Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / NASIONAL / PERISTIWA

Sunday, 13 August 2023 - 08:02 WIB

Ini Komentar Sekda Ambun Kadri Terkait Pj Walikota Versi DPRD Sawahlunto

Sawahlunto Sinyalnews.com,- Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto Ambun Kadri memberikan komentar terkait namanya tidak masuk dalam bursa pemilihan tiga Penjabat (Pj) Walikota versi DPRD Kota Sawahlunto ke Kementerian Dalam Negeri.

Meski menghormati hasil keputusan DPRD Kota Sawahlunto, Ambun Kadri menilai usulan Pj Walikota Sawahlunto versi DPRD itu sedikit aneh karena tidak melalui uji kompetensi melainkan hanya dengan lobi lobi politik. Selain itu, kata Ambun,  DPRD tidak mengoptimalkan potensi pejabat pimpinan tinggi pratama di daerah sehingga perlu merekrut calon dari luar daerah

” Terus terang saya memang tidak ada melakukan upaya lobi lobi politik agar nama saya diusulkan DPRD. Saya tau disini ada yang sibuk lobi lobi sejak pagi sampai malam di hari itu. Mungkin saya dianggap akan maju Pilkada, mungkin Ya? Atau saya dianggap tidak bisa diajak bekerjasama, makanya saya tidak dipilih.

Kalau diajak kerjasama melanggar aturan, tentu saya tidak mau. Tapi kalau diajak dari segi adu kompetensi saya boleh diuji,” jawab Ambun Kadri di Balaikota Sawahlunto, Jumat (11/8)

Hubungan Ambun Kadri dengan DPRD dinilai  tidak bagus. Pantas saja ia tidak dicalonkan menjadi Pj Walikota. DPRD Sawahlunto bahkan pernah mengusulkan agar Ambun Kadri dicopot saja sebagai sekretaris daerah. Namanya disebut hak Interpelasi! Tapi entah mengapa usulan itu mental. Mungkin Kurang dukungan politik. Mungkin pula salah alamat, , karena Sekda adalah jabatan karir bukan jabatan politik.

Ambun Kadri dianggap tidak punya nyali dan terkesan lebih banyak “senyum mesem” ketika “diserang” dalam sidang – sidang pembahasan anggaran di DPRD. Ambun menyadari bahwa banyak jajarannya bermain ban seperti dalam bola bilyar.

Baca Juga :  Kabar Gembira Buat Para Guru Honorer. Anda Wajib Tau. Nadiem Makarim Pastikan 127 Ribu Guru Honorer Lulus PG PPPK Langsung Diangkat Tahun Ini.

Ambun diserang secara verbal.  Ambun diam tak melawan. Bahkan nama nama di kandi sering pula ditujukan kepadanya. Sangat tidak pantas! Miris kita mendengarnya.  Ini terjadi ketika harus dipilah antara mana kebutuhan mana keinginan. Ambun empuk jadi sasaran tembak!

Menjawab segala tudingan itu, Ambun mengatakan basicnya adalah seorang dokter  yang lama bertugas di daerah selatan Sumatera, bahkan di daerah yang rawan kejahatan seperti rampok dan begal.

Ambun mengaku sudah terbiasa menghadapi berbagai macam tekanan seperti pada keluhan pasien. Ia sudah terbiasa menghadapi ratusan pasien setiap hari dengan berbagai latar belakang pekerjaan dan pendidikan.

Meskipun dirinya seorang perempuan, tak sedikitpun ia gentar dan ciut nyali menghadapi pasien. Apalagi dikatakan takut dengan tidak hadir dalam rapat rapat di DPRD. Buktinya, Ambun mengatakan ia selalu datang tepat tepat waktu

” Saya pulang kampung ini benar benar untuk pengabdian. Bukan mencari harta kekayaan. Ini kampung saya, tidak ada yang saya takutkan. Apalagi mendengar omongan orang. Saya dikatakan cuma “tukang suntik” memang iya. Saya akui, karena saya memang seorang dokter.

Insya Allah, saya dengan melihat wajah pasien saja, saya sudah paham apa penyakitnya, apa keluhannya dan obat apa yang harus saya berikan. Begitu pula dengan mengelola keuangan daerah ini. Saya tidak mau main main. Saya tidak mau masyarakat teraniaya karena pimpinannya bertengkar, ” ungkapnya

Pada awal tahun pertama menjadi Sekda, Ambun Kadri sempat membuat “panas dingin” anggota dewan karena bisa memangkas belanja APBD dalam rapat pembahasan anggaran tahun 2021 sebesar Rp 20 milyar hanya dalam waktu 10 menit.

Baca Juga :  Polresta Cilacap Distribusikan Buku Bacaan Sebagai Upaya Meningkatkan Budaya Literasi ke Taman Baca di Pkbm Widya Bhayangkara Maos

Bayangkan,  betapa pusingnya ketika OPD hanya bisa memangkas belanja rutin mereka sebesar Rp 200 juta dalam tenggat waktu seminggu. Sementara, Ambun Kadri cuma butuh waktu 10 menit saja setelah menelpon Walikota dan Walikota setuju.

Selain itu, salah satu kepiawaian Ambun Kadri dalam mengelola keuangan adalah ketika Pemko Sawahlunto menjadi daerah pertama yang berhasil melaporkan hasil refokusing anggaran APBD-nya  untuk penanganan Covid 19 kepada pemerintah pusat.

Oleh sebab itu pemko bisa membayar penuh gaji dan tunjangan pegawai dengan tepat waktu. Bayangkan apa yang terjadi jika gaji pegawai di Sawahlunto telat dibayarkan sampai berbulan bulan, di saat masa penanggulangan pandemi covid-19?

Pepatah lama mengatakan Kuda lari gampang diburu nasib orang siapa yang tau. Meski nama Dr. dr.  Ambun Kadri, MKM tidak diusulkan menjadi Pj Walikota Versi DPRD Sawahlunto namun menurut salah seorang sumber terpercaya sinyalnews.com mengatakan Sekda Sawahlunto sudah diusulkan sebagai salah satu Pj Walikota Sawahlunto versi Gubernur Sumbar.

Menanggapi informasi itu,  Ambun tidak banyak memberikan komentar. Menurutnya Gubernur tentunya memberikan pertimbangan jika usulan DPRD kota belum memenuhi kompetensi. Ditambahkannya lagi, ini baru usulan sementara putusan finalnya tentunya berada di tangan Kemendagri.

Wartawan Sinyalnews com sudah berupaya menghubungi Gubernur Mahyeldi melalui pesan Whatsapp terkait informasi diatas, namun sampai berita ini diturunkan belum terkonfirmasi.

Share :

Baca Juga

BERITA

Cegah Kemacetan, Babinsa Koramil 07/ Maos Bantu Atur Lalu Lintas Jalan Raya

BERITA

Sisihkan Grand Azizi, PSS Sumpur Naiki Podium, Gol HYos Penentu Kemenangan PSS Sumpur.

DAERAH

Sambut HUT Ke 78, TNI di Cilacap Menyelenggarakan Ziarah Nasional

BERITA

Pemprov Sumbar Berhasil Meraih Penghargaan Proklim Tahun 2023

BERITA

Carut Marut Penerima BLT di Kecamatan Bungus Diduga Camat Bungus Tahu dan Menutupinya

BERITA

Regenerasi DPRD Kabupaten Agam Pileg 2024 bersama Anak Muda. 

BADAN NEGARA

Bakamla RI Rayakan HUT Ke-19 Dengan Tekad Mewujudkan Laut Aman Untuk Indonesia Maju

BERITA

Peduli Dengan Permasalahan Banjir Di Wilayah, Koptu Johansyah Gerakkan Warga Bangun Parit Secara Gotong Royong