Home / BERITA / DAERAH / NASIONAL

Monday, 9 October 2023 - 05:02 WIB

Gubernur Mahyeldi Terus Pacu Aktivitas Pertanian Organik karena Masyarakat Sunbar Makin Peduli Pangan Sehat

AGAM, SINYALNEWS.COM,– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi para pihak yang ikut menginisiasi aktivitas pertanian organik di Nagari Padang Laweh, Sungai Pua, Kabupaten Agam. Meningkatnya animo dan kebutuhan masyarakat terhadap produk pangan yang lebih sehat, menjadi kabar baik dan menjanjikan bagi aktivitas pertanian organik.

“Mudah-mudahan aktivitas pertanian organik di daerah ini dapat memotivasi petani lain di Sumbar, agar ke depan bisa memanfaatkan sumber daya alam dan lahan pertanian secara lebih efektif dan lebih efisien,” kata Mahyeldi saat membuka Festival Pertanian Organik di Masjid Al-Safar, Jorong Batu Gadang, Padang Laweh, Sungai Pua, Kabupaten Agam, Minggu (8/10/2023).

Mahyeldi menerangkan, bahwa aktivitas pertanian organik jelas memiliki keunggulan ketimbang aktivitas pertanian pada umumnya. Seperti, dapat menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat, harga jual produk lebih mahal, biaya operasional lebih murah, menjaga kualitas tanah, serta mengurangi limbah pertanian.

Baca Juga :  Hasil Simulasi Test PTE Sangat Bagus, Kandidat CEC Optimis Akan Lulus Test

“Dewasa ini, permintaan terhadap produk pangan yang sehat semakin meningkat. Masyarakat kita semakin sadar akan bahaya dan dampak negatif pemakaian bahan kimia sintesis di bidang pertanian. Masyarakat semakin arif memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan,” ucapnya lagi.

Sementara itu, sambungnya, pertanian organik merupakan teknik budidaya pertanian yang berorientasi pada pemanfaatan bahan-bahan alami (lokal), tanpa bahan-bahan kimia sintesis seperti pupuk dan pestisida anorganik.

“Untuk itu, petani kita harus menangkap peluang dalam pengembangan produk pertanian organik ini. Pola seperti ini banyak dilakukan petani untuk menghadapi kelangkaan dan kemahalan pupuk buatan (anorganik) dan pestisida kimia,” ungkapnya lagi.

Baca Juga :  Hari Terakhir Bazar Ramadhan diwarnai Aksi Borong Ibu-ibu

Saat ini, sambungnya, Pemprov Sumbar telah berkomitmen untuk mengembangkan pertanian organik melalui pembentukan Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) di Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar. Sejauh ini, sudah terbentuk 42 Nagari/Desa Pertanian Organik di Sumbar, dengan lahan bersertifikat seluas 186 Ha, yang dikelola oleh 32 Kelompok Tani bersertifikat.

“Agar gerakan pertanian organik berjalan maksimal, kita juga mendorong pengembangan Klinik Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Saat ini, tercatat sebanyak 29 Klinik PHT yang aktif di seluruh Sumbar,” sebutnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur juga menegaskan bahwa petani harus mendapat kemudahan akses kepada benih unggul, mampu mengendalikan hama dan penyakit, serta menggunakan pupuk dan pestisida berbahan alami agar aktivitas pertanian berjalan lebih efektif dan efisien. (adpsb/marlim)

Share :

Baca Juga

BERITA

Kankemenag Padang, Gelar Rapat DIPA 2025

BERITA

Rekomendasi Ganjar Center, Ada 7 Nama Masuk Daftar Bursa Cawapres

BERITA

Deklarasi Kampanye Damai, Kapolres Pasbar: Mari Kita Bersama Wujudkan Pilkada Tahun 2024 Yang Aman dan Kondusif

DAERAH

*Momen Bersejarah 3 Oktober, Puluhan Pelajar Napak Tilas di monumen Tugu Perjuangan*

ARTIKEL

Porwarprov PWI Sumbar – Bank Nagari Open 2025 Ditabuh

ARTIKEL

Jalin Silaturahmi, Panglima TNI Terima Audiensi SAG IKAHAN

BERITA

Debut Dihari Pertama IMAG 2023, Sambo Sumbar Segel Tiga Tiket Lolos ke PON XXI Aceh- Medan 

BERITA

Melalui Worshop ” Penulisan Berita Dan Karya Tulis Ilmiah” Para Guru Di Agam Terus Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalitasnya