Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / NASIONAL / PERISTIWA

Sunday, 13 August 2023 - 00:36 WIB

Danramil 07/ Maos Hadiri Pagelaran Wayang Kulit Peringati Bulan Muharam

Cilacap, Sinyalnews.com – Danramil 07/ Maos Kapten Cba M Isa Saefudin menghadiri Pagelaran Wayang Kulit bertempat di lapangan sepak bola desa karangjati kec sampang kab cilacap, Sabtu Malam (12-08-2023).

Pagelaran Wayang Kulit dalam Rangka memperingati bulan Muharam pada tahun baru Islam tersebut dihadiri oleh Camat Sampang Drs.Ahmad Khoerudin msi, Danramil 07/ Maos, Kapolsek Sampang Akp Yusup, Paguyuban Kades, Toga, Tomas, Toda, masyarakat karangjati.

Tampak Hadir Anggota Dewan DPRD Cilacap Purwati.

Kehadiran  Kapten Cba M Isa Saefudin selaku Danramil 07/ Maos  dalam sambutannya berharap semoga Kegiatan ini berjalan dengan lancar, laksanakan tugasnya sesuai dengan pokoknya masing-masing dan mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga situasi di wilayah kecamatan sampang khususnya didesa karangjati tetap aman dan kondusif.

Baca Juga :  PPID Kota Padang Gelar Fundraising

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dibawakan oleh Kidalang Guntur Riyanto dari Cilacap.

Dengan lakon Wahyu Tridaya .

Menceritakan Sri Kresna waktu itu sedang memberi perintah kepada Boma, agar menyusul Baladewa dan Druna ke hutan Cintrakapura untuk mencari Wahyu Tridaya. Belum juga berangkat, datanglah Petruk dan Bagong, disuruh oleh Semar untuk menanyakan, apa sebabnya Prabu Kresna tidak hadir ke Amarta. Padahal saat itu Semar diperintahkan oleh para Pandawa untuk mencari wahyu Tridaya. Akhirnya terjadilah perang antara Boma dan Petruk Bagong. Kebetulan saat itu Hyang Wisnu sedang nitis, pada diri Bagong. Sehingga kedua punakawan tersebut bisa terhindar dari kemarahan Prabu Boma. Perselisihan pendapat ini tidak hanya terjadi di Dwarawati, namun di Amarta pun demikian pula. Kresna menyalahkan kepada Puntadewa, mengapa menyerahkan hal tersebut kepada Semar. Hal ini Kresna juga disalahkan oleh Ontoseno segera melapor kepada Wisanggeni. Demikian pula para punokawan juga melapor kepada Wisanggeni bahwa Semar sedang diancam kematiannya oleh dewata. Maka Wisanggeni mengambil siasat, ketiga Punokawan diubah ujutnya menjadi Druna, Baladewa dan Boma.

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Tingkatkan Hubungan Yang Baik, Babinsa Koramil 1710-06/Agimuga Komsos dan Latih PBB di SMP Kiliarma

BERITA

Polres Pekalongan Tangkap Pelaku Pencurian Motor di Bojong

ARTIKEL

Peringati Hari Bhakti Pemasyarakatan, Pegawai Rutan Donorkan Darah

BERITA

Panglima TNI Hadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Bahas Situasi Pasca Pemilu

BADAN NEGARA

Sumbar Kembali Terima Penghargaan Tingkat Nasional, Kali ini dari MURI

ARTIKEL

FIK UNP Lakukan Edukasi dan Pengembangan Inovasi Desa Wisata Berbasis Local Indegenous melalui PKM  DRTPM  2024

ARTIKEL

Tim MSC Kunjungi Satgas Indo RDB XXXIX-E/Monusco, Cek Kesiapan Purna Tugas

ARTIKEL

Danramil 07/ Maos Dan Babinsa Desa Paberasan Hadiri Rapat Lelang Bondo Desa