Kejari Padang Bakal Tindaklanjuti Laporan Masyarakat, Dugaan Permainan Pembongkaran Bangunan Cagar Budaya

Padang,sinyalnews.com,- Polemik pembongkaran bangunan Rumah Singgah Bung Karno yang terletak di Jalan Ahmad Yani Nomor 12 telah menyeruak ke permukaan. Bahkan polemik tersebut sudah sampai ke Mendikbud Ristek Nadiem Makarim serta DPR RI.

Menanggapi polemik itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang bakal menindaklanjuti hal tersebut. Apalagi Kejari Padang telah mendapat laporan, bahwa ada dugaan permainan dalam pembongkaran bangunan itu.

“Kami telah mendapat laporan bahwa ada dugaan indikasi kongkalingkong dalam pembongkaran bangunan tersebut. Sebagai indikasi awal, Dinas PUPR Padang malah mengeluarkan Kerangka Rencana Kerja (KRK), sehingga pemilik rumah dengan leluasa membongkar bangunan,” kata Kasi Intel Kejari Padang Afliandi kepada wartawan,Rabu (22/2).

Afliandi pun tak habis pikir, kenapa bisa Pemerintah Kota Padang bisa kecolongan, sehingga Dinas PUPR Padang bisa pula mengeluarkan KRK. Apakah Pemko Padang pura-pura tidak tahu, bahwa bangunan tersebut telah masuk cagar budaya sesuai dengan No. Inventaris 33/BCBTB/A/01/2007. Bahkan bangunan tersebut juga sudah ada Surat Keputusan (SK) Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Padang Nomor 3 Tahun 1998 tanggal 26 Januari 1998 tentang Penetapan Bangunan Cagar Budaya dan Kawasan Bersejarah di Kotamadya Padang.

Baca Juga :  Polres Kebumen Latihan Dalmas Hadapi Pemilu 2024

“Ini janggal menurut kami. Maka dari itu, laporan dari masyarakat akan kami tindaklanjuti sesegera mugkin,” tegasnya.

Sebelumnya, Soehinto Sadikin pemilik bangunan ketika menerima kunjungan Anggota DPR RI Utut Adianto mengklaim tidak mengetahui kalau bangunan ini cagar budaya.

“Bangunan tersebut saya beli dari Andreas Syofiandi. Sebelumnya ini katanya milik pak Fauzi Bahar. Saya tidak tahu juga persisnya. Saya tidak juga mengetahui pewarisan persisnya bangunan ini,” lanjutnya.

Dirinya juga mengklaim sudah mendapatkan izin untuk mengubah bangunan tersebut menjadi restoran. makanya tiga minggu lalu kami robohkan. Kalau tidak dapat izin, mana mungkin berani membongkarnya.

Baca Juga :  Ja'far S.HI Turun Langsung Dengar Keluhan Warga RT 04 RW 05 Sungai Sapih

“Saya akan membangun restoran berdasarkan advice planning atau KRK (surat rekomendasi teknis, red) yang dikeluarkan Dinas PUPR, bahwasanya bangunan ini bisa dijadikan restoran,”ujarnya.

Seperti diketahui, bangunan di Jalan Ahmad Yani nomor 12 tersebut memiliki nilai sejarah. Pada bulan Maret tahun 1942 pernah dipakai sebagai tempat tinggal Soekarno. Saat itu, Belanda takut Soekarno akan dimanfaatkan oleh Jepang yang akan mendarat di Indonesia.

Belanda berencana memindahkan Soekarno dari Bengkulu ke Luar Negeri. Ketika akan diberangkatkan ternyata kapal yang akan memberangkatkannya rusak. Pemerintah Belanda memerintahkan Soekarno dibawa ke Padang dan tinggal dibangunan tersebut. **

Teks Foto: Kasi Intel Kejari Padang Afliandi.

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Di Undang Amsakar, Irwansyah Hadiri Pengukuhan Ribuan Tim Amsakar Achmad

BERITA

Minibus Tabrak Truk Tangki LPG di Cilacap, 2 Orang Luka Luka

BERITA

Warga Apresiasi Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Arjuna Bangun Respek Pengaduan Masyarakat

BERITA

Gebyar Peringatan HAB Kemenag Ke-78 di Kota Padang Diresmikan

ARTIKEL

Gelar Festival Ramadhan Kemenag Padang, Wakil Wali Kota Apresiasi Semangat Berbagi di Bulan Penuh Berkah

ARTIKEL

Tingkatkan Pelayanan, Perumda Air Minum Tirta Serambi Teken Kerja Sama dengan Kejari Padang Panjang

BERITA

Polres Kebumen Lakukan Perjanjian Kerjasama dengan PT Bank Mandiri Persero

ARTIKEL

Danlanud Sultan Hasanuddin  Hadiri Upacara Wing Day Sekbang TNI AU