Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / PERISTIWA / SUMBAR

Thursday, 12 March 2026 - 00:37 WIB

“Senja, Takjil, dan Seorang Rahmad yang Pulang ke Jaho

PadangPanjang.Sinyalnews.com-
Senja perlahan turun di atas langit Padang Panjang. Cahaya matahari yang memudar menyentuh jalan-jalan kota, sementara kendaraan terus melintas, membawa orang-orang yang bergegas pulang sebelum azan magrib berkumandang.

Di salah satu ruas jalan kota itu, Soekarno Hatta. sekelompok perempuan berdiri dengan wajah ramah. Seragam biru yang mereka kenakan berpadu dengan jilbab merah muda, menciptakan warna cerah di tengah hiruk pikuk lalu lintas sore.

Mereka adalah para pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang Panjang yang sore itu turun langsung ke jalan, membagikan takjil dan paket sembako kepada masyarakat.

Di tengah barisan itu berdiri Sri Wahyuni. Allex Saputra. Dengan senyum hangat, ia menyapa setiap pengendara yang melintas. Tangannya terulur menyerahkan bungkusan takjil kepada pengendara motor, sopir angkot, hingga pejalan kaki yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka.

“Ramadan adalah bulan untuk berbagi. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa sedikit membantu masyarakat, terutama mereka yang sedang dalam perjalanan,” ujar Sri Wahyuni.

Baca Juga :  Antisipasi Penculikan Anak, Sekolah Wajib Memiliki Petugas Sekuriti

Di antara para penerima, seorang lelaki paruh baya tampak menepi sejenak dengan sepeda motornya. Namanya Rahmad, usia 56 tahun. Ia menggenggam bungkusan takjil yang baru diterimanya dengan hati-hati.

Rahmad mengaku dirinya adalah seorang musafir. Ia datang dari Pekanbaru menaiki motor dan sedang dalam perjalanan pulang menuju kampung halamannya di Jaho.

Perjalanannya panjang. Dan seperti banyak orang yang hidup dari pekerjaan serabutan, bekal di tangannya tidak selalu cukup.

“Alhamdulillah… terima kasih banyak kepada ibu-ibu ini,” ucap Rahmad dengan suara pelan, sambil menatap bungkusan takjil yang diterimanya.

Ia mengaku tidak menyangka akan mendapat rezeki di perjalanan.
“Saya dari Pekanbaru, kebetulan lewat Padang Panjang mau pulang ke Jaho. Saya ini orang susah, kerja serabutan. Kadang kalau perjalanan jauh, makan pun harus dihemat,” katanya.

Baca Juga :  Warga Kota Padang Sambut Wali Kota Fadly Amran dan Wawako Maigus Nasir dengan Harapan Besar

Rahmad lalu tersenyum kecil, senyum yang tampak sederhana namun penuh rasa syukur.“Takjil ini sangat berarti bagi saya. Setidaknya nanti bisa berbuka di jalan sebelum sampai kampung,” apalagi ada sembako yang inu itu tambahin ujarnya.

Di sekelilingnya, kendaraan terus melintas. Para pengurus GOW masih berdiri di tepi jalan, membagikan bungkusan demi bungkusan kepada masyarakat yang lewat.

Bagi sebagian orang, takjil itu mungkin hanya makanan pembuka puasa. Namun bagi Rahmad,seorang musafir yang sedang menempuh perjalanan pulang,bungkusan kecil itu terasa seperti berkah di tengah jalan.

Sore itu, di antara deru kendaraan dan langkah orang-orang yang pulang ke rumah masing-masing, kepedulian sederhana itu menjadi pengingat, bahwa di bulan Ramadan, bahkan pertemuan singkat di tepi jalan pun bisa menghadirkan harapan.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Gerak Cepat TNI Tangani Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Solok

BADAN NEGARA

Gubernur Mahyeldi Serahkan Kayu Tak Bertuan Temuan Dishut Sumbar untuk Pembangunan Masjid di Pesisir Selatan

BERITA

Senam Bersama Dipasar Pahing Maos

BERITA

Disperindag Sumbar Gelar Sosialisasi Konsumen Cerdas di Kab Pasaman 

BERITA

Menhan Prabowo Silaturahmi ke Ponpes Tebuireng dan Ziarah ke Makam Presiden RI ke-4 Gus Dur, Minggu, 21 Mei 2023

ARTIKEL

Refleksi Dua Tahun, Aaf : Masih Perlu Masukan dan Kerjasama Masyarakat untuk Bangun Kota Pekalongan

ARTIKEL

TNI AU Dirikan Posko Satgasud Di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Di Lapangan Andi Djemma Kabupaten Luwu

BERITA

Masyarakat Bukit Sembilan Minta Kades Mundur, Diduga Pelecehan Seksual