Home / ARTIKEL / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG / OLAH RAGA / PERISTIWA / SUMBAR

Sunday, 9 August 2026 - 11:27 WIB

Jalan Pagi dan Mangopi di Lapau, Tradisi Silaturahmi Jemaah Kampung Baru Gunung Sarik

GUNUNG SARIK SINYALNEWS.COM – Budaya minum kopi di lapau pada pagi hari telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau. Bagi kaum bapak-bapak, menikmati secangkir kopi sembari menyantap gorengan bukan sekadar mengisi waktu pagi, tetapi juga menjadi ruang untuk bersilaturahmi, bertukar informasi, dan membicarakan perkembangan kampung maupun nagari.

Tradisi tersebut kini terus dirawat oleh Jemaah Masjid Kampung Baru, Gunung Sarik, Kota Padang. Kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua RT 05 RW 02 Gunung Sarik, Darman Malin Taman Cahayo, dilakukan dengan mengajak para jemaah untuk mengisi pagi dengan aktivitas yang sehat sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Kegiatan biasanya diawali dengan jalan pagi bersama menuju kawasan Kurao Kapalo Banda. Setelah menikmati suasana pagi dan berolahraga ringan, para jemaah kemudian melanjutkan kegiatan dengan “mangopi pagi” di Lapau Ijum, Kurao Kapalo Banda.

Baca Juga :  Danramil 07/ Maos Hadiri Gema Bersholawat Dalam Rangka Semarak Kemerdekaan RI ke 78

Suasana sederhana di lapau menjadi semakin bermakna. Di tengah secangkir kopi dan makanan ringan, para jemaah saling berbincang, bertukar kabar, serta membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
Dari Jalan Pagi, Lahir Kebersamaan
Bagi masyarakat Minang, lapau memiliki fungsi sosial yang cukup kuat. Lapau bukan hanya tempat makan dan minum, tetapi juga menjadi salah satu ruang informal tempat masyarakat memperoleh informasi dan membangun komunikasi.

Kebiasaan “duduk di lapau sambil mangopi” menjadi bagian dari kehidupan sosial kaum laki-laki Minangkabau. Berbagai informasi tentang kampung, kegiatan masyarakat, hingga persoalan sehari-hari sering kali dibicarakan secara santai di lapau.
Semangat itulah yang coba dipadukan dengan pola hidup sehat melalui kegiatan jalan pagi bersama.

“Jalan pagi bukan hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi. Setelah jalan pagi, kita mangopi bersama di lapau. Di sana kita bisa saling bertukar informasi dan mengetahui perkembangan kampung,” ujar Darman Malin Taman Cahayo.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak harus dilakukan secara formal. Justru suasana santai dan penuh kekeluargaan membuat komunikasi antarjemaah semakin dekat.

Baca Juga :  Edy Oktafiandi: Apresiasi RAT Tahunan Koperasi Madrasah Diniyah (Kopmadin) DPC FKDT Kota Padang Tahun Buku 2023

Menjaga Tradisi, Memperkuat Silaturahmi
Kegiatan jalan pagi dan mangopi bersama ini rutin dilakukan setiap minggu. Selain menjadi aktivitas fisik, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kebersamaan bagi warga Kampung Baru Gunung Sarik.

Foto : Santap Goreng dan minum kopi pagi dilapau ijun kurao kapalo banda (putra sgm)

Diharapkan, kebiasaan sederhana ini dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari budaya masyarakat sekaligus menjadi sarana memperkuat ukhuwah, kepedulian sosial, dan komunikasi antarwarga.

Dari masjid, warga berjalan bersama. Dari jalan pagi, mereka berkumpul. Dan dari secangkir kopi di lapau, lahir percakapan tentang kampung, persaudaraan, dan kehidupan.

“Jalan pagi sehat, mangopi basamo, silaturahmi semakin erat.”

(Putra sgm)

Share :

Baca Juga

BERITA

Promo Tanpa Batas, Berujung Tipuan

BERITA

Peduli Pendidikan Anak Sejak Dini Babinsa Lakukan Komsos Ke Paud Bakti Desa Kalijaran Maos

ARTIKEL

Cegah Bullying, Kapolres Pekalongan dan Pejabat Utamanya Pimpin Upacara di Sekolah-Sekolah

BERITA

POLDA KEPRI GELAR UPACARA PISAH SAMBUT KAPOLDA KEPRI

BERITA

Hari Ini Dijadwalkan Pemulangan Jamaah Haji Gelombang 1 Dari Makkah

BERITA

KPU Padang Panjang Sosialisasikan Penetapan Pemilih Dan Aloksi Kursi 2024 

BERITA

Cegah Gangguan Kamtibmas, Patroli Polisi Hadir Sasar Tempat Ibadah dan Obyek Wisata

BERITA

Ayo Nikmati Promo Gerai Stand Alone HokBen Bagindo Aziz Chan