Home / ARTIKEL / BADAN NEGARA / BERITA / BUDAYA / BUMN / DAERAH / EKONOMI / INTERNASIONAL / MAKANAN / NASIONAL / PERISTIWA / TINDASAN PENA / UMKM

Saturday, 17 December 2022 - 06:38 WIB

Derita Nenek Bian Umur 82 Tahun. Tidak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah Meski Berhak.

Derita Nenek Bian Umur 82 Tahun. Tidak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah Meski Berhak.

 

Padang, Sinyalnews.com,- Penyaluran bansos kenaikan harga BBM atau BLT BBM dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Kelurahan Bungus Timur Kecamatan Bungus Teluk Kabung, benar-benar tidak tepat sasaran. Dari investigasi Sinyalnews.com dilapangan, Jumat (16/12/2022) banyak warga yang sepatutnya menerima bantuan, justru tidak menerima.

Seperti nenek Bian (82), meski sudah tua renta dan hidup sebatang kara, akan tetapi sampai sekarang nenek Bian tidak pernah tersentuh oleh yang namanya bantuan pemerintah. Dengan umur yang sudah uzur, pekerjaan apa yang bisa dikerjakan oleh nenek Bian. Tapi untungnya para tetangga berbaik hati dengan bergiliran membantu memberikan makanan, sehingga nenek Bian masih bertahan hidup sampai sejarang.

Menurut Lidya (34), yang juga warga miskin yang tidak menerima bantuan, hidup nenek Bian bergantung kepada belas kasihan tetangga. “Hidup saya susah pak, akan tetapi lebih kasihan lagi melihat nasib nenek Bian” ujar Lidya.

Baca Juga :  Kapten Asep Zaenal : Semangat Bukan Hanya Untuk Para Prajurit di Medan Perang

Wanita 3 anak ini mengatakan, di wilayah dia ini, yang mendapat BLT dan PKH orang-orang mampu, justru orang yang benar-benar miskin tidak tersentuh oleh bantuan. “Bahkan ada seorang guru SD juga masuk dalam DTKS, dan selalu mendapat bantuan dari pemerintah” ucapnya.

Pegiat sosial dari kelurahan Bungus Timur Syahrial prihatin melihat kondisi masyarakat di sekelilingnya. “Kasihan pak, melihat nasib mereka” ujar Syahrial. Ketika diberitahu kepada Lurah Bungus Timur tentang hal yang sebenarnya, justru orang tersebut dianggap pengacau.

“Bapak Frengki, seorang Ketua RT, justru dibilang oknum oleh lurah, dan dibilang pengacau” kata Syahrial. Dan anehnya lagi kata Syahrial, ketika berita tentang warga tersebut keluar di media, besoknya warga tersebut langsung ada kartu merah tanda dia memang sebagai penerima bantuan. Seperti pak Kamar dan 3 orang lainnya, sekarang mereka sudah menerima bantuan begitu diberitakan. “Aneh kan, kok begitu cepat keluarnya. Berarti selama ini pak Kamar memang menerima bantuan, tapi entah siapa yang mengambil.” ujar Syahrial.

Baca Juga :  Bidik Gelar Juara, Edy Oktafiandi Lepas Kontingen Porsadin Kota Padang ke Tingkat Sumbar

Terpisah, anggota DPRD Prov Sumbar Gustami Hidayat mengatakan sangat geram mendengar kejadian tersebut. “Tidak benar itu, itu namanya zolim” ujar Gustami.

Gustami Hidayat mendesak pemerintah Kota Padang agar menindak oknum pejabat yang bermain dalam hal ini. “Kapan perlu pecat pejabat tersebut” ucap Gustami kesal

(Marlim)

 

 

Share :

Baca Juga

BUDAYA

Novrial Pimpin Pemotongan Hewan Qurban Dalam Rangka Hari Raya Idul Adha 1445 H di Disperindag Sumbar

ARTIKEL

Dandim 0736/Batang Berikan Beasiswa Kepada Anak Prajurit Berprestasi

ARTIKEL

Manunggal Air Bersih Menjadi Program Tambahan di TMMD Reguler Ke – 121 Kodim 0736/Batang

BERITA

Sangat Bermanfaat! Bus Gratis Verry Mulyadi Hadir Pertahankan Eksistensi Adat Minangkabau

BERITA

Wisatawan Hilang Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Laguna Mirit 

BERITA

Mursalim Dilantik Jadi Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar

BERITA

Kapolres Pekalongan Cek Kesiapan Jaga Tahanan

ARTIKEL

Gubernur Sumbar Kukuhkan Pengurus Jambak Family Saiyo dan Koperasi JFS Periode Baru