Home / News

Friday, 27 January 2023 - 16:54 WIB

Rapat Ormas Islam, FMM dan Pemprov Sumbar Bahas Cap Go Meh.

Padang, Sinyalnews.com,- Menyikapi pemberitaan tentang penolakan arak-arakan Cap Go Meh oleh Forum Masyarakat Minang dan Ormas Islam yang ada di Sumatera Barat, Sekda Provinsi Sumbar mengadakan rapat 48 Ormas Islam yang tergabung  FMM, Kamis, (26/1/2023) bertempat di ruang sidang Gubernur lt 2 jalan Sudirman Padang.

 

Hadir dalam pertemuan tersebut,

1. Sekda Prov. SUMBAR.

2. KESBANGPOL SUMBAR.

3. KADIS pariwisata SUMBAR.

4. SKPD

5. Persatuan 48 ORMAS Islam dalam ikatan FMM.

6. Tokoh Masyarakat Adat dan Agama serta Bundo Kanduang

7. Pihak Polresta Padang.

8. Pihak KODIM

9. Tim pers

10. Tim Media non Pers

 

Sekretaris FMM Ustadz Munzir Jalaluddin mengatakan, hasil pertemuan persatuan ORMAS  bersama FMM dengan Pemprov Sumbar menghasilkan beberapa kesepakatan. “Kita minta Pemprov komit dengan kesepakatan yang sudah disepakati” ujar Ustadz Munzir.

Baca Juga :  Menhan Prabowo Gelar Simposium Geopolitik & Geostrategis, Hadirkan Para Praktisi

 

Berikut kesepakatan antara Pemprov Sumbar dengan FMM dan Ormas Islam :

 

1. Pemprov akan mengusahakan pembatalan rute acara pawai Cap Go Meh agar dilaksanakan sebagaimana biasanya di area klenteng saja.

 

2. Anggaran Dana 1M untuk acara tahun baru Imlek sudah dicairkan dan telah terpakai 800 juta dan sisanya 200 juta untuk pawai.

 

3. Kedatangan DUBES China yang diundang akan dibatalkan mengingat situasi yang sedang sensitif soal TKA vs TKI di Morowali.

 

4. Penolakan ORMAS soal rute acara bukan karena anti ras, adat dan agama melainkan agar warga Tionghoa tidak melanggar aturan pelaksanaan ritual ibadah. Sebab ritual itu melibatkan warga yang dilewati maka otomatis akan merusak aqidah Muslim. Jika tetap diadakan demikian berarti hal itu adalah sikap intoleran warga Yionghoa.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 07/ Maos Hadiri Pembentukan Panitia Penjaringan Perangkat Desa Karangreja

 

5. Situasi yang sedang sensitif soal TKA China akan bisa dimanfaatkan oleh oknum provokator yang bisa menimbulkan masalah besar sehingga akan tertuduh orang yang tidak bersalah sebagaimana kasus2 yang terjadi belakangan seperti SAMBO, isu 3000 teroris di SUMBAR dll.

 

Sementara Ustadz Jhoni Al-Annas salah seorang ustadz kondang kota Padang mengatakan, ummat Islam adalah ummat yang paling toleran. “Coba lihat, pernah nggak terdengar ada gesekan antara pribumi dengan warga Tionghoa di Kota Padang?, tanya Uatadz Jhoni.

 

Kita tidak ingin kenyamanan yang sudah tercipta di kota Padang terganggu gara-gara segelintir orang yang tidak bertanggung jawab dengan membuat kericuhan saat perayaan Cap Go Meh, ucap Ustadz Jhoni

 

(Marlim)

 

Share :

Baca Juga

Agama

Menteri Agama RI Apresiasi Walikota Padang

Daerah

Ade Rosda: Yuu At Contempo Dukung Aturan Dan Taat Hukum

Daerah

Babinsa Maos Kidul Koramil 07/Maos Komsos Dengan Gapoktan

Agama

Gugat Presiden Gegara Utang Negara Tahun 1950 : Warga Kota Padang Menang Lagi di Pengadilan Tigggi Padang

Agama

Milad 1 Komunitas Ta’awun Tabek”Dengan Izin Allah Komunitas Ta’awun Tabek Turut Memerangi Riba”

Budaya

Petani Pengolah Gambir dikenalkan Produk Turunan Gambir

Budaya

Kepada Para Caleg yang Pernah Menjadi Mantan Narapidana : Kejari Padang Buka Layanan Pembuatan Surat Keterangan Catatan Pidana

Agama

Polda Jateng Siap Amankan Bigmatch PSIS Semarang vs Persebaya Surabaya