Tampil di Penas Tani XVI 2023  Ayam Kukuak Balenggek Berhasil Pecahkan Rekor Dunia

Padang, Sinyalnews.com,- Kontes ayam kukuak balenggek menjadi salah satu hal yang banyak menarik perhatian dalam rangkaian acara Pekan Nasional Petani Nelayan Indonesia (Penas Tani) 2023. Tak tanggung-tanggung, kontes ayam asli Sumatra Barat ini berhasil memecahkan rekor dunia.

Dalam kesempatannya Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo menyampaikan bahwa ayam kukuak balenggek merupakan ayam yang hanya ada di Indonesia dan merupakan plasma nutfah asli Sumatra Barat. Maka Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menyatakan bahwa rekor ini tidak hanya menjadi rekor nasional namun rekor dunia. Dirinya menambahkan bahwa di piagam juga sudah tertera, bahwa hal ini merupakan rekor dunia. Dan MURI sangat bangga karena filosofi ayam kukuak balenggek adalah ayam yang tangguh dan luar biasa, serta tentunya semangat ini juga tergambar dalam logo rekor muri dengan ayam jagonya.

“Tercatat, sebelumnya kontes ayam terbanyak ada pada 2013 di Gresik, dengan jumlah 467 ekor ayam ketawa. Dan hari ini digelar kontes ayam kukuak balenggek sebanyak 939 ekor. Dengan ini MURI menganugerahkan piagam penghargaan rekor dunia kepada Pemerintah Provinsi Sumatra atas penyelenggaraan kontes ayam kukuak balenggek terbanyak di dunia.  Semoga ayam ini makin go international dan dikenal oleh masyarakat dunia,” tegasnya dalam kontes ayam kukuak balenggek, di Padang, Minggu (11/6).

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Lantik Pejabat Esselon 2 dan 3 dilingkungan Pemprov Sumbar

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah mengatakan bahwa saat ini Indonesia harus bangga dengan apa yang dimiliki. Menurutnya tidak semua yang berasal dari luar itu bagus, setidaknya hari ini ditunjukkan dengan plasma nutfah Indonesia mampu menembus rekor dunia.

“Melalui rekor MURI ini, sekaligus dapat memperkenalkan pada dunia bahwa di Sumbar, Indonesia ada ayam kukuak balenggek dengan ciri khas suara kukuknya yang bertingkat-tingkat. Mungkin di daerah lain juga ada ayam sejenis, seperti ayam ketawa namun tetap saja berbeda. Dan tentu ayam ini tidak bisa ditemukan di tempat lain. Melalui rekor MURI ini, dunia mengetahui ada ayam khas Indonesia sehingga masyarakat dunia tertarik untuk melihat dan datang ke sini,” jelasnya.

Baca Juga :  Kepala Kantor, Buka Secara Resmi Perkemahan RaKam MTsN 4 Kota Padang

Selain itu, menurutnya dari segi usaha ayam ini akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, kemudian meningkatkan pendapatan masyarakat. Jadi semua menimbulkan efek, yang akhirnya pada perekonomian negara.

“Namun saya juga mengingatkan jangan sampai ada yang menyelundupkan ayam ini ke luar negeri. Boleh diambil semua negara tapi harus melalui perjanjian resmi atau genetic transfer agreement. Untuk itu, kita juga akan segera mendaftarkan ayam kukuak balenggek ini melalui Food and Agriculture Organization (FAO), sehingga dapat diakui secara internasional dan tidak ada yang bisa mengklaim ayam kukuak balenggek di dunia selain Sumbar,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatra Barat, Sukarli mengaku bahwa Sumbar merasa bangga dengan plasma nutfah ayam kukuak balenggek yang hanya ada di Sumbar. Oleh karena itu, sesuai arahan dari Dirjen PKH, pihaknya akan segera mendaftarkan plasma nutfah ini ke FAO agar bisa diakui dunia.

Share :

Baca Juga

BERITA

Senam Bersama Dihalaman Kecamatan Sampang Dalam Rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

BADAN NEGARA

Panglima TNI dan Kapolri Lantik Prajurit Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Taruna Akademi Kepolisian di Akademi Militer Magelang

BERITA

Dharmasraya Gelar Hardiknas dan Otoda Ke 27

BADAN NEGARA

Disperindag Sumbar Ikut Gelar Batik Nusantara 2023 di Jakarta

BERITA

Manunggal Dengan Rakyat Satgas Pamtas RI – Mly Yonarmed 10/ Bradjamusti Bahu Membahu Dengan Masyarakat Bangun Jalan di Perbatasan

ARTIKEL

Kodim 1710/Mimika Gelar Sidang Jabatan, Wujudkan Manajemen Organisasi Yang Efektif

ARTIKEL

Ditintelkam Polda Sumbar Serahkan Bantuan Sosial Untuk Mesjid Nurul Sholihin Sungai Bangek

ARTIKEL

TNI Kembali Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan Indonesia Untuk Myanmar