PadangPanjang.Sinyalnews.com-Sore itu, suasana di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat, terasa berbeda. Di tengah deru aktivitas kota dan kesibukan tugasnya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Padang Panjang, Maria Feronika Hendri, istri Wali Kota Padang Panjang, melangkah pelan memasuki kamar kecil tempat seorang lansia terbaring lemah.
Di atas ranjang dengan selimut bermotif bunga mawar, Rosdiani (66), yang telah lama menderita stroke komplikasi, hanya mampu menatap lemah. Matanya berkaca-kaca, sementara di sisinya berdiri sosok perempuan berkerudung lembut yang menggenggam tangannya erat, Ibu Maria Feronika Hendri.
Kunjungan itu bukan seremonial. Ia datang bukan dengan protokoler dan formalitas, tapi dengan hati.
Maria duduk di sisi ranjang, menatap wajah ibu tua itu dengan penuh kasih. Dalam keheningan yang menyelimuti ruangan, ia berbisik lirih,
“Ibu, tetap kuat ya. Kami semua mendoakan semoga Ibu segera pulih dan bisa tersenyum lagi.”
Suasana mendadak haru. Tangis kecil tertahan di mata keluarga yang menyaksikan. Bagi mereka, kedatangan Ibu Wali Kota bukan sekadar kunjungan — tapi pelukan hangat yang menghidupkan kembali semangat di tengah kesulitan panjang.
Didampingi Kepala Dinas Sosial Winarno, Ketua Baznas, dan pengurus PKK, Maria menyerahkan bantuan untuk meringankan beban keluarga. Namun yang paling berharga bukanlah barang bawaan, melainkan rasa peduli dan perhatian tulus yang dibawanya.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tapi kami ingin Ibu Rosdiani tahu, bahwa beliau tidak sendirian. Ada banyak hati yang peduli dan berdoa untuk kesembuhannya,” tutur Maria dengan suara bergetar.
Heri Gusman, suami Rosdiani, tak kuasa menahan air mata.
“Kami sangat berterima kasih. Kehadiran Ibu Maria hari ini memberi semangat baru bagi kami. Rasanya seperti ada cahaya yang datang ke rumah kami,” ucapnya lirih.
Hal senada disampaikan Kurniawan, anak bungsu pasangan lansia itu.
“Kami merasa diperhatikan, dihargai. Kehadiran Ibu Maria menunjukkan bahwa jabatan tidak menghalangi seseorang untuk tetap memiliki hati yang lembut,” ujarnya.
Bagi warga Kampung Manggis, kunjungan singkat itu meninggalkan kesan mendalam. Ia bukan sekadar tamu, melainkan sosok ibu bagi masyarakat, yang hadir dengan senyum, doa, dan kasih sayang. Ko
Di tengah kesibukannya sebagai istri Wali Kota, Maria Feronika Hendri menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati dimulai dari hati, dari kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang terpinggirkan dan terlupakan.
Kunjungan itu menjadi pengingat, bahwa secercah perhatian bisa menjadi obat paling berharga bagi mereka yang tengah berjuang melawan sakit dan sepi.(Paulhendri)














