Home / ARTIKEL / BADAN NEGARA / BERITA / BUDAYA / BUMN / DAERAH / EKONOMI / MAKANAN / NASIONAL / PERISTIWA / UMKM

Thursday, 5 October 2023 - 01:43 WIB

Peringati Hari Batik Nasional, Ketua UMKM Sumbar Beri Pelatihan Membatik Untuk Mahasiswa UIN

Padang, Sinyalnews.com,- Dalam Rangka merayakan Hari Batik Nasional 2023, Ketua UMKM Sumatera Barat mengisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya pelatihan membuat batik bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.

Pelatihan membatik bagi mahasiswa UIN ini langsung di pandu oleh Ouwner Reffan’s House yang juga Ketua UMKM Sumbar, Elidawati atau yang lebih dikenal dengan Bunda Refan.

Bunda Refan mengungkapkan, batik Indonesia sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009.

“Hal ini menjadi bentuk pengakuan internasional terhadap karya budaya milik bangsa, yang tentu meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia,” ujar Bunda Refan.

“Meskipun demikian, saya ingin tegaskan bahwa batik boleh mendunia, tetapi tetap milik Indonesia,” tandasnya.

Kita berharap kata Bunda Refan, dapat  membangkitkan lagi jiwa dan semangat perajin batik dan pelaku industri batik di Sumatera Barat untuk terus tumbuh dan maju setelah sempat tersendat akibat pandemi COVID-19.

Baca Juga :  Aksi Prajurit Indo RDB 39F MONUSCO Evakuasi Korban Serangan Kelompok Bersenjata

Bunda Refan mengatakan pula bahwa batik bukan hanya di jawa saja, akan tetapi di Minangkabau juga ada batik seperti batik lumpo dan batik tanah liek.

Untuk itu ia berharap momentum HBN juga dapat mendongkrak minat generasi muda dalam menggeluti batik. Sesuai dengan edaran Gubernur Sumbar untuk memakai produk Sumbar, maka kita berharap batik Sumbar dipakai oleh masyarakat Sumbar dan perantau Minang.

[4/10 23.17] Bunda Refans: Bunda refan juga menghibau bagi masy yg mau belajar batik

Bunda een refan mengadakan pelatihan membatik gratis kepada masyarakat dan silahkan datang je jln Pramuka no 2 belakang kampus AKBP padang

“Saya berharap, generasi muda tak hanya kian gemar menggunakan batik, tetapi juga turut mengenali dan mempelajari nilai dari filosofinya,” tutur Bunda

Masih kata Bunda Refan, pelatihan yang diadakan di Universitas Islam Negeri Padang ini sebagai momentum untuk mengupayakan bersama adanya transfer ilmu pengetahuan dari maestro batik kepada generasi yang lebih muda agar budaya batik dapat berkelanjutan.

Baca Juga :  Sah 63 Orang Calon Advokat Resmi Sandang Predikat Advokat Setelah dilantik

“Saya sangat sedih setiap kali mendengar bahwa generasi berikutnya tidak ingin meneruskan tradisi batik ini di berbagai macam daerah, bahkan ada berbagai macam batik dari berbagai daerah yang sekarang hanya dibuat di Padang” tuturnya.

“Hari ini, berkumpulnya para mahasiswa yang notabene adalah generasi muda untuk bersama-sama membatik beragam motif yang mewakili berbagai daerah di Sumbar, ini adalah langkah yang sangat penting untuk memastikan terwujudnya pewarisan pengetahuan tersebut,” sambungnya.

Bunda refan juga menghimbau bagi masyarakat yang mau belajar batik, maka Bunda een refan siap memberikan pelatihan membatik secara gratis. “Silahkan datang ke jln Pramuka no 2 belakang kampus AKBP Padang” ucap Bunda Refan.

“Target kita Batik dari Minangkabau ini terkenal secara nasional. Itu sumbangasih kita terhadap perkembangan Sumatera Barst” tandas Bunda Refan

(Marlim)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Bakamla RI Bersama Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Jakarta

ARTIKEL

Dari LKS SMK Tingkat Nasional, 2 Siswa SMK 8 Padang Raih Sertifikat MoE

BERITA

Diduga Melanggar Aturan, Pelaku Usaha Dipanggil ke Kantor Satpol PP Padang

BERITA

Team Opsnal Polsek Koto Tangah Tangkap Dua Pelaku Penadah Hasil Kejahatan di Simpang RS Ibnu Sina Gunung Pangilun

ARTIKEL

Babinsa Koramil 07/Maos Berikan Pendampingan dan Pengamanan Pemotongan Qurban

BERITA

Ketua DPRD Kab Solok Alami Pencurian Betapa Kagetnya Dodi Hendra Setelah Tau Siapa Pelakunya

ARTIKEL

Wakil Menteri Agama RI, Apresiasi dan Serahkan Sertifikat Padang Sebagai Kota Wakaf

BERITA

Babinsa Koramil 07/ Maos Melaksanakan Komsos Dengan Perangkat Desa