Home / BERITA / DAERAH / NASIONAL / PERISTIWA

Saturday, 14 September 2024 - 18:16 WIB

Talkshow Peran Tokoh Agama Dan Rumah Ibadah dalam Kesiapsiagaan Bencana Indonesia

Jakarta, Sinyalnews.com, – Yayasan Relief Islami Indonesia menggandeng sejumlah stakeholder untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bencana megatrust di Indonesia. Menurut kajian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Indonesia memiliki 13 zona megatrust dengan potensi terbesar Magnitudo 8,9.

CEO Yayasan Relief Islami Indonesia Nanang Subana Dirja mengatakan, masyarakat harus dibekali pemahaman dan kesadaran terkait bahaya megatrust. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah komunikasi mitigasi risiko bencana dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Kali ini yang kami sasar adalah para tokoh agama dan juga tempat ibadahnya. Jadi bagaimana para tokoh agama bisa menyadari dan memahami secara pas, agar mereka bisa mengajak umatnya melakukan kesiapsiagaan,” ujar Nanang dalam acara “Talkshow Peran Tokoh Agama dan Rumah Ibadah dalam Kesiapsiagaan Bencana Indonesia, di HK Tower, Jakarta, Jumat (13/9/2024).

Baca Juga :  Edy Oktafiandi, Pentingnya Disiplin ASN dalam Pelayanan Publik

Nanang mengatakan, pihaknya tidak hanya menggandeng tokoh agama dari kelompok mayoritas Islam saja. Tetapi juga menghadirkan tokoh-tokoh agama dari Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Sementara itu, hingga pertengahan 2024, BMKG telah memfasilitasi 10 komunitas Siaga Tsunami di Indonesia. Hal itu disampaikan Penanggung Jawab Diseminasi Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Septa Anggraini dalam panel diskusi.

Sebagai informasi, megatrust adalah zona sumber gempa yang terjadi antara pertemuan lempeng samudra dengan lempeng benua. Untuk mengantisipasi kejadian tsunami, BMKG merilis sistem InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) sebagai sistem peringatan dini tsunami.

Baca Juga :  Satgas TMMD Pasang Rangka Tandon Air, Dukung Peningkatan Sanitasi Warga

“BMKG memiliki target dalam waktu tiga menit informasi peringatan dini itu harus tersampaikan ke masyarakat. Untuk mengejar ‘golden time’ tsunami sampai ke daratan sehingga bisa digunakan masyarakat untuk menyelamatkan diri,” kata Septa.

Di samping itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menerbitkan surat edaran imbas ramainya isu megatrust di Indonesia. Direktur Mitigasi Bencana BNPB Berton Panjaitan menekankan pentingnya melibatkan unsur keagamaan dalam membangun ketangguhan bencana.

“Kenapa penting? karena tokoh agama sangat dihormati di masyarakat, ketika mereka menyampaikan sebuah pesan biasanya masyarakat akan megikuti. Tokoh agama itu memiliki posisi strategis, edukatif, dan psikologis untuk membangun kepercayaan masyarakat di tengah bencana,” ucap Berton. (MAH)

Share :

Baca Juga

BERITA

Berita Kehilangan. Ditemukan Satu Buah Album Lengkap Dengan Isinya

BERITA

Gubernur Sumbar Akan Menghadiri Acara Silaturahmi Akbar Masyarakat Minang (BM-3) Sumut

ARTIKEL

DIBALIK SUKSESI DOSEN KEPELATIHAN FIK UNP, ALEX ALDA YUDI PELATIH FISIK TIMNAS U19 JUARA EVENT AFC U-19

ARTIKEL

Kompak Bersinergi Syafrial Kani dan Desrio Putra Kunjungi Parak Jigarang Anduring

ARTIKEL

FIK UNP Torehkan Prestasi Internasional Melalui Luaran Ilmiah Skala Global

BERITA

Peduli Kesehatan, Bati Tuud 07/ Maos Hadir Dalam Acara Lokakarya Mini Lintas Sektor Bidang Kesehatan Tahun 2023

BERITA

Kabut Asap Kian Parah, Karang Taruna Sumbar Bagikan 5 ribu Masker

BERITA

Anggota Plasma Menuntut Haknya Untuk Dibayar Oleh KUD Tiku V Jorong