Home / BERITA / NASIONAL / POLITIK

Tuesday, 6 June 2023 - 11:23 WIB

Jokowi Panggil Elite KAHMI ke Istana Bahas Pemilu 2024 Hingga Cawe-cawe

Jakarta, Sinyalnews.com,- Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah elite Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) ke Istana Kepresidenan Jakarta. Presidium Majelis Nasional Kahmi Ahmad Doli Kurnia mengungkap pertemuan itu membahas berbagai hal politik. Salah satunya penyelenggaraan Pemilu 2024.

“Pak Jokowi juga menyampaikan harapannya tentang siapa pun nanti yang akan terpilih tentu harus melanjutkan ada proses kesinambungan,” kata Doli di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/6).

Jokowi, ucap Doli, mengingatkan momentum Indonesia untuk menjadi negara maju hanya 13 tahun. Dia berpendapat semua elemen bangsa harus mengawal proses transisi tersebut.

Doli mengungkap Jokowi juga sempat bicara soal cawe-cawe dalam Pilpres 2024. Jokowi mengklarifikasi pernyataannya soal cawe-cawe yang ditanggapi beragam di masyarakat.

Baca Juga :  Perempuan Muda Rayakan Hari Kartini Bersama Wardah Creator Connect

“Beliau sampaikan klarifikasi soal cawe-cawe. Jadi, konteksnya Presiden sebetulnya ingin sampaikan kepada siapa pun yang akan menjadi penerus atau presiden dan wapres di periode akan datang itu harus mempunyai persepsi yang sama,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, elite Kahmi menegaskan netralitas dalam pemilu. Mereka akan ikut serta dalam menggelar pemilu yang baik.

“Kami berkepentingan untuk bagaimana Pemilu 2024 menjadi pemilu yang lebih berkualitas dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya,” ucapnya.

Sementara, Tuanku Joni.MS.Sutan Sarialam salah seorang Presidium KAHMI menegaskan keterlibatan masyarakat secara langsung untuk memilih pimpinannya, dan kemudian untuk memilih wakil-wakilnya yang diketahui rakyat, itu saya kira harus dipertahankan dan harus diperkuat,” kata Ketua Ikatan Keluarga Minang Jawa Barat usai bertemu Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Senin (5/6/2023)

Baca Juga :  GBC Malindo ke-43, Menhan Prabowo Sampaikan Capaian Penting Kerja Sama RI-Malaysia

Menurut Joni, sejatinya masalah sistem pemilu merupakan ranah kepentingan partai politik.

Namun, pada kesempatan itu dia tidak secara gamblang menyebut sistem pemilu terbuka atau tertutup yang lebih baik.

Joni menyampaikan bahwa KAHMI sebagai organisasi merasakan bahwa proses politik yang selama ini berjalan secara demokratis dan merupakan hasil reformasi.

“Hal ini harus dipertahankan. Jadi, interaksi rakyat dengan pemimpin dan wakilnya sebisa mungkin itu harus terus dikembangkan dan dijaga ke depan,” kata putra Minang ini.

(Marlim)

 

Share :

Baca Juga

BERITA

Ketua PP Sumbar Verry Mulyadi : PPDB Online Semrawut, Dinas Pendidikan Sumbar Harus Cari Solusi Kongkrit

ARTIKEL

Pemeriksaan Kendaraan Prajurit dan PNS TNI Korem 032/Wbr Oleh Denpom 1/4 Padang

BERITA

Tak Pergi Sebelum Luka Pulih.”Ketulusan Seorang Bupati Menjaga Warganya”

BADAN NEGARA

Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY Pos Nelu Gelar Pengobatan Gratis di Desa Bakitolas

ARTIKEL

Gubernur Sumbar, H Mahyeldi Ansyarullah Membuka Acara IMLF Ke-3 di Auditorium Gubernuran

BERITA

1200 THL Datangi Gedung DPRD “ Mardiansyah : Anggaran THL Tahun 2025 Masih Ada ,20 Anggota. Siap Kawal Nasib THL

ARTIKEL

FIK UNP Torehkan Prestasi Internasional Melalui Luaran Ilmiah Skala Global

BADAN NEGARA

Gelapkan Mobil Rental, Warga Cilacap Diamankan Polisi