Home / ARTIKEL / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG / OLAH RAGA / PERISTIWA / SUMBAR

Sunday, 9 August 2026 - 11:27 WIB

Jalan Pagi dan Mangopi di Lapau, Tradisi Silaturahmi Jemaah Kampung Baru Gunung Sarik

GUNUNG SARIK SINYALNEWS.COM – Budaya minum kopi di lapau pada pagi hari telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau. Bagi kaum bapak-bapak, menikmati secangkir kopi sembari menyantap gorengan bukan sekadar mengisi waktu pagi, tetapi juga menjadi ruang untuk bersilaturahmi, bertukar informasi, dan membicarakan perkembangan kampung maupun nagari.

Tradisi tersebut kini terus dirawat oleh Jemaah Masjid Kampung Baru, Gunung Sarik, Kota Padang. Kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua RT 05 RW 02 Gunung Sarik, Darman Malin Taman Cahayo, dilakukan dengan mengajak para jemaah untuk mengisi pagi dengan aktivitas yang sehat sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Kegiatan biasanya diawali dengan jalan pagi bersama menuju kawasan Kurao Kapalo Banda. Setelah menikmati suasana pagi dan berolahraga ringan, para jemaah kemudian melanjutkan kegiatan dengan “mangopi pagi” di Lapau Ijum, Kurao Kapalo Banda.

Baca Juga :  Wako Hendri Septa Buka Musrenbang RKPD 2024 Kecamatan Padang Utara

Suasana sederhana di lapau menjadi semakin bermakna. Di tengah secangkir kopi dan makanan ringan, para jemaah saling berbincang, bertukar kabar, serta membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
Dari Jalan Pagi, Lahir Kebersamaan
Bagi masyarakat Minang, lapau memiliki fungsi sosial yang cukup kuat. Lapau bukan hanya tempat makan dan minum, tetapi juga menjadi salah satu ruang informal tempat masyarakat memperoleh informasi dan membangun komunikasi.

Kebiasaan “duduk di lapau sambil mangopi” menjadi bagian dari kehidupan sosial kaum laki-laki Minangkabau. Berbagai informasi tentang kampung, kegiatan masyarakat, hingga persoalan sehari-hari sering kali dibicarakan secara santai di lapau.
Semangat itulah yang coba dipadukan dengan pola hidup sehat melalui kegiatan jalan pagi bersama.

“Jalan pagi bukan hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi. Setelah jalan pagi, kita mangopi bersama di lapau. Di sana kita bisa saling bertukar informasi dan mengetahui perkembangan kampung,” ujar Darman Malin Taman Cahayo.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak harus dilakukan secara formal. Justru suasana santai dan penuh kekeluargaan membuat komunikasi antarjemaah semakin dekat.

Baca Juga :  Rebut Finalis, Digelar 7 Race Babak Penyisihan Kejurnas Pordasi ke 57 seri I

Menjaga Tradisi, Memperkuat Silaturahmi
Kegiatan jalan pagi dan mangopi bersama ini rutin dilakukan setiap minggu. Selain menjadi aktivitas fisik, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kebersamaan bagi warga Kampung Baru Gunung Sarik.

Foto : Santap Goreng dan minum kopi pagi dilapau ijun kurao kapalo banda (putra sgm)

Diharapkan, kebiasaan sederhana ini dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari budaya masyarakat sekaligus menjadi sarana memperkuat ukhuwah, kepedulian sosial, dan komunikasi antarwarga.

Dari masjid, warga berjalan bersama. Dari jalan pagi, mereka berkumpul. Dan dari secangkir kopi di lapau, lahir percakapan tentang kampung, persaudaraan, dan kehidupan.

“Jalan pagi sehat, mangopi basamo, silaturahmi semakin erat.”

(Putra sgm)

Share :

Baca Juga

BERITA

“Senja, Takjil, dan Seorang Rahmad yang Pulang ke Jaho

ARTIKEL

Car Free Day Lanud Sultan Hasanuddin, Destinasi Wisata Pagi Favorit Warga Makassar dan Maros

BERITA

Warga Apel Belimbing Meriahkan Ramadhan 1444 H dengan Lampu Warna Warni Menuju Mesjid Ukhuwah

ARTIKEL

SEROJA PRINTING SUMBAR(SPS) Menjadi Pilihan Terbaik Anda Untuk Percetakan

ARTIKEL

2.000 Patriot Muda Resmi Dilantik, Siap Menjaga Kedaulatan dan Kehormatan Bangsa

BADAN NEGARA

5 Lokasi di Kabupaten Pekalongan Menjadi Agenda Kunjungan Kerja Presiden RI Ir. H. Joko Widodo

BERITA

Panglima TNI Hadiri Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi  

BERITA

Masjid An Nur Gurun Laweh Nan XX Gelar Tabliq Akbar