PADANG, SINYALNEWS.COM – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyelenggarakan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri, bertempat di Aula SMKN 8 Padang, Jumat (24//11/2023)
Diikuti oleh 45 orang siswa kelas Jepang SMKN 8 Padang, yang mempunyai peran dalam perihal Pekerja Migran Indonesia (PMI), kegiatan sosialisasi ini merupakan program kerja sama antara BP2MI dengan SMKN 8 Padang.
Kepala BP2MI wilayah Sumbar Bayu Aryadhi, S.Kons menyatakan bahwa, tujuan dari kegiatan sosialisasi adalah memberikan informasi kepada masyarakat, tentang peluang kerja dan prosedur yang benar untuk bekerja keluar negeri, agar bekerja dengan aman dan tidak bergantung pada negara tertentu saja.
“Banyaknya kesempatan kerja di beberapa negara, dengan jabatan skill yang tidak dapat direbut oleh pencari kerja asal Sumatera Barat karena tidak dapat bersaing akibat terbatasnya kemampuan, atau tidak mendapat informasi, sehingga hanya negara tertentu dengan jabatan non skill yang menjadi tujuan utama,” tuturnya.
Bayu Aryadhi lanjut menjelaskan tentang skema penempatan yang penting untuk diketahui oleh masyarakat atau para pencari kerja, yaitu Goverment to Goverment (G to G), Goverment to Private (P G to P), penempatan secara mandiri/perseorangan, dan penempatan PMI Untuk Kepentingan Perusahaan Sendiri (UKPS).
“Salah satu bentuk kehadiran Negara dalam memberikan pelindungan kepada PMI adalah penetapan kebijakan yang diatur dengan undang-undang sampai dengan teknis pelaksanaan. Peraturan dibuat untuk melindungi PMI maupun Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI),” terang Bayu.
Kepala SMKN 8 Padang, Deta Mahendra dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapannya, agar siswanya berminat untuk bekerja ke luar negeri tidak pergi dengan cara ilegal. “Kalau kalian berminat untuk bekerja ke luar negeri, maka berangkatlah secara resmi yakni melalui perusahaan pengerah jasa tenaga yang sudah diakui dan mendapat izin dari pemerintah” ujar Deta.
Lebih lanjut Deta Mahendra menyatakan bahwa, bekerja di dalam atau luar negeri sama-sama mulia. Ia juga menjelaskan permasalahan serta kebijakan dari pelindungan untuk PMI. “Untuk itu bapak minta kepada anak-anak semua agar mengikuti sosialisasi ini dengan sungguh-sungguh, sehingga apabila kalian berminat untuk bekerja ke luar negeri, kalian sudah tau apa yang harus kalian persiapkan” ucap Deta
Menurut Deta, sosialisasi pada hari ini diikuti oleh kelas Jepang. “Sementara kami di SMKN 8 mempunyai kelas Jepang, Korea, Inggris dan kelas Jerman. Mudah-mudahan kedepannya kita adakan sosialisasi untuk kelas-kelas lain” harap Deta.
Deta menghimbau agar informasi yang diperoleh dari sosialisasi ini, dibagi kepada rekan dan saudara-saudara lainnya jika ingin bekerja ke luar negeri. Diakhiri acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta.
(Marlim)














