PADANG, SINYALNEWS.COM — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Barat secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Pembuatan Produk Hilirisasi Minyak Atsiri di Kantor UPTD Pelayanan dan Pengembangan Minyak Atsiri (UPTD PPMA), kawasan LIK Ulu Gadut, Padang, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Oktober 2026, bertujuan meningkatkan kapasitas teknis pelaku usaha dalam mengolah minyak atsiri menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah, berkualitas, inovatif, dan berdaya saing.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Disperindag Sumbar dalam mendorong pengembangan industri berbasis potensi sumber daya alam daerah, sekaligus memperluas peluang usaha melalui pengolahan lanjutan komoditas minyak atsiri.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala UPTD Logam Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, Darman MTC, ST, MM, Kepala UPTD Pelayanan dan Pengembangan Minyak Atsiri, Yulierman, serta instruktur dari SMTI Padang. Adapun Zulkhairatullail, ST, bertindak sebagai Ketua Pelaksana kegiatan.
Yulierman: Hilirisasi Tingkatkan Nilai Ekonomi Minyak Atsiri
Kepala UPTD Pelayanan dan Pengembangan Minyak Atsiri, Yulierman, menekankan pentingnya pengembangan hilirisasi minyak atsiri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Menurutnya, potensi minyak atsiri Sumatera Barat perlu didukung peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan baku menjadi produk turunan yang memiliki kualitas baik dan peluang pasar lebih luas.
Pengembangan produk hilir juga membutuhkan pengetahuan tentang formulasi, pemilihan bahan pendukung, proses pengolahan, hingga pengemasan yang sesuai dengan karakteristik produk dan kebutuhan konsumen.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan usaha masing-masing.
Hilirisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas peluang usaha, meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal, serta memperkuat daya saing industri kecil dan menengah di Sumatera Barat.
Zulkhairatullail, ST: Pelatihan Utamakan Praktik Langsung
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Zulkhairatullail, ST, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang melalui pendekatan teori dan praktik agar peserta dapat memahami proses pembuatan produk hilirisasi minyak atsiri secara aplikatif.
Kegiatan mencakup penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi hasil praktik peserta. Instruktur dari SMTI Padang memberikan pendampingan teknis agar materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan sesuai kebutuhan pelaku usaha.
Materi pelatihan meliputi pengolahan lanjutan, formulasi produk, pemilihan bahan pendukung, pengemasan, serta pemahaman terhadap tren dan peluang pasar.
Melalui metode tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam menghasilkan produk turunan minyak atsiri yang lebih konsisten, berkualitas, dan memiliki daya saing.
Pelatihan ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi dalam pengembangan produk, sekaligus memperoleh masukan untuk meningkatkan mutu dan konsistensi hasil produksi.
Disperindag Sumbar Dorong Daya Saing Produk Lokal
Sumatera Barat memiliki potensi sumber daya alam dan komoditas minyak atsiri yang dapat dikembangkan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Namun, potensi tersebut perlu diikuti inovasi dan kemampuan pengolahan agar menghasilkan produk turunan dengan nilai jual lebih tinggi.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat melalui UPTD PPMA terus mendorong pembinaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan serta pengembangan teknologi pengolahan.
Kolaborasi antara pemerintah, instruktur, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu mempercepat pengembangan produk hilirisasi minyak atsiri yang berkualitas, aman, inovatif, dan kompetitif.
Pelatihan yang berlangsung hingga 22 Oktober 2026 ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong inovasi industri, memperluas peluang pasar, serta meningkatkan manfaat ekonomi komoditas minyak atsiri bagi masyarakat Sumatera Barat.
Dengan penguatan hilirisasi, minyak atsiri tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi beragam produk olahan yang memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan perekonomian daerah.
Sinyalnews.com














