Padang Panjang, Sinyalnews.com- Elfi tarlihat keluar masuk beberapa warung di kawasan Jalan KH.Ahmad Dahlan kota Padang Panjang hingga perbatasan kota Senin (5/6).Wajahnya pun terlihat capek dan murung. Dia mengatakan, saat itu tengah mencari gas LPG 3 Kilogram. Namun ia tak kunjung mendapatkan.
Bahkan meskipun ia telah mencarinya di sepanjang warung warung di kota Serambi Mekah Padang Panjang ini , sejak kemarin sudah banyak warung saya masuki dari, mungkin lebih dari 50 warung. Tapi gak dapat-dapat juga gasnya. Sudah capek sekali,” akhirnya saya pun harus tutup hari ini katanya
Dia mengatakan sangat berharap sekali mendapatkan gas LPG 3 Kilogram itu. Sebab ia memiliki usaha warung makan kecil-kecilan. “Dari kemarin saya gak dapat-dapat. Usaha saya jadi tidak bisa jalan. Kalau beli yang besar, tidak punya uang cukup untuk itu ,” keluhnya
Tak hanya Elfi , kelangkaan gas elpiji 3kg juga dialami Seorang pedagang makanan pasar Kuliner kota Padang Panjang ,ia membenarkan bahwa sejak beberapa hari ini, gas LPG 3 Kilogram atau kerap disebut gas melon itu saat ini kosong. Ia pun tak mengetahui alasannya.
Sebab para agen tidak ada yang datang sejak beberapa hari ini.”Lagi kosong, sejak libur panjang kemarin tidak ada yang ngirim,” ujarnya.
Keluhan atas langkanya gas melon di Kota Padang Panjang ini juga ramai di media sosial.Banyak warga medsos yang mengeluhkan hal ini. Namun mareka pun tak tahu harus mengeluh kemana.tak ada gubrisan dari pemerintah kota.
Di kalangan pengecer, bahkan penjualan kalau gas nya masuk ,LPG bisa ludes terjual kurang dari satu jam dan banyak pembeli terpaksa putar balik karena kehabisan.di salah satu agen di pusat pasar Padang Panjang untuk mendapatkan Satu tabung gas elpiji 3kg harus pakai KK /KTP.
Lain halnya warung rumahan salah satu warga di RT 01 kelurahan Balai Balai Padang Panjang Barat Menurut dia, suplai gas elpiji melon mulai terbatas dan langka sejak sepekan terakhir. Ia pun mematok harga jual Rp 27-30 ribu per tabung. Itu karena susah mendapatkanya . “Kurang tahu juga kenapa langka. Satu minggu terakhir ini mulai langka,” lanjutnya.
Sejak saat itulah, sambungnya penjualan LPG 3 kilogram di warungnya mulai diserbu pembeli. “Kalau tidak langka, tidak banyak yang (membeli) ke sini (warung) biasa nya hanya warga-warga RT nya saja ” jelasnya.
Sementara itu H Rian warga setempat lainnya yang mengeluti usaha masakan Ampera di pasar kuliner malam Oadang Panjang , yang juga sedang berburu LPG 3 kilogram mengeluh tidak kebagian. Ia mengklaim sudah menjadi langganan di warung milik agen elpiji langganannya.
Dia membutuhkan 10-15 tabung gas LPG 3 kilogram untuk menjalankan usaha warung makannya .Selama ini, dia mengaku agen langannan nya selalu menjadi penyuplai elpiji tetap di warungnya.
Beberapa hari terakhir ” yang ngirim (LPG) biasa suplai janjinya hari ini. Tapi ini sudah semingguan susah nyari (LPG), ya terpaksa mengumpulkan (beli) satu-satu ke warung,” terang dia.demi warung tetap buka meski pun harga nya tak seperti semula.
Sementara itu di tempat terpisah Kepala Dinas Perindagkop Padang Panjang Javier Eka Putra dan jajaranya saat dikonfirmasi terkait langkanya Gas Elpiji 3kg di Kota Padang Panjang ,tak ada tanggapan ,dihubungi lewat telepon selulernya tak menjawab,di WA pun tak membalas ,dia menghilang bak hilangnya gas Elpiji 3kg di pasaran (phi)














