JAKARTA, SINYALNEWS.COM – Untuk akselerasi perwujudan Sumbar sebagai pusat perdagangan terkemuka di Pulau Sumatera, Disperindag mengupayakan dukungan Pusat Pelatihan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kemendag dalam bentuk pelatihan dan bimtek bagi IKM siap ekspor.
Dalam pertemuan di Kantor/ kampus PPEJP Grogol Jakarta hari ini, Sugih Rahmansyah, Ka PPEJP didampingi stafnya mengapresiasi pelaksanaan Export Coaching Program (ECP) 2023 di Sumatera Barat yang berhasil menghasilkan 30 pelaku siap ekspor, 16 diantaranya malah sudah langsung ekspor. Juga diminta supaya Disperindag membantu melakukan evaluasi dan pendampingan 30 alumni yang telah dihasilkan, sekaligus mulai mengidentifikasi calon-calon peserta untuk ECP 2024.
Dengan keberadaan sekitar 41.500 IKM yang segera akan diklasifikasikan kategori rintisan, betkembang dan matang, IKM yang matang tentunya akan siap dilatih dari 19 Kabupaten/ Kota dan siap menjadi peserta ECP, disamping short course lain yang segera akan dikaji bersama untuk dilaksanakan di Sumatera Barat.
Dalam pelatihan nanti seluruh peserta yang berasal dari IKM/UKM Sumatera Barat akan mempelajari berbagai hal terkait ekspor mulai dari proses persiapan ekspor, mengenal proses kegiatan ekspor, membuat dokumen ekspor, melakukan analisa pasar ekspor bagi produk masing-masing baik di satu negara atau kawasan negara serta mengetahui analisa SWOT dari bisnis ekspor.
Pendampingan yang dilakukan oleh Pemerintah ini diharapkan dapat meminimalisir permasalahan yang sering dihadapi oleh pelaku usaha (utamanya IKM/UKM) karena keterbatasan akses terhadap pasar global. Pendampingan secara efektif dan efisien yang berlangsung secara berkesinambungan diharapkan akan meningkatkan kualitas pelaku usaha untuk menyediakan produk yang berdaya saing tinggi di pasar internasional.
“Kita himbau Kabupaten/ Kota untuk membuat program pelatihan ekspor bagi IKM nya dengan sistim cost sharing dengan PPEJP Kemendag” ucap Novrial.
(Marlim)














