Home / ARTIKEL / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / PERISTIWA / SUMBAR

Friday, 5 December 2025 - 18:45 WIB

Editorial” Di Reruntuhan Kita Tersadar, Saat Kota Harus Berani Bercermin

Mulai dari Kepala daerah ,hingga ASN dan THL ,bersiri bersama memanjatkan doa di Gerbang Kota Jembatan Kamba

Mulai dari Kepala daerah ,hingga ASN dan THL ,bersiri bersama memanjatkan doa di Gerbang Kota Jembatan Kamba

Oleh:Paulhendri (wartawan)

Ada momen-momen dalam sejarah sebuah kota ketika waktu seolah berhenti. Ketika riuh keseharian mendadak runtuh oleh suara alam yang tak memberi peringatan panjang. Ketika manusia yang merasa kuat mendadak dipaksa menunduk. Itulah yang terjadi pada Padang Panjang beberapa pekan terakhir, galodo dan longsor yang menyapu pemukiman, menghanyutkan kehidupan, dan merobek kenyamanan yang selama ini kita anggap biasa.

Jumat (5/12/2025), ribuan orang kembali berkumpul di Jembatan Kembar Silaing Bawah. Bukan untuk merayakan sesuatu, bukan untuk berarak atau berpawai, tapi untuk melakukan hal yang paling sunyi dan paling jujur: berdoa. Di sinilah, di tempat di mana tanah retak dan air bah mengganas, masyarakat mencoba merangkai makna dari musibah yang memukul begitu kerasnya.

Dalam suasana haru itu, Ketua FKUB Buya Alizar Chan menyampaikan sebuah kalimat yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. “Inti dari musibah ini adalah teguran Allah. Kita diminta tidak hanya membenahi reruntuhan bangunan, tapi membenahi iman yang selama ini mungkin kita lalaikan.”

Editorial ini setuju. Terlalu sering kita fokus pada beton, pada drainase, pada fisik yang kasat mata, sementara fondasi spiritual, moral, dan sosial kita justru paling rapuh. Bencana ini memang membawa kerusakan fisik, tapi yang seharusnya lebih mengusik adalah kerusakan sikap dan kelalaian kita terhadap peringatan demi peringatan.

Baca Juga :  Personel Polres Bintan Lakukan Pengamanan Ibadah Umat Nasrani

Kita membangun rumah megah, namun sering lupa membangun ketakwaan.Kita membangun kota, namun lupa menjaga alam. Kita membenahi infrastruktur, namun lupa membenahi sikap dan akhlak sosial.

Teguran itu datang dalam berbagai bentuk. Kadang melalui peringatan ilmiah. Kadang melalui tanda-tanda alam. Dan ketika semua itu kita abaikan, ia datang dalam bentuk yang paling tegas: musibah.

Walikota Hendri Arnis dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk berdoa dan saling menguatkan. Seruan itu baik, penting, dan layak diapresiasi. Pemulangan 129 pengungsi, penyiapan Rusunawa bagi warga yang kehilangan rumah,semua itu langkah administratif yang wajib dijalankan pemerintah.

Namun ada pertanyaan yang harus terus kita bawa pulang, Apakah setelah ini kita hanya akan membenahi bangunan? Atau juga membenahi diri? Atau “pemerintah masih membangun negeri ini sesuka hati”???

Baca Juga :  Bakamla RI Gelar  Apel Khusus dan Halalbihalal

Jembatan Kembar berdiri dengan luka nyata di tubuhnya. Retaknya terlihat, kerusakannya kasat mata. Tetapi lebih penting dari itu adalah retak-retak yang tak terlihat dalam cara kita memandang alam, memandang kehidupan, dan memandang Tuhan.

Di titik inilah seharusnya musibah membawa kita pada kedewasaan baru sebagai kota. Bahwa mitigasi bencana bukan hanya urusan alat berat dan bronjong.Mitigasi bencana dimulai dari mitigasi keimanan,kesadaran bahwa kita makhluk lemah yang harus terus menjaga amanah bumi yang dipijak.

Musibah ini adalah pengingat.Doa bersama kemarin adalah jeda.Dan perjalanan ke depan adalah ujian: apakah kita benar-benar belajar?

Padang Panjang boleh saja runtuh sejenak. Tetapi kota ini akan kembali berdiri jika warganya berani bercermin, berani memperbaiki diri, dan berani menafsirkan musibah sebagai panggilan pulang kepada nilai-nilai yang selama ini terabaikan.

Kini tinggal satu hal yang harus disadari bersama Yang tersisa bukan hanya puing di pinggir sungai,tetapi juga kesempatan untuk berubah,Inshaa Allah 

Share :

Baca Juga

BERITA

RSUD dr, Rasidin Gelar Expo Akreditasi Sambut Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2023  

ARTIKEL

Gubernur Mahyeldi Safari Ramadhan di Masjid Ikhlas Gunung Pangilun, Masyarakat Antusias Menyambut

BERITA

Di Balik Toga Uci, Ada Doa Guru Tua, Air Mata Orang Tua, dan Perjuangan Seorang Ibu Tiga Anak

ARTIKEL

Bakamla RI Bersama Satgas TNI Gagalkan Pengiriman 25 CPMI Nonprosedural ke Malaysia

ARTIKEL

Ketua Umum KBC Zon Titamura Pimpin Rapat Pengurus Perdana KBC

ARTIKEL

Kankemenag Padang : Smart Surau Selaras dengan Asta Protas Kementerian Agama

BERITA

Piala Pencitraan Pj Walikota Pekanbaru, Lomba Memancing dan Berenang Gratis

BERITA

Wako Padang Fadly Amran Menutup Final Turnamen Bola Voli SMPN 28 Padang Cup-XI, Apresiasi Semangat Sportivitas Pelajar