Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Wednesday, 15 July 2026 - 21:06 WIB

Di Tengah Gelap dan Ancaman Longsor, Wali Kota Duduk Bersila Mendengar Jeritan Warga Koto Katik

 

Saat Jalan Putus, Harapan Warga Bertumpu pada Kehadiran Pemimpin

PadangPanjang.Sinyalnews.com — Malam semakin larut di Taman Perkim Lingkar Selatan, Selasa (14/7/2026). Udara dingin khas Padang Panjang menusuk hingga ke tulang. Namun satu per satu warga tetap bertahan, duduk bersila di atas tikar, menunggu kesempatan menyampaikan keluh kesah mereka.

Di hadapan mereka, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis tidak berdiri di podium megah. Ia memilih duduk sejajar bersama masyarakat. Dengan mikrofon di tangan, ia mendengarkan setiap cerita, setiap keluhan, dan setiap harapan yang lahir dari sebuah wilayah yang sedang diuji musibah.

Koto Katik hari ini bukan hanya berbicara tentang pembangunan. Daerah itu sedang menghadapi luka yang nyata.

Longsor yang terjadi di kawasan Jalan Lingkar Selatan menyebabkan akses jalan menuju kawasan Islamic Center dan sejumlah lahan pertanian warga terputus total. Sedikitnya tiga titik longsor membuat ruas jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer tidak dapat dilalui.

Bagi sebagian orang, itu mungkin sekadar jalan yang rusak. Namun bagi masyarakat Koto Katik, jalan itu adalah urat nadi kehidupan.

“Itu akses kami ke kebun, ke sawah, ke tempat mencari nafkah. Ketika jalan itu putus, aktivitas masyarakat juga ikut terganggu,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat dengan nada lirih.

Dalam suasana yang sederhana itu, warga menyampaikan berbagai aspirasi. Mulai dari perbaikan jalan, pembangunan jalan usaha tani, perbaikan irigasi, pemasangan lampu penerangan jalan, hingga pengembangan potensi wisata sungai dan penataan kawasan Lingkar Selatan.

Baca Juga :  Penyerahan BLT-DD Alokasi Oktober- November tahun 2023 Diwilayah Kecamatan Maos

Namun satu permintaan yang paling banyak disampaikan malam itu adalah harapan agar akses jalan yang terputus akibat longsor segera mendapat perhatian serius pemerintah.

Hendri Arnis mengakui persoalan tersebut menjadi salah satu pekerjaan besar yang sedang dihadapi pemerintah daerah.

“Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi kami. Memang saat ini keterbatasan anggaran masih menjadi kendala, tetapi kami terus berupaya mencari solusi, termasuk mengusulkan bantuan ke Kementerian PUPR dan menyiapkan agar penanganannya dapat dianggarkan melalui APBD 2027,” kata Hendri.

Bagi warga, mungkin yang paling menguatkan bukan sekadar jawaban itu. Tetapi kehadiran seorang pemimpin yang datang langsung ke tengah masyarakat, bahkan hingga larut malam, untuk mendengarkan mereka.

Malam itu, Hendri tidak datang sendiri. Wakil Wali Kota Allex Saputra, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, hingga lurah ikut mendampingi, menyusuri daerah yang rawan bencana dan mendengar langsung suara masyarakat.

Ketua PWI Padang Panjang, Syufriyanto, menilai langkah tersebut menjadi gambaran penting bagaimana seorang kepala daerah hadir di tengah masyarakat ketika mereka sedang menghadapi kesulitan.

“Pemimpin yang baik bukan hanya hadir saat peresmian atau seremoni, tetapi juga ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan. Kehadiran Wali Kota bersama jajaran hingga malam hari di daerah rawan longsor menunjukkan adanya kepedulian dan komitmen untuk mendengar langsung denyut persoalan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pola komunikasi langsung seperti ini penting agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat di lapangan.

Baca Juga :  Irjen Ahmad Luthfi Dorong Polwan Jadi Influencer Kamtibmas

Senada dengan itu, seorang tokoh masyarakat Koto Katik, Buya Hamidi Labai Sati, mengapresiasi keterbukaan pemerintah daerah.

“Masyarakat tidak meminta yang muluk-muluk. Mereka hanya ingin didengar dan diperhatikan. Ketika wali kota hadir langsung, duduk bersama masyarakat, itu menghadirkan harapan baru bahwa persoalan yang kami hadapi tidak dibiarkan berjalan sendiri,” tuturnya.

Di tengah dinginnya malam, suasana audiensi sesekali berubah haru. Beberapa warga menceritakan kekhawatiran mereka jika musim hujan kembali datang dan longsor semakin meluas.

Anak-anak, petani, hingga para lansia yang hadir malam itu seakan ingin memastikan satu hal: bahwa daerah mereka tidak dilupakan.

Hendri pun berjanji setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah.

“Kami ingin pembangunan di Padang Panjang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu kami memilih turun langsung, mendengar, melihat, dan merasakan apa yang dirasakan warga,” katanya.

Malam semakin larut. Jarum jam terus bergerak mendekati tengah malam. Namun tidak seorang pun beranjak.

Di bawah langit Koto Katik yang dingin dan di tengah ancaman longsor yang belum sepenuhnya pergi, pertemuan itu menghadirkan sesuatu yang sederhana namun bermakna: hadirnya ruang dialog antara pemerintah dan rakyatnya.

Sebab bagi masyarakat yang sedang dilanda musibah, terkadang yang paling mereka butuhkan bukan sekadar janji pembangunan.

Melainkan keyakinan bahwa di saat jalan mereka putus, harapan mereka tidak ikut terputus. Dan malam itu, di Koto Katik, harapan itu kembali dinyalakan.(Paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Jacob Ereste : Tak Hanya Makan Siang Gratis Bergizi, Tapi Juga Sarapan Pagi untuk 78 Juta Anak Miskin

BERITA

Terkait Dugaan Kasus TKD : Kantor Kejati Sumbar di Datangi Masa 

ARTIKEL

FIK UNP Disambut Hangat , sekalian Jejaring Kerja Sama Perguruan Tinggi di Jambi-Sumsel.

ARTIKEL

“H. Irwan Zuldani Gelar Festival Seni Budaya Sumbar 2026, 25 Grup Qasidah dan 100 Peserta Baju Basiba Siap Berlaga”

BERITA

Ramadhan Untuk Sesama, Polresta Cilacap Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

ARTIKEL

Babinsa Koramil 1710-03/Kuala Kencana Bekali Materi Wawasan Kebangsaan Kepada Siswa-Siswi SD YPPK St. Yakobus

BERITA

Kemenag Kota Padang : Gelar Live Gema Takbir Akbar di PadangTV

ARTIKEL

Peduli Kesehatan Warga, Satgas Yonif 642/Kps Berikan Yankes Keliling Kampung Irahima