Home / BERITA / DAERAH / HUKUM / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Tuesday, 4 August 2026 - 17:37 WIB

Penghargaan Itu Bernama Kepercayaan

Dari Pengelolaan Anggaran Sempurna hingga Memanusiakan Warga Binaan, Rutan Padang Panjang Menulis Kisah tentang Harapan

PadangPanjang.Sinyalnews.com— Di sebuah rumah tahanan, penghargaan biasanya datang dalam bentuk remisi. Bagi warga binaan, itu adalah pengurangan masa hukuman. Namun Selasa (4/8/2026), penghargaan datang dengan cara yang berbeda. Ia hadir dalam selembar piagam dari negara. Sebuah pengakuan bahwa di balik tembok tinggi dan jeruji besi, ada institusi yang bekerja dengan integritas, mengelola setiap rupiah uang rakyat dengan penuh tanggung jawab, sekaligus menjaga martabat manusia.

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang menerima Penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Sempurna dengan nilai 100, kategori satuan kerja berpagu anggaran di bawah Rp10 miliar pada Semester II Tahun 2025. Penghargaan itu diserahkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Barat, M. Dodi Fakhruddin, kepada Kepala Rutan Padang Panjang, Novri Abbas, dalam kegiatan Stakeholder’s Day dan Forum Konsultasi Publik KPPN Bukittinggi 2026.

Bagi sebagian orang, angka 100 mungkin hanya statistik. Sebatas indikator administrasi.

Namun bagi Rutan Padang Panjang, angka itu adalah cerita panjang tentang disiplin, integritas, dan kerja yang dilakukan dalam diam.

Tentang bagaimana setiap rupiah anggaran negara diterjemahkan menjadi pelayanan.
Tentang bagaimana birokrasi tidak lagi dipandang sebagai sekadar urusan dokumen, melainkan sebagai jalan menghadirkan perubahan.

Di bawah kepemimpinan Novri Abbas, Rutan Padang Panjang perlahan menghadirkan wajah baru pemasyarakatan.

Ia tidak hanya membangun sistem.
Ia membangun kepercayaan.

Selama beberapa bulan terakhir, berbagai inovasi lahir dari balik tembok rutan. Pembinaan berbasis pesantren, pelatihan keterampilan, pendidikan warga binaan, penguatan integritas petugas, hingga program pemberdayaan menjadi bukti bahwa pemasyarakatan tidak semata berbicara tentang menjalani hukuman, melainkan mempersiapkan manusia agar layak kembali ke tengah masyarakat.

Di tempat yang selama ini identik dengan hukuman, tumbuh ruang-ruang harapan.Dan di sanalah Novri Abbas memilih memimpin.

Baca Juga :  FGD Hidup Sehat dengan Minyak Goreng Sawit

Bukan dari balik meja.
Melainkan dengan hadir di tengah petugas dan warga binaan.

Pendekatan itu rupanya meninggalkan kesan mendalam bagi para warga binaan.Mereka tidak melihat Novri Abbas sekadar sebagai Kepala Rutan.

Mereka melihat sosok yang mengembalikan harga diri mereka sebagai manusia.

“Beliau bukan sekadar Kepala Rutan bagi kami. Beliau adalah bapak kami. Kami memang sedang menjalani hukuman, tetapi beliau tidak pernah memperlakukan kami seperti manusia yang telah habis masa depannya. Beliau memanusiakan kami, mendengar kami, membimbing kami, dan membuat kami percaya bahwa kami masih punya kesempatan menjadi orang yang lebih baik.”

Kesaksian itu mungkin tidak pernah tercatat dalam laporan kinerja.
Tidak masuk ke dalam indikator evaluasi.
Tidak pula menjadi bagian dari angka-angka IKPA.

Tetapi justru di sanalah letak penghargaan yang sesungguhnya.
KKarena membangun rumah tahanan yang baik bukan hanya soal pagar yang kokoh atau administrasi yang rapi.

Melainkan bagaimana mengembalikan keyakinan seseorang bahwa dirinya masih berharga.

Novri Abbas mengatakan, penghargaan yang diterima bukanlah milik dirinya seorang.

“Itu adalah hasil kerja keras seluruh jajaran Rutan Padang Panjang. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga kualitas pengelolaan anggaran, memperkuat akuntabilitas, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Baginya, pengelolaan anggaran yang baik bukan sekadar memenuhi target penyerapan.

Tetapi memastikan bahwa setiap rupiah benar-benar memberi manfaat bagi pelayanan, pembinaan, dan reformasi pemasyarakatan.

Hal senada juga disampaikan Kepala KPPN Bukittinggi, Tisari Yona Geumila. Ia menegaskan bahwa penghargaan IKPA merupakan cerminan tata kelola keuangan negara yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh satuan kerja memperkuat budaya antigratifikasi dan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang, Supriyanto MF, menilai penghargaan yang diterima Rutan Padang Panjang memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar capaian administrasi.

Baca Juga :  Berhasil Entaskan Nagari Sangat Tertinggal, Gubernur Mahyeldi Kembali Dihadiahi Penghargaan Tingkat Nasional

“Sebagai wartawan, kami terbiasa melihat angka, laporan, dan penghargaan. Tetapi tidak semua penghargaan memiliki cerita. Penghargaan IKPA yang diraih Rutan Padang Panjang justru menarik karena di balik nilai sempurna itu ada perubahan budaya kerja, ada kepemimpinan yang membangun integritas, dan ada pendekatan yang memanusiakan warga binaan. Ini adalah kabar baik yang layak diketahui publik,” kata Supriyanto.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan lebih banyak cerita tentang birokrasi yang bekerja dengan hati.

“Berita yang baik bukan berarti menutup kritik. Justru ketika sebuah institusi menunjukkan perubahan nyata dan memberi manfaat bagi masyarakat, media juga memiliki tanggung jawab untuk menyampaikannya secara objektif. Apa yang dilakukan Rutan Padang Panjang menjadi contoh bahwa reformasi birokrasi bisa diwujudkan melalui kerja yang konsisten, bukan sekadar slogan,” ujarnya.

Di tengah berbagai pemberitaan tentang persoalan lembaga pemasyarakatan di berbagai daerah, Rutan Padang Panjang menghadirkan narasi yang berbeda.

Narasi bahwa rumah tahanan tidak harus selalu identik dengan hukuman.
Ia juga bisa menjadi tempat lahirnya harapan.

Tempat seseorang belajar bertanggung jawab. Tempat seseorang menemukan kembali harga dirinya.

Dan tempat seorang pemimpin membuktikan bahwa jabatan bukanlah tentang kekuasaan, melainkan tentang keberanian memperlakukan setiap manusia dengan hormat.

Piagam penghargaan itu mungkin akan tergantung di dinding kantor Rutan Padang Panjang.

Namun penghargaan yang paling bernilai sesungguhnya tidak tergantung di sana.

Ia hidup di hati para petugas yang bekerja dengan integritas.

Ia tumbuh di mata warga binaan yang kembali percaya bahwa masa depan masih mungkin diperjuangkan.

Sebab pada akhirnya, penghargaan itu bukan semata bernama IKPA dengan nilai 100.

Penghargaan itu bernama kepercayaan. kepercayaan negara kepada institusi yang mengelola amanah dengan jujur, dan kepercayaan manusia bahwa di balik jeruji besi, selalu ada ruang untuk memperbaiki diri.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Pererat Hubungan Dengan Keluarga Besar, Kodim 1710/Mimika Gelar Acara Olahraga Dan Mancing Bersama

BERITA

Panglima TNI Hadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara

ARTIKEL

Allex Saputra Berikan Suntikan Semangat dan Motivasi Siswa SMKN 1 PaPa

BERITA

Babinsa Koramil 07/ Maos Pantau Penyaluran Beras Dari Bulog Untuk Warga   

BERITA

Syawalan Akbar, Halal Bihalal TNI-POLRI Wilayah Banyumas Raya

BERITA

Kebijakan PPK Sport Center Salahi Aturan Realisasi Monthly Certificate Tidak Sesuai Kontrak  

ARTIKEL

Gempa Dahsyat Dengan Magnitudo 5,2 Guncang Lampung dan Banten

BADAN NEGARA

Gubernur Mahyeldi : Sertifikat Halal bagi UMKM Penting untuk Wujudkan Sumbar sebagai Pusat Industri Halal Nasional