Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Friday, 7 August 2026 - 21:05 WIB

Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Pulang

Kisah Seorang Remaja yang Kehilangan Masa Depannya Menjadi Alarm Keras bagi Padang Panjang untuk Bersama Mencegah Perkawinan Anak

PadangPanjang.Sinyalnews.com — Siang itu, seorang balita berlarian kecil di halaman rumah sederhana. Sesekali ia memanggil, “Mama…”

Perempuan yang dipanggil itu baru berusia belasan tahun.
Sebut saja Bunga, bukan nama sebenarnya. Usianya baru 16 tahun ketika hidup memaksanya menjadi seorang ibu. Di saat teman-teman sebayanya masih duduk di bangku sekolah, mengenakan seragam setiap pagi, bercita-cita menjadi guru, dokter, polisi atau pengusaha, Bunga justru harus belajar menenangkan tangis anaknya setiap malam.

Ia tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah secepat itu.
Perceraian kedua orang tuanya menjadi titik awal semuanya. Rumah yang dulu menjadi tempat berlindung perlahan kehilangan kehangatan. Ayah dan ibunya memilih membangun kehidupan baru bersama pasangan masing-masing, sementara dirinya seperti kehilangan arah.

Tanpa perhatian dan pengawasan yang cukup, ia terseret dalam pergaulan yang salah. Ketika cinta datang tanpa kedewasaan, ia mengira pernikahan adalah jalan keluar. Yang ia temukan justru sebaliknya.

Rumah tangga yang dibangun dengan harapan berubah menjadi ruang penuh air mata. Kekerasan datang silih berganti. Lelaki yang dahulu ia banggakan di hadapan keluarga akhirnya pergi meninggalkannya.

Kini, anaknya hampir berusia dua tahun.
Bunga harus menjadi ibu sekaligus ayah bagi buah hatinya, sementara dirinya sendiri sebenarnya masih seorang anak yang seharusnya mendapatkan kasih sayang, pendidikan, dan bimbingan.

Yang tersisa hanyalah penyesalan.
Ia pernah kehilangan masa kecilnya.
Kini ia berjuang agar anaknya tidak mengalami nasib yang sama.

Kisah seperti Bunga bukan sekadar cerita pribadi. Ia menjadi potret yang mengingatkan bahwa perkawinan anak bukan hanya soal usia, melainkan tentang masa depan yang terhenti sebelum sempat berkembang.

Baca Juga :  Ketua Harian KORMI Sumbar Buka Rapat Kerja Wilayah 1 DPW PPSI Sumbar

Di tengah derasnya arus media sosial, pergaulan bebas, dan semakin longgarnya pengawasan keluarga, persoalan anak kini menjadi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.

Berangkat dari kegelisahan itulah, Pemerintah Kota Padang Panjang bersama TP-PKK mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat perlindungan terhadap anak melalui Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak yang digelar di Aula Hotel Rang Kayo Basa, Jumat (7/8/2026).

Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, mengatakan anak merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Mereka berhak memperoleh pendidikan yang layak, tumbuh di lingkungan yang sehat, serta memiliki kesempatan mewujudkan cita-cita sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

“Anak-anak adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama. Pencegahan perkawinan usia dini harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Pesan itu terdengar sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat dalam.
Karena sesungguhnya, benteng pertama yang mampu menyelamatkan anak bukanlah aparat penegak hukum ataupun pemerintah.

Benteng itu adalah keluarga.

Maria menegaskan, orang tua harus kembali membangun komunikasi yang hangat dengan anak. Mendengar keluh kesah mereka, memahami perubahan perilaku mereka, dan hadir ketika mereka membutuhkan tempat bercerita.

Di tengah zaman yang serba digital, kedekatan emosional jauh lebih penting daripada sekadar memenuhi kebutuhan materi.

Dalam masyarakat Minangkabau, benteng itu sesungguhnya lebih kuat lagi. Ada Bundo Kanduang yang menjadi penjaga nilai dalam keluarga.

Ada Niniak Mamak yang selama ini menjadi penuntun anak kemenakan.
Ada tokoh agama, guru, dan masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral menjaga generasi muda agar tidak kehilangan arah.

Baca Juga :  KA Sibinuang Hantam Sebuah Mini Bus. 4 Orang Tewas ditempat

Karena itu, kehadiran mereka dalam sosialisasi tersebut bukan sekadar memenuhi undangan.
Mereka adalah bagian dari solusi.

Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Kota Padang Panjang, Winarno, mengingatkan bahwa perkawinan anak membawa dampak yang panjang, mulai dari putus sekolah, meningkatnya risiko kesehatan ibu dan anak, hingga persoalan ekonomi dan sosial yang dapat berlangsung bertahun-tahun.

Menurutnya, sosialisasi hanya akan bermakna apabila pesan-pesan yang diperoleh mampu dibawa pulang dan disampaikan kembali kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar.

Sebab melindungi anak bukan hanya tugas pemerintah.
Melindungi anak adalah tanggung jawab seluruh masyarakat.

Di balik setiap anak yang gagal menyelesaikan sekolah karena menikah terlalu dini, ada cita-cita yang gugur.

Di balik setiap anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga pada usia belia, ada keluarga yang gagal menjalankan fungsinya.

Dan di balik setiap anak yang kehilangan masa depannya, ada masyarakat yang terlambat menyadari bahwa persoalan itu sesungguhnya sedang terjadi di sekitar mereka.

Padang Panjang hari ini sedang mengirimkan pesan yang sangat kuat.
Bahwa membangun kota tidak cukup dengan membangun jalan, gedung, dan infrastruktur.

Yang jauh lebih penting adalah membangun keluarga.
Karena keluarga yang utuh akan melahirkan anak-anak yang kuat.

Dan anak-anak yang kuat akan menjadi fondasi lahirnya generasi emas Indonesia.
Jangan biarkan semakin banyak “Bunga-Bunga” lain kehilangan masa kecilnya.

Sebab setiap anak berhak tumbuh, belajar, bermimpi, dan meraih cita-cita sebelum memasuki kehidupan yang sesungguhnya.

Itulah wajah peradaban yang sesungguhnya: ketika sebuah kota memilih menjaga anak-anaknya sebelum semuanya terlambat.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Stasiun Bakamla Bali Berikan Pembinaan Rapala

BERITA

Dandim 0613/Ciamis Secara Resmi Buka Kegiatan UMKM Dan Stand Alutsista Tingkat Kabupaten Ciamis Sebagai Wujud Pengembangan Ekonomi Rakyat

BERITA

Gubernur Sumbar Buka Rapat Monev Program Strategis Kementrian Koperasi dan UKM RI Sistem Informasi Data Terintegrasi

ARTIKEL

Sholawatan Gelar Seni dan Budaya Umkm

BERITA

Dandim 1623/Karangasem Tinjau Lokasi TMMD Ke-119 di Dusun Bukit Catu  

ARTIKEL

Rutan Padang Panjang Jalin MoU Dengan BRI

ARTIKEL

WoW! ABM Akan Gelar Demo Kenaikan Tarif Listrik di PLN Batam Jum’at Nanti. Ini Tuntutan Lainnya…

BERITA

Kajati Sumbar Buka Turnamen Badminton