Padang, Sinyalnews.com,–Rasa cemas yang menghantui warga RT 02 RW 1 Kelurahan Gunung Pangilun Kecamatan Padang Utara kini berakhir. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) kota Padang berhasil mengevakuasi seekor ular sanca berukuran jumbo yang selama ini menjadi penyebab ketakutan warga, Rabu (11/02/2026)
Aksi evakuasi bermula saat petugas menerima laporan warga terkait keberadaan predator melata tersebut di lingkungan RT 02/RW 1 Kelurahan Gunung Pangilun Kecamatan Padang Utara. Selama dua minggu terakhir, warga merasa diteror karena hewan liar ini kerap muncul secara misterius dan memangsa kucing namun selalu berhasil meloloskan diri.
Menurut Debby anggota Damkar yang turun melakukan evakuasi menuturkan bahwa timnya segera bergerak cepat ke lokasi sesaat setelah menerima laporan.
“Kami melakukan penanganan cepat dan berhasil menangkap seekor ular sanca sepanjang lebih kurang 5 meter dengan bobot mencapai 20 kilogram. Posisi ular berada di dalam selokan depan rumah warga. Petugas damkar dibantu warga terpaksa memecahkan lantai selokan agar bisa menarik ular keluar. Menariknya, ular tersebut tidak melakukan perlawanan berarti karena baru saja menyantap mangsanya.
“Saat ditangkap, kondisi perut ular membesar karena habis memangsa kucing milik warga. Jadi, proses evakuasi relatif lebih mudah karena gerakannya melambat,” tambahnya.
Meski demikian petugas tetap memakai alat bantu penjapit sebagai alat perlindungan diri dari serangan hewan liar.
Keberhasilan ini membawa kelegaan luar biasa bagi masyarakat sekitar. Eni, Ketua RT 02 RW 1 menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesigapan para personel Damkar yang terjun ke lapangan.
“Terima kasih banyak kepada tim Damkar kota Padang yang sudah mengevakuasi ular ini. Sekarang warga tidak perlu khawatir lagi dengan keselamatan hewan ternaknya,” kata Eni
Saat ini, ular sanca tersebut telah diamankan oleh petugas Damkar kota Padang. Rencananya, hewan tersebut akan segera diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar untuk penanganan lebih lanjut agar dapat dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari pemukiman penduduk
(Marlim)














