Jacob Ereste : Agresor Isreal Juga Telah Mencaplok Dataran Tinggi Golan

SINYALNEWS.COM —  Israel memang sungguh biadab. Tak puas berperang melawan Palestina, mereka pun bersiap menggempur Libanon paska serangan ke Majdal Shams, sebuah kota di dataran tinggi Golan yang diduduki mereka. Wartawan perang melaporkan serangan roket yang gencar diluncurkan pada 27 Juli 2024 telah menewaskan setidaknya 22 orang Israel serta telah mencederai lebih dari 35 orang Israel.

Serangan roket dari Libanon yang menggasak Israel ini mengejutkan Israel serta merta mengerahkan jet tempurnya untuk menggempur sejumlah kota di Libanon. Targetnya Israel langsung mengarah pada Markas Hizbullah.

Jeanine Hennis Plasschaert Koordinator Khusus PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) serta Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB UNIFIL, Aroldo Lazaro merilis pernyataan bersama mengenai serangan di Majdal Shams.

Baca Juga :  AKBP Wahyu Rohadi Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2023 Tingkat Kabupaten Pekalongan

Pernyataan bersama yang dilansir secara meluas oleh Al Jazeera, Minggu 28 Juli 2024 ini mendesak semua pihak untuk menahan diri serta segera menghentikan baku tembak yang masih terus berlangsung. Karena akibatnya bisa eskalasi peperangan itu akan membuat tenggelam seluruh kawasan dalam bentuk bencana yang tidak terbayangkan.

Komunikasi yang telah dilakukan UNIFIL dan Koordinator Khusus PBB untuk Libanon berupa melakukan komunikasi kepada kedua belah pihak dengan sangat serius. Karena dataran tinggi Golan merupakan wilayah yang sangat strategis untuk mempertemukan tiga negara, yaitu Libanon, Israel dan Yordania. Meski hukum Internasional mengakui wilayah tersebut sebagai bagian dari negara Suriah.

Ikhwal laporan yang mencemaskan itu, dua pertiga dari wilayah tersebut telah dikangkangi oleh Israel sejak terjadi perang selama 6 hari pada tahun 1967. Negara Suriah memang tak tinggal diam, Suriah berupaya merebut kembali wilayah tersebut sehingga terjadi lagi peperangan pada tahun 1973, namun gagal. Sejak itulah Pasukan Pengawas PBB sibuk meminta gencetan senjata, sementara Suriah telah dalam posisi yang dirugikan.

Baca Juga :  Dewan Guru MTsN 1 Padang Lolos Sekeksi Instruktur AKMI Nasional

Akibatnya, karena Israel nekat membangun pemukiman ilegal di Dataran Tinggi Golan. Sejak itu hingga tahun 1981 Israel telah mendirikan 20.000 pemukiman ilegal. Bangsa Israel yang tidak memiliki negara ini hidup bersama orang Arab Druze sampai sekarang. Jadi sungguh bangsa Israel memang berwatak agresor. Penyebabnya, jelas karena bangsa Israel tidak memiliki wilayah maupun negara.

 

Jakarta, 31 Juli 2024

 

 

 

Share :

Baca Juga

BERITA

Gubernur Mahyeldi dan Forkopimda Sumbar Tunaikan Kunjungan Bersejarah ke Medan Tugas Prajurit di Provinsi Papua Barat Daya

ARTIKEL

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Babinsa Mapurujaya Laksanakan Monitoring dan Pengamanan di Pelabuhan Poumako

ARTIKEL

Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 52 Perwira Tinggi TNI

BADAN NEGARA

Pengurus LAM KEPRI Audensi Dengan KAPOLDA KEPRI, Guna Ciptakan Kamtibmas yang Kondusif

ARTIKEL

Panitia Temu Ramah dan Silaturahmi Akbar Ikatan Keluarga Besar Alumni SMA Negeri 7 Padang

BADAN NEGARA

Polres Bintan Berikan Bendera Merah Putih Untuk Masyarakat Pesisir

BERITA

Jaga Kelestarian Alam, Posko Green Earth Team Kodim 0703 Cilacap Diresmikan

BERITA

Dalam Rangka Peningkatan Indeks Penanaman Padi dan Pemberdayaan Petani, Kelompok Tani Laut Tinggal Bersama Tokoh Masyarakat dan Penyuluh WKP Tanjung Durian Melaksanakan Giat Turun ke Sawah dengan Tema “Marsaba Ita Mulak Sudena” (Marimas).