Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Thursday, 29 January 2026 - 10:58 WIB

Banggar DPRD Minta Gaji PPPK Paruh Waktu Dibayar Tepat Waktu dan Tak Lebih Rendah dari Non-ASN

Banggar DPRD PadangPanjang

Banggar DPRD PadangPanjang

Padang Panjang,Sinyalnews,com- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Padang Panjang menegaskan agar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dibayarkan di awal bulan serta besarannya tidak lebih rendah dari penghasilan terakhir saat masih berstatus Non-ASN.

Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat pembahasan evaluasi Gubernur Sumatera Barat terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Kota Padang Panjang Tahun Anggaran 2026, yang digelar di ruang rapat DPRD, Rabu (21/01/26).

Rapat dipimpin Ketua Banggar DPRD Kota Padang Panjang, Imbral, SE, didampingi Wakil Ketua Mardiansyah, S.Kom dan Nurafni Fitri, SH, serta dihadiri anggota Banggar Puji Hastuti, A.Md, Ir. Amrizal, Kiki Anugerah Dia, SE, Mahdelmi, S.Sos, dan Yandra Yane, SE. 

Oplus_0

Pembahasan tersebut turut menghadirkan Tim TAPD Kota Padang Panjang.

Dalam rapat itu, Banggar menegaskan bahwa PPPK Paruh Waktu merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga hak-hak dasar mereka, termasuk kepastian waktu pembayaran dan kelayakan penghasilan, harus dijamin dalam kebijakan anggaran daerah.

“Banggar menekankan agar gaji PPPK Paruh Waktu dibayarkan di awal bulan, mengingat mereka merupakan bagian dari ASN. Selain itu, Banggar berharap besaran gaji yang diterima sama dengan penghasilan terakhir saat masih menjadi pegawai Non-ASN,” demikian penegasan Banggar dalam rapat tersebut.

Baca Juga :  Arisan Bulanan Ikatan Bako Anak Pisang (IBAP) Sungai Sapih Berlangsung Penuh Kekeluargaan

Penekanan Banggar DPRD ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, yang menyatakan bahwa apabila kemampuan keuangan daerah belum memungkinkan untuk membayar PPPK sesuai Upah Minimum Regional (UMR), maka penghasilan PPPK tidak boleh lebih rendah dari pendapatan terakhir yang diterima sebelumnya. Kebijakan tersebut bertujuan mencegah penurunan kesejahteraan ASN akibat perubahan status kepegawaian.

Sebagaimana diketahui, gaji PPPK Paruh Waktu di Kota Padang Panjang saat ini disebut-sebut dipatok sekitar Rp1.760.000 per bulan, angka yang dinilai berada di bawah UMR dan memicu sorotan publik.

Sorotan tersebut diperkuat oleh Ketua Advokat  LBH Justiciabelen, Jontra, SH, yang menilai kebijakan penggajian PPPK Paruh Waktu berpotensi menyimpang dari prinsip keadilan dan arahan regulasi pusat.

“Kalau pemerintah daerah mengaku tunduk pada aturan, maka jangan menabrak arahan kementerian. PPPK itu ASN, bukan pekerja harian lepas. Membayar gaji di bawah UMR dan lebih rendah dari penghasilan sebelumnya adalah bentuk kemunduran kebijakan dan bisa dikategorikan sebagai ketidakadilan administratif,” tegas Jontra, SH.

Baca Juga :  Jacob Ereste : *Fenomena Tindak Kekerasan Terhadap Insan Pers Semakin Meresahkan*

Menurut Jontra, alasan keterbatasan keuangan daerah tidak bisa dijadikan pembenaran sepihak, apalagi jika pada saat yang sama masih terdapat pos anggaran lain yang tidak tersentuh semangat efisiensi.

“Efisiensi tidak boleh hanya dijadikan alasan untuk memangkas hak pegawai. Kalau hak ASN dipotong, tapi belanja lain tetap longgar, maka itu bukan efisiensi,itu salah arah. APBD seharusnya melindungi yang lemah, bukan justru menekan mereka,” lanjutnya.

Jontra menambahkan, apabila kebijakan penggajian PPPK Paruh Waktu tetap dipaksakan tanpa perbaikan, potensi keberatan hukum dan gugatan administratif sangat terbuka, karena menyangkut hak dasar ASN yang dijamin oleh regulasi.

Banggar DPRD Kota Padang Panjang berharap hasil evaluasi Ranperda APBD 2026 ini dapat menjadi dasar koreksi kebijakan penganggaran, khususnya dalam pemenuhan hak-hak PPPK dan ASN, agar pelaksanaan APBD tidak hanya patuh secara formal, tetapi juga selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan rasa keadilan sosial.(Paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Pendampingan Petani, Babinsa Bantu Gropyok Tikus

ARTIKEL

Solusi Sampah Kekinian, Panglima TNI dan Wali Kota Palembang Bahas Mesin Olah Sampah

BERITA

Sidang Dugaan Pelecehan Seksual Unand Terus Berlanjut : Para Saksi Sudah Diperiksa

ARTIKEL

Kadis Perikanan dan Pangan Kota Padang : Ribuan Bibit Cabe Sudah di Bagikan ke Masyarakat

BERITA

Danramil 07/ Maos Beserta Anggota Babinsa Berbaur Dengan Warga Dalam Pengecoran Pembuatan Masjid

BERITA

PRESTASI DAN KEKOMPAKAN PKK KOTA PADANG DIPUJI KETUA TP-PKK SUMBAR

BERITA

Gustami Hidayat Serahkan Bantuan Alsintan Untuk Kelompok Tani di Kota Padang

ARTIKEL

SK Menteri ESDM Jadi Polemik, Ketua ABM Minta Presiden Jokowi Copot Arifin Tasrif