PADANG SINYALNEWS.COM – Kesuksesan penyelenggaraan Festival Seni Budaya Sumatera Barat 2026 di Lapangan Apeksi, Halaman Balaikota Aia Pacah, Kota Padang, tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara dan penampilan para peserta. Di balik itu, terdapat peran besar para pedagang yang turut menjaga kebersihan kawasan festival.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat sekaligus penggagas Festival Seni Budaya Sumatera Barat 2026, H. Irwan Zuldani, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Persatuan Pedagang Lapangan Apeksi, khususnya kepada Izon selaku ketua, beserta sekitar 60 pedagang yang selama pelaksanaan kegiatan turut berkontribusi menyukseskan festival.
Menurut Irwan Zuldani, para pedagang tidak hanya mencari nafkah melalui aktivitas berdagang, tetapi juga menunjukkan kepedulian yang luar biasa terhadap kebersihan lingkungan festival.
“Usai kegiatan setiap malam, mereka bersama-sama membersihkan seluruh kawasan Lapangan Apeksi. Sampah yang sebelumnya berserakan dapat dibersihkan dengan cepat hingga lokasi kembali rapi dan bersih. Ini adalah bentuk kepedulian yang patut diapresiasi,” ujar Irwan Zuldani.
Ia menegaskan, semangat gotong royong yang ditunjukkan para pedagang menjadi bukti bahwa kesuksesan sebuah festival merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya panitia pelaksana.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, menjelang pelaksanaan Festival Seni Budaya Sumatera Barat 2026, H. Irwan Zuldani menyerahkan kaus seragam kepada seluruh pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Lapangan Apeksi di bawah koordinasi Ketua Izon.
“Seragam ini merupakan simbol kebersamaan dan rasa terima kasih kami atas dukungan yang telah diberikan. Semoga sinergi seperti ini terus terjalin pada kegiatan-kegiatan berikutnya,” tambahnya.

Irwan Zuldani juga berharap keberadaan para pedagang tidak hanya menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik.
Sementara itu, Darman MTC, selaku Pembina UMKM sekaligus Ketua Forum Anak Nagari Sungai Sapih (FANSS), menilai keterlibatan para pedagang merupakan contoh nyata bagaimana pelaku UMKM tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Menurut Darman, kebersamaan yang ditunjukkan Persatuan Pedagang Lapangan Apeksi menjadi cerminan kuatnya budaya gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat Minangkabau.
“Apa yang dilakukan para pedagang Lapangan Apeksi patut menjadi teladan. Mereka tidak hanya mencari rezeki melalui usahanya, tetapi juga ikut menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan festival. Semangat seperti inilah yang perlu terus dipertahankan karena menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat dan pengunjung,” ujar Darman.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, komunitas pedagang, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam setiap penyelenggaraan kegiatan budaya di Sumatera Barat sehingga mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Keberhasilan Festival Seni Budaya Sumatera Barat 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, dan para pedagang mampu menghadirkan sebuah perhelatan budaya yang sukses, tertib, bersih, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
(Redaksi/Sinyalnews.com)














