Hari kedua Penataran, PSTI Sumbar Menghadirkan Konsultan Nasional Pelatihan Sepaktakraw (T2)

Padang, Sinyalnews.com,- Di hari ke dua Penataran pelatih Sepaktakraw T2 se Sumatera Barat , Pengprov PSTI Sumbar dibawah Ketum Ermizen S.Pd mendatangkan Narasumber terbaik dari kalangan akademisi dan praktisi olah raga sepak takraw. Dihari pertama teori yang disampaikan Psikologi Olahraga Narasumber dari Bapak Prof.Dr.Tjung Haw Sin, M.Pd, Kons ahli Konsultan Olahraga Nasional.

Beliau menyampaikan 3 M (Menghargai, Melayani, Memaafkan) Sehingga Sukses Diri Pelatih, Sukses Lingkungan Pelatih, dan Sukses Karier Pelatih sehingga kita sama sama sukses.

Sukses Atlet = Sukses Pelatih” dapat disimpulkan bahwa kesuksesan adalah semua milik orang. Jadi sebagai pelatih ataupun atlet, harus memiliki “mental kaya akan menuju sukses. Akan tetapi jika memiliki mental miskin akan timbul kegagalan.

Selanjutnya Perof, Dr, Tjung Sin, M.Pd juga menyajikan materi Teori Kepelatihan Olahraga. “Pengalaman sebagai coach Sepakbola di Liga Semen Padang dan PSP Padang seorang pelatih Harus Banyak menguasai Ilmu Sportscience, tidak cukup ilmu kecabangan saja, jika tidak kita akan ketinggalan informasi dan hal-hal terbaru.

“Seperti saat ini, selain ilmu melatih sekarang Ilmu IT dan Teknologi keolahragaan juga sangat penting,” ujarnya. Selanjutnya menjadi pelatih “art and science” (ilmu dan seni) dalam melatih kita akan menjadi seorang pelatih.

Baca Juga :  Niniak Mamak Silungkang Sepakat Tidak Memihak Caleg Tertentu Pada Pemilu 2024

Selanjutnya materi Fisiologi Olahraga yang disampaikan okeh Dr. Padli, S.Si, M.Pd. Dalam paparannya, Dr, Padli menyampaikan bahwa, Fisiologi dalam olahraga sangat penting sekali karena Fisiologi adalah ilmu Faal yang mempelajari fungsi organ tubuh manusia (atlet) yang terdiri dari Fisioligi sel, pencernaan, itot, organ, Sirkulasi, pernafasan, ekresi dan reproduksi, karena objek yang akan kita latih adalah manusia (atlet) pungkasnya.

“Terkhusus di sepaktakraw membutuhkan sistem energi dalam aktifitas fisik olahraga,” pungkas Dr, Padli yang dulu berposisi sebagai tekong.

Pada sesi berikutnya, giliran pelatih nasional dari Sumatera Barat Coach Rudi Calces, S.Si, M.M yang pernah mendampingi Tim di Oman pada Asian Beach Games (ABG). Pada materi Program latihan beliau menyampaikan pengalaman dan lika-liku menjadi pelatih. Ada hal yang menyentuh bagi peserta “Saya sukses karena menjadi pelatih sepaktakraw” sehingga saya di angkat menjadi ASN di Dispora Sumbar”, ujar Kasi UPTD PPLP Dispora Sumbar ini.

Baca Juga :  Tidak Semua Partai Mendaftarkan Calegnya ke KPU

“Sepaktakraw tidak akan terlupakan dalam kehidupan saya” ujar coach Rudi Calces. Yang terpenting bagi seorang pelatih adalah mempersiapkan program latihan, baik itu Persiapan Umum, Persiapan khusus, Pra Kompetisi Dan Kompetisi Utama dan transisi, baik itu masa macro cycle, messo cycle, micro cycle dan myo cycle.

Menurut Rudi Calces, selama periodesasi latihan, perlu diisi dengan latihan fisik, teknik, taktik dan mental. Selanjutnya pemateri didampingi sama coach Syahril Bais membuka sesi diskusi dan sharing dengan berbagi pengalaman serta menyampaikan hal perlu dan penting buat seorang pelatih.

“Kita adalah seorang arsitek olahraga, oleh sebab itu kita harus tahu apa yang mesti kita dahulukan dan kita kerjakan dan berapa lama harus kita siapkan atlet ini, sehingga kita tidak mereka-reka dan mengambang dalam nenyajikan latihan untuk setiap minggu (micro) latihan,” ujarnya.

 

(SB)

Share :

Baca Juga

BERITA

Dalam Sehari Tim Karango Polres Padang Panjang Tangkap 5 Pelaku Ganja

ARTIKEL

Panglima TNI Terima Audiensi dari Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR

BERITA

MK Selenggarakan Bimtek Hukum Acara Perselisihan Hasil Pemilu

ARTIKEL

Dukung  Misi Kemanusian Palestina, Hercules C130J Tiba Di Jordania 

BERITA

Wujud Kepedulian Kapolri ke Masyarakat, 2 Ribu Bansos Disebar ke Warga Jakarta Utara

ARTIKEL

Kejagung Memeriksa 1 Orang Saksi Terkait Perkara PT. Waskita Karya

ARTIKEL

Cilacap Gempar ditemukan sesosok Mayat Di Sungai Serayu

BERITA

Setelah Viral di Media Online, Akhirnya Nayla Sabrina Tosa Bisa Sekolah di SMP 22 Padang