Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / PERISTIWA / SUMBAR / UMKM

Wednesday, 22 April 2026 - 21:09 WIB

Dari Seremoni ke Meja Makan: Kartini Hidup dalam Tawa Perempuan di Samba Buruak Om Bento”

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Di sudut siang yang masih menyisakan hangat peringatan Hari Kartini, tawa itu pecah tanpa aba-aba. Bukan di ruang seremoni, bukan pula di balik podium penuh protokoler. Melainkan di sebuah meja panjang, sederhana,dengan piring-piring yang nyaris tandas, gelas-gelas yang menyisakan embun, dan percakapan yang mengalir lebih jujur dari sambal yang masih pedas di lidah.

Ketua TP-PKK, Maria Feronika, bersama rombongan memilih merayakan Kartini dengan cara yang lebih membumi: makan siang bersama di Samba Buruak Om Bento.

Tak ada jarak. Tak ada sekat jabatan.Yang ada hanya perempuan-perempuan dengan cerita, dengan lelah yang tak selalu terlihat, dengan peran yang sering kali berjalan tanpa tepuk tangan.

Di meja itu, Kartini seperti hadir dalam wujud yang berbeda. Bukan lagi sosok dalam bingkai sejarah, melainkan dalam gelak tawa para perempuan yang hari ini masih berjuang,di rumah, di kantor, di tengah masyarakat. Mereka yang memimpin tanpa banyak suara, menguatkan tanpa banyak sorotan.

Baca Juga :  Upacara Bendera Senin Pagi di SMAN 3 Padang ditandai Dengan Pemberian Reward Untuk Siswa Berprestasi

Suapan demi suapan bukan sekadar mengisi perut, tapi seperti merayakan kebersamaan yang jarang punya ruang. Ada cerita yang saling disambung, ada candaan yang meledak, ada lirih yang terselip di balik senyum.

Seorang di antaranya sesekali mengangkat tangan, memberi isyarat cerita yang belum selesai. Yang lain mendengarkan, mengangguk, seolah berkata: kami paham, kami juga pernah di titik itu.

Di luar, lalu lintas tetap sibuk. Motor berlalu, mobil melintas, dunia bergerak seperti biasa. Namun di dalam, waktu seakan melambat,memberi ruang bagi rasa yang sering terabaikan.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Panen Raya Bawang Merah, hasil Pengelolaan Warga Binaan Pemasyarakatan

Kartini hari ini bukan lagi tentang kebaya dan seremoni. Ia hidup dalam keberanian untuk tetap tegar, dalam kemampuan untuk tetap tertawa meski beban tak ringan, dalam pilihan untuk tetap bersama,meski waktu sering kali tak memberi kesempatan.

Makan siang itu sederhana. Tapi justru di situlah letak maknanya.Karena terkadang, perjuangan perempuan tidak selalu ditulis dalam sejarah besar. Ia hadir dalam momen-momen kecil seperti ini—saat mereka duduk sejajar, berbagi rasa, dan saling menguatkan.

Dan di Samba Buruak Om Bento siang itu, Kartini tidak diperingati.,Ia benar-benar hidup.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Asisten SDM Kapolri Kupas Tuntas Restoratif Justice di Era Presisi

BERITA

Dokter Dian Terima Penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional

BERITA

Maidarti Kecewa Tidak Satupun SMA Negeri Yang Bisa Terima Anaknya Lewat Jalur Zonasi

BERITA

Terjadi Kejar-kejaran Di sepanjang Jalan Panorama Sitinjau Laut, Pelaku Pencuri Kabel Di area Indarung Berhasil Ditangkap

ARTIKEL

Miko Kamal: Festival Batang Arau Bakal Digelar Akhir Tahun

ARTIKEL

Kebersamaan dan Kekeluargaan Terjalin Erat di TMMD Reguler ke-124 Kodim 0703/Cilacap

BERITA

Kapolda Kepri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Seligi 2023

BERITA

Siap Amankan Pemilu 2024, Personil Power On Hand Kapolres Pekalongan Laksanakan Latihan