Kadisnakerin Kota Padang Launching Produk Matching Fund Unand Rendang Kekinian Berkolaborasi dengan IKM Sentra Rendang Padang

Kadisnakerin Kota Padang Launching Produk Matching Fund Unand Rendang Kekinian Berkolaborasi dengan IKM Sentra Rendang Padang

 

Padang, Sinyalnews.com,- Sudah menjadi hal umum jika kelezatan rendang dikenal hingga mancanegara. Bahkan, belum lama ini makanan khas Sumatera Barat ini masuk dalam program Rendang Goes to Europe.
Produk Rendang Kekinian dilaunching di XD House Cafe Sawahan Padang, Kamis (29/12/2022) oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Industri Kota Padang Dian Fakhri

Ketua Matching Fund Universitas Andalas Padang Dr, Rusmana Ningrat dalam laporannya mengatakan, tujuannya adalah untuk mengangkat citra kuliner nusantara ke tingkat dunia. “Selain rendang secara umum, kita ingin rendang dalam cita rasa yang lain, sehingga dengan olahan rendang kekinian, rendang akan diterima oleh seluruh lapisan” ujar Pak Oz panggilan Rusmana Ningrat.

Pak Oz menjelaskan, launching produk Rendang kekinian diluncurkan di cafe karena cafe merupakan tempat berkumpulnya anak-anak milenial, sehingga diharapkan rendang akan menjadi makanan atau menu utama di Cafe-cafe.

Baca Juga :  Ditemukan Sesosok Mayat Perempuan di Pinggir Jalan By Pass Batipuh Panjang

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Industri Kota Padang Dian Fakhri dalam sambutannya meminta agar Matching Fund Unand tak lupa menggaet stakeholder khususnya para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Sumatera Barat guna bersama-sama menyiapkan rantai pasok mulai dari bumbu-bumbu, packaging, hingga santan sebagai salah satu bahan utama pembuatan rendang khas Minang dalam menduniakan rendang, juga termasuk di Eropa.

“Alhamdulillah, ini bisa dijelaskan. Ini akan menimbulkan suatu antusiasme kebangkitan rendang Minang dengan tujuan agar rendang bukan saja dinikmati oleh orang minang saja, akan tetapi oleh masyarakat Indonesia bahkan mancanegara” harap Dian Fakhri.

Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang Rina Melati dalam sambutannya mengatakan, rendang adalah kuliner paling terkenal di Indonesia bahkan di dunia,” tuturnya.
“Bali sebagai destinasi paling terkenal di Indonesia dikenal dunia. Kita bisa berkolaborasi untuk memasarkan rendang di Pulau Dewata Bali untuk menghadirkan suatu momentum kebangkitan ekonomi kita, juga bagian dari tantangan ekonomi baru,” kata Rina

Baca Juga :  Karang taruna kusuma bakti gerak cepat Lakukan penambah1unit armada Penyiraman Jalan

Selanjutnya menurut Rina, pihaknya akan menghimbau para pengusaha hotel agar rendang dijadikan menu utama untuk makan tamu-tamu hotel.

Sementara Ketua Koperasi Karya Taman Mandiri Syariah Desemberius, menyambut baik di launchingnya produk rendang kekinian. “Ini merupakan cita-cita kami anggota koperasi Taman Syariah Mandiri agar rendang mempunyai beberapa varian yang bisa diterima oleh segala lapisan” ujar Desemberius.

Desemberius berharap dengan di Launchingnya Produk Rendang Kekinian, maka diharapkan rendang bisa menjadi menu utama di Cafe-cafe tempat nongkrong para anak muda” ujarnya.

Diakhir acara, diadakan acara Talkshow dan Launching produk rendang produksi Sentra Rendang Padang. Masing-masing peserta yang hadir di persilakan mencicipi varian produk seperti burger, sosis, nugget dan salami dari bahan rendang.

(Marlim)

Share :

Baca Juga

BERITA

Wagub Audy dan Gapopin Sumbar Buka Pemeriksaan Mata dan Bagikan 300 Kacamata Gratis untuk Masyarakat Mentawai

BADAN NEGARA

Keaktifan Masyarakat Keposyandu Modal Penurunan Stunting

BERITA

Rekreasi 2023 Indofood CBP Berlangsung Meriah dan Seru

ARTIKEL

Ketua PP Pertina Mayjen Komarudin Simanjuntak Lantik Efendi Sebagai Ketua Pengprov Pertina Sumbar

BERITA

Silaturahmi dengan Kaops NCS Polri, UAS Serukan Masyarakat Jaga Ketertiban Jelang Pemilu

BERITA

Menhan Prabowo Kunjungi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Bahas Pengembangan Rudal Anti Pesawat Terbang

BERITA

Lantik Pj Wako Padang Panjang dan Pj Wako Pariaman, Gubernur Mahyeldi Ingatkan Soal Koordinasi dan Netralitas ASN

DAERAH

*Jum’at Sedekah Polresta Cilacap Kumpulkan Donasi Bantu Biaya Pengobatan dan pemulihan Korban Perundungan*