Warga Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

ARTIKEL

Siswa SMK Kesehatan Genus Sumbar dan Riau Mewakili LKS SMK Tingkat Nasional di Bandarlampung

BERITA

Melalui Worshop ” Penulisan Berita Dan Karya Tulis Ilmiah” Para Guru Di Agam Terus Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalitasnya  

ARTIKEL

Penanaman Bibit Pohon Bersama Mahasiswa KKN MB UINWS Dan Masyarakat Desa Pejambon

BERITA

Polisi Sahabat Anak: Anak-Anak TK Mekarsari Kandeman Batang Diajak Mengenal Lingkungan Polsubsektor Kandeman

BERITA

DPC Peradi Padang Angkat 69 Advokat Baru

BERITA

Lakukan Pengawasan dan Pengamatan Di Lapas Bukittinggi Tim Kimwasmat Pengadilan Negeri Bukittinggi Apresiasi Kinerja Kalapas dan Jajaran

BERITA

Capacity Building Disperindag Sumbar Berlanjut ke Desa Wisata Kubu Gadang