Pilunya Mengenang Satu Tahun Pasca Gempa Pasaman Barat  

PASAMAN BARAT, Sinyalnews.com,- Tepat hari ini, 25 Februari 2022 yang lalu wilayah Pasaman Barat dilanda gempa Magnitudo 6,1. Kini, 1 tahun berlalu, kabupaten di ujung Utara Sumatera Barat itu berhasul-hansul dibenah.

Kendati begitu, peristiwa yang sudah merenggut nyawa tersebut masih tetap terkenang bagi masyarakat. Berikut kilas balik peristiwa Gempa Bumi yang meluluhlantakkan bangunan di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Bateh Pulai, Pinaga Kecamatan Pasaman dan di Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.

Penyebab Gempa 25 Februari 2022:

Berdasarkan analisis BMKG, penyebab gempa di Pasaman Barat adalah adanya aktivitas sesar Sumatera. Analisis BMKG menunjukkan mekanisme sumber gempa bumi tersebut punya pergerakan geser (strike slip).

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,14° LU, 99,94° BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 12 km timur laut wilayah Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada kedalaman 10 km.

Cerita Warga Saat Terjadi Gempa di Nagari Kajai:

Weny perempuan 40 tahun satu dari sekian banyak korban terdampak gempa di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, itu mesti harus menerima keadaan. Selain rumahnya yang roboh, tangan kanannya juga mengalami cidera retak tulang.

Retaknya bahu Weny sebenarnya bukan karena diakibatkan tertimpa reruntuhan. Namun, ia ketika gempa terjadi terjatuh saat mencoba menghindari robohnya bangunan depan Masjid Raya Kajai.

Weny mengatakan, jika ia tak menghindar dari lokasi tempatnya berdiri, mungkin nyawanya tak terselamatkan karena tertimpa reruntuhan.

“Dari rumah saya lari ke depan masjid, roboh itu (bangunan depan) saya lari menghindar dan ingin cari anak. Tapi malah terjatuh,” sampainya.

Weny mengakui getaran gempa saat itu terasa sangat kuat. Namun di balik bencana itu, ia tetap bersyukur masih selamat.

Baca Juga :  Helikopter Yang di Tumpangi Kapolda Jambi Mendarat Darurat di Muara Emat Kerinci

“Getaran gempa itu rasanya begitu kencang. Menghentak hentak. Alhamdulillah saya dan keluarga selamat,” katanya

Tangapan Pengiat Media Sosial:

Dodi Ifanda yang merupakan pengiat sosial di daerah itu menyampaikan keprihatinannya terhadap penanganan pasca gempa. Dirinya melihat masih banyak masyarakat yang tidur di hunian seadanya dan masih banyak yang belum masuk data.

Ia berharap agar pemerintah daerah terus mengawal penaganan pasca gempa bila perlu para pemangku kepentingan bermalam dan membuat posko di lokasi gempa tersebut. katanya

Mengenang Pasca Gempa Di Nagari Kajai:

Capai seribuan orang, tempatnya di mesjid raya Nagari Kajai masyarakat berbondong-bondong datang dalam rangka mengenang gempa 25 Februari 2022 dengan lantunan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Muslim Tawakal.

“Masyarakat Kajai datang untuk berzikir dan doa bersama atas tragedi gempa tahun lalu. Semoga kami diberi ketabah dan sabar,” ulas epi salah seorang warga Kajai.

Dampak Gempa Magnitudo 6,1:

Dari tiga kecamatan itu, dampak yang paling parah dirasakan di Nagari Kajai Kecamatan Talamau. Tercatat, tak kurang 13 orang warga meninggal dunia. Sebanyak 1.111 unit rumah rusak berat, 1.171 unit rumah rusak sedang dan 2.172 unit rumah rusak ringan.

Akibat gempa juga merusak 131 fasilitas pendidikan 97 rusak sedang, 17 rusak ringan dan 17 rusak berat 17. Fasilitas kesehatan 17 unit dengan rusak sedang 8 unit, rusak sedang 4 unit dan rusak berat 5 unit.

Kemudian kerusakan fasilitas ibadah 50 unit dengan rusak ringan 19, rusak sedang 9 dan rusak berat 22 unit.

Baca Juga :  Ayo...Ikuti dan Ramaikan BAZAR KULINER DISPERINDAG SUMBAR

Infrastruktur 35 dengan rusak ringan 5, rusak sedang 8 dan rusak berat 22 unit serta fasilitas pemerintah 64 dengan rusak ringan 48, rusak sedang 14 dan rusak berat 2 unit serta berdampak terhadap 400 lebih pelaku UMKM.

Data Korban Gempa Yang Tercecer Di Nagari Kajai. Selain belum tuntasnya pengerjaan rumah rusak berat yang telah di SK-kan oleh pemerintah ternyata masih banyak rumah warga yang ambruk belum masuk pendataan

Misalnya di Nagari Kajai saja dari data yang ada sekitar 230 rumah warga tidak terdata atau tercecer. 4 unit rusak ringan, 58 unit rusak sedang, 156 unit rusak berat dan 12 unit tampa keterangan.

Begitu juga di daerah Bateh Pulai Nagari Pinaga Kecamatan Pasaman, yang merupakan dampak kerusakan terparah kedua itu, masih banyak yang tidur di Hunian Sementara (Huntara).

Tangapan Pemerintah Pj Wali Nagari Kajai Damris mengatakan Data susulan telah kami sampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pasaman Barat dan warga sangat berharap segera di SK-kan, ulasnya.

Sedangkan total rumah rusak berat yang sudah di SKan di Nagari Kajai sebanyak 914 unit. Yang sudah selesai di bangun 190 unit atau persentasenya sebesar 21 persen dengan sistem pembangunan menggunakan metode domus, reimburse dan rumbako.

Sementara itu, Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi mengatakan pihaknya saat ini sedang memacu pembangunan rumah korban gempa sesuai petunjuk BNPB.

Banyak aturan dan regulasi mengenai pendataan dan penanganan gempa saat ini. Bagi yang belum masuk akan kita usulkan kembali.

“Mudah-mudahan semua korban gempa medapatkan bantuan dan mari kita bahu-membahu membantu para korban,” katanya.

Share :

Baca Juga

BERITA

Usai Tarawih, Bola-Bola Harapan Bergulir,Wako Hendri Arnis Buka Turnamen Nine Ball Ramadhan Ceria

ARTIKEL

Komandan Satgas Indo RDB Lepas 250 Anak Buahnya Kembali Ke Tanah Air

ARTIKEL

Danlanud Sultan Hasanudiin Terima Kunjungan Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar

KEMENTERIAN

Gelar Rapat, Kemenag Kota Padang Siap Sukseskan Lebaran Yatim Berbagi Cinta Berlimpah Berkah

ARTIKEL

Kadiv Humas Terima Kunjungan Taruna Akpol Angkatan 56

BERITA

Awal Juli, Pengurus Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Perwakilan Sumbar Dilantik

ARTIKEL

Upaya Membantu Meningkatkan Perekonomian Warga, Babinsa Koramil 1710-03/KK Komsos Sembari Beri Pelatihan Cara Beternak Ayam

BERITA

Sumbar Tuan Rumah Jambore Forum PRB 2023, BPBD Gelar Berbagai Kegiatan