PADANG, SINYALNEWS.COM – Berawal dari Pendidikan Surau yang di laksanakan oleh tokoh Ulama dan tokoh pendidik Tengku Mudo Yahya tahun 1915, berdirilah sebuah Surau Baru Nagari Muaro Paneh inilah Engku Mudo Yahya mendirikan sebuah lembaga Pendidikan yang bernama MPI EMYA ( Madrasah Pendidikan Islam Engku Mudo Yahya ) yang waktu itu bentuk Pendidikannya bersifat halaqah dan tradisional.
Sesuai berjalannya waktu, maka tahun 1951 Pendidikan yang semula bersifat tradisional, maka terus di kembangkan oleh Rasyidah Makmun, menjadi pendidikan yang berbentuk Madrasah Pendidikan Islam ( MPI ) Tengku Mudo Yahya, hal ini di lakukan guna mengenang jasa dan perjuangan Engku Mudo Yahya. Tengku Mudo Yahya yang pertama merintis Pendidikan yang bersifat keagamaan kepada masyarakat yang ada di Nagari Muaro Panas Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok.
Kepada Wartawan Sinyalnews.com Nofriyon, S.Pdi, Kepala MPI EMYA ( Madrasah Pendidikan Islam ) Tengku Mudo Yahya mengatakan perkembangan MPI EMYA dari tahun ke tahun terus meningkat dan bertambah, walaupun usia sudah mencapai 108 tahun, tapi masih tetap eksis sampai sekarang. Menyinggung tentang Amumni menurut Nofriyon banyak yang melanjutkan ketingkat yang lebih tinggi seperti Thawalib, Diniyah Putri dan Madrasah Tsanawiyah.
Para alumni nya juga murid-murid dari MPI EMYA sangat banyak yang telah sukses dan berhasil dan bekerja di berbagai Instansi Pemerintah dan Swasta, seperti pada Kementerian Agama Kabupaten Solok Van Hayus, BA , DR. Fahmi Ridwan, M.Hi ( Hakim Pengadilan Agama Pulau Bintan, dan banyak lagi yang lain, saya sendiri adalah Kepala Sekolah dan Juga Alumni dari MPI EMYA ini, Ujar Nofriyon.
Tujuan lahirnya suatu lembaga pendidikan Madrasah, kata Nofriyon adalah untuk menciptakan Siswa yang Qur’ani, berp
restasi dan Beralhlakul Karimah.
MPI EMYA yang kini di Nahkodai Nofriyon terus menunjukkan eksistensi sebagai Madrsah yang berkualitas, kini kami punya murid lebih kurang 429 orang, dengan jumlah guru 19 orang di tambah 1 orang TU, di mana waktu pelaksanaan PBM nya hanya 6 hari, senin sampai sabtu.
MPI EMYA juga punya Program unggulan mata pelajaran khusus, AlQur’an, Tahwid, Bahasa Arab, Tarikh Islam, Piqih Aqidah Ahklak, dan Praktek Ibadah. Kemudian MPI EMYA juga punya Program Eksfrakurikuler, Tahfidz, Apresiasi dan Seni Islam Qasidah, Drumband, Menari, dan banyak yang lain. Lebih lanjut di katakan, MPI EMYA telah menunjukkan prestasi yang gemilang, baik di tingkat Kabupaten Solok, maupun Tingkat Sumatera Barat.
Tercatat 63 pengghargaan dan Lomba-Lomba yang di raih oleh MPI EMYAdari bermacam-macam cabang yang di perlombakan. Lalu apa kiatnya, menurut Nofriyon Kerja Iklas, ujar Nofriyon mengakhiri.
Wartawan : Salman, S.Ag














