Home / BERITA / DAERAH / HUKUM / NASIONAL / PERISTIWA

Wednesday, 26 July 2023 - 16:20 WIB

Terkait Penahanan Yang Dilakukan Kejati Sumbar, Kuasa Hukum Tersangka Angkat Bicara

Padang, Sinyalnews.com,- Kuasa hukum tersangka yaitu P, selaku rekanan. Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada penyediaan benih atau bibit ternak dan hijauan pakan ternak (pengadaan sapi bunting) pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) tahun anggaran 2021, yang ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar bersama rekannya lainnya yang juga ditahan Kejati Sumbar, angkat bicara.

Menurut kuasa hukum yakninya Guntur Abdurrahman bersama Denni Azani Latief, SH, Ilhamdi Taufik,SH, Didi Cahyadi Ningrat, SH, dan Debi Mona Riska, SH, dari kantor advokat DENNI LATIEF & rekan di Jakarta mengatakan, menghormati proses hukum dan siap membuktikan, bahwa dirinya tidak bersalah dalam kasus pengadaan kasus sapi.

“Faktanya, klien kami tu sebenarnya rugi, dalam kasus pengadaan sapi,”katanya, saat diwawancarai awak media, Rabu (26/7).

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Andalas mengatakan, kliennya telah melaksanakan kontak 100% dengan sempurna,  bahkan klien kali rugi dalam proyek pengadaan ini

Baca Juga :  Padang Panjang Masuk 3 Besar Kota Paling Berkelanjutan Nasional: Hijau, Ramah, dan Berdaya Tahan

“Sudah ada proses yang disetujui oleh dinas, semua persetujuan dinas telah dilaksanakan seratus persen,”ujarnya.

Guntur Abdurrahman, yang merupakan pengacara kondang menuturkan, penerimaan sapi sudah diterima 100%.

“Kami yakin, klien kami tidak tidak bersalah, jadi kami tekankan disini penerimaan sapi sudah 100%,”ujarnya.

Sebelumnya, Kejati Sumbar kembali menahan tiga tersangka, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada penyediaan benih atau bibit ternak dan hijauan pakan ternak (pengadaan sapi bunting) pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) tahun anggaran 2021. Ketiga tersangka tersebut yaitu P, WI dan AIA.

Sehingga total tersangka dalam kasus tersebut enam orang.

Seperti diketahui, perkara tersebut menjadi atensi Kajati Sumbar, dan telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan tertanggal 25 Maret 2022 dengan nomor surat print04/L.3/Fd.1/03.2022 serta sehubungan surat perintah penyidikan dengan No print-12/L.3/Fd.1/07/2022 tanggal 6 Juli 2022.

Baca Juga :  Injury Time Masa Jabatan Fadly Amran Lantik 35 Pejabat

Temuan Kejati Sumbar berasal yang berasal laporan masyarakat atas dugaan pekerjaan penyediaan dan pengembangan sarjana pertanian, kegiatan penyediaan bibit atau benih ternak dan hijauan pakan ternak pada Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan Provinsi Sumbar tahun anggaran 2021.

Sebelumnya, pada 18 Desember 2021 lalu Provinsi Sumatera Barat tentang bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang memberikan bantuan ternak sapi dan kambing kepada puluhan kelompok masyarakat tahun 2021.

Bantuan ini menghabiskan APBD Sumbar sekitar Rp35 miliar, namun sepertinya banyak kelompok masyarakat penerima bantuan sedih melihat kondisi sapi yang kurus.

Nilai kerugian negara diperkirakan mencapai Rp7 miliar lebih, serta semua tersangka ditahan di rumah tahanan (rutan) Anak Air, Kota Padang.

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Satgas Yonif 642/KPS Gelar Pelatihan PBB bagi Anak-Anak Distrik Kramomongga

BADAN NEGARA

Wisata Kolam Renang Al- Ghij Puncak Lalang Pilihat Tepat Untuk Keluarga

BERITA

Babinsa Koramil 07/ Maos Sertu Tofik Dampingi Pemberian Makanan Tambahan Untuk Mencegah Anak Stunting

BERITA

Satgas Yonif 715/Motuliato, Laksanakan Komsos dengan masyarakat

BERITA

Jelang Nataru, Polres Pekalongan Gelar Razia Miras

ARTIKEL

Padat Karya Kelurahan Gunung Pangilun Bersihkan Saluran Sedimen

ARTIKEL

Dinilai Tidak Berikan Kompensasi (Pemadaman) yang Layak, ABM Minta PLN Batam Dikembalikan ke PLN Persero

BERITA

Petugas Gabungan Rest Area 360B Sigap Tangani Pemudik Sakit