PadangPanjang.Sinyalnews.com-Ruang tamu itu tak hanya menampung percakapan, tetapi juga menyatukan beragam kepentingan dalam satu frekuensi yang sama: kemajuan Kota Padang Panjang.
Malam itu, Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang yang baru, Novri Abbas, datang bukan sekadar menjalankan agenda formal. Didampingi jajaran internalnya, ia membawa semangat baru,membuka ruang dialog, merawat silaturahmi, dan menegaskan bahwa rutan bukan entitas yang berdiri sendiri.
Di hadapannya, Wali Kota Hendri Arnis menyambut dengan hangat. Percakapan mengalir santai, namun sarat arah. Dari balik canda ringan, terselip diskusi serius tentang masa depan kota,tentang bagaimana setiap lini pemerintahan bisa bergerak seirama.
Silaturahmi itu menjadi semakin bermakna dengan hadirnya sejumlah kepala OPD dan tokoh penting daerah. Kepala Dinas Pendidikan Nasrul, Kepala DPMPTSP Nurasrizal, Kepala Dinas Perhubungan Fandi Ramadona, serta perwakilan BKPSDM, ikut memberi warna dalam diskusi. Tak ketinggalan, peran strategis komunikasi publik turut diwakili oleh Dinas Kominfo, sementara suara pers hadir melalui Ketua PWI Padang Panjang Supriyanto.
Di meja itu, sekat-sekat birokrasi seolah luruh. Rutan yang selama ini identik dengan keterbatasan, mulai dipandang sebagai bagian dari solusi. Gagasan demi gagasan muncul,tentang pembinaan warga binaan berbasis pendidikan, sinergi dengan peluang investasi dan UMKM, hingga keterlibatan media dalam membangun narasi positif yang mendorong partisipasi publik.
Ketua PWI Padang Panjang, Supriyanto, dalam kesempatan itu menegaskan pentingnya peran media dalam mengawal sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Pers tidak hanya mencatat peristiwa, tapi juga punya tanggung jawab moral membangun optimisme publik. Ketika rutan, pemerintah daerah, dan semua unsur duduk bersama seperti ini, kami melihat ada energi besar yang harus disuarakan. Ini bukan sekadar silaturahmi, tapi titik awal perubahan,” ujarnya.
“Ide-ide itu lahir tanpa dipaksa,” tergambar dari diskusi yang hidup. Ada optimisme yang tumbuh, bahwa jika semua pihak duduk bersama, bahkan persoalan yang rumit sekalipun bisa dicari celah solusinya.
Novri Abbas tampak tak ingin sekadar hadir sebagai pejabat baru. Ia ingin menghidupkan peran rutan sebagai bagian dari denyut kota. Sementara Hendri Arnis, dengan pendekatan terbukanya, memberi ruang agar gagasan-gagasan itu tidak berhenti sebagai wacana.
Di luar, malam terus berjalan. Namun di dalam ruangan itu, harapan justru sedang disusun,perlahan, tapi pasti.
Silaturahmi itu mungkin sederhana. Namun dari pertemuan itulah, arah baru sering kali dimulai. Dan bagi Padang Panjang, ini bukan sekadar pertemuan—ini adalah tanda bahwa kolaborasi mulai menemukan jalannya.(paulhendri)














