Titip Salam dan Minta Maaf kepada Jamaah, Sang Ustaz: “Allah Kuasa, Makhluk Tak Kuasa”
PadangPanjang.Sinyalnews.com— Pertemuan yang telah dinanti jamaah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumatera Barat di Kota Padang Panjang, Minggu (6/9/2026), harus berakhir dengan cerita yang tidak ada dalam rencana.
Ustaz Dery Sulaiman, yang dijadwalkan mengisi pengajian dalam agenda Dakwah Wisata BKMT Provinsi Sumatera Barat, batal hadir secara langsung.
Penyebabnya bukan perubahan agenda. Bukan pula karena sang dai mengurungkan niat.
Kabut asap yang semakin parah membuat penerbangan menuju Sumatera dibatalkan pihak maskapai, termasuk penerbangan menuju Padang.
Padahal, Ustaz Dery mengaku dirinya sudah bersiap untuk menaiki pesawat.
Dalam pesan video yang ditujukan kepada jamaah di Kota Padang Panjang, Ustaz Dery menyampaikan permohonan maaf sekaligus menitipkan salam kepada seluruh jamaah yang telah menanti kehadirannya.
“Kepada seluruh jamaah yang ada di Kota Padang Panjang, kita berkehendak tapi Allah. Kita berencana tapi Allah yang menentukan semuanya.”
Ia kemudian menceritakan bagaimana rencana keberangkatannya berubah dalam waktu singkat.
“Saya mohon maaf, kita sudah akan menaiki pesawat, namun tiba-tiba ada pengumuman dari maskapai penerbangan kalau seluruh pesawat ke Sumatera dibatalkan, termasuk ke Padang.”
Kalimat itu bukan sekadar penjelasan tentang sebuah penerbangan yang batal.
Di baliknya ada pertemuan yang gagal terjadi, jamaah yang telah menunggu, serta panitia yang harus segera mencari jalan keluar agar rangkaian kegiatan tidak ikut berhenti.
Ustaz Dery pun tidak menutup pesannya dengan kekecewaan. Ia justru menitipkan harapan kepada jamaah Padang Panjang.
“Insya Allah lain waktu Allah akan pertemukan kita, lain waktu yang lebih baik lagi.”
Kemudian ia mengingatkan satu prinsip yang menjadi inti pesannya:
“Allah kuasa, makhluk tak kuasa.”
Pesan tersebut sekaligus menjadi permohonan maaf sang ustaz kepada jamaah yang telah menunggu.
Pertemuan boleh tertunda. Niat untuk bertemu tidak hilang.
PANITIA BERGERAK, MIMBAR TAK BOLEH KOSONG
Di sisi lain, pembatalan penerbangan tersebut menjadi pekerjaan baru bagi panitia pelaksana.
Khairul Abdi, selaku Kabag Kesra yang turut memfasilitasi kegiatan, bersama panitia harus bergerak cepat mencari alternatif penceramah pengganti.
Sebab, kegiatan BKMT se-Sumatera Barat tetap harus berjalan.
Jamaah telah datang. Agenda telah dipersiapkan. Masjid Agung Manarul ’Ilmi Islamic Centre telah menjadi titik berkumpulnya jamaah dari berbagai daerah.
Satu penerbangan boleh batal, tetapi seluruh rangkaian kegiatan tidak boleh ikut berhenti.
Upaya mencari penceramah pengganti menjadi langkah yang harus segera dilakukan agar jamaah tetap mendapatkan tausiah sebagaimana yang telah direncanakan.
Di sinilah sebuah peristiwa yang awalnya terlihat sederhana,pembatalan penerbangan,berubah menjadi cerita tentang bagaimana manusia berhadapan dengan sesuatu yang berada di luar kuasanya.
Ustaz Dery sudah hendak berangkat.
Jamaah sudah menunggu.
Panitia sudah menyiapkan acara.
Tetapi kabut asap mengubah semuanya.
Dan pada akhirnya, pesan sang ustaz terasa seperti jawaban paling sederhana atas keadaan itu:
“Kita berkehendak tapi Allah. Kita berencana tapi Allah yang menentukan semuanya.”
Mungkin hari ini jamaah Padang Panjang belum dapat bertatap muka dengannya.
Mungkin mimbar yang dipersiapkan untuk Ustaz Dery harus diisi oleh penceramah lain.
Namun, perjumpaan itu tidak harus dimaknai sebagai sebuah kegagalan.
Ia hanya tertunda.
Sebab, seperti doa yang dititipkan Ustaz Dery kepada jamaah, barangkali ada waktu lain yang telah dipersiapkan Allah,waktu yang lebih baik untuk mempertemukan sang dai dengan jamaah Kota Padang Panjang.
Pesawat tak jadi terbang.
Dakwah tetap berjalan.
Pertemuan tertunda.
Silaturahmi jangan sampai terputus.
Allah kuasa, makhluk tak kuasa.(paulhendri)














