Home / SEPAK BOLA

Saturday, 19 September 2026 - 00:19 WIB

Dari Ketelitian Kata ke Ketepatan Bidikan, Sumbar Berjaya di Kota Lancang Kuning

Screenshot

Screenshot

Dari Ketelitian Kata ke Ketepatan Bidikan, Sumbar Berjaya di Kota Lancang Kuning

PEKANBARU.Sinyalnews.com— Seorang wartawan terbiasa berhitung sebelum menulis. Ia harus teliti membaca fakta, cermat memilih kata, fokus menggali informasi, dan hati-hati mengambil kesimpulan. Sebab satu kata yang keliru dapat mengubah makna sebuah berita.

Di meja biliar, prinsip serupa bekerja dalam bahasa yang berbeda.

Sebelum stik menyentuh bola putih, seorang pemain harus membaca meja, menghitung sudut, mengukur tenaga pukulan, memperkirakan arah bola, sekaligus memikirkan posisi untuk bidikan berikutnya.

Sedikit saja keliru, peluang bisa berpindah.

Di sanalah jurnalistik dan biliar bertemu, keduanya membutuhkan ketelitian, konsentrasi, insting, dan ketenangan dalam mengambil keputusan.

Filosofi itu terasa dalam National Open PWI Kota Pekanbaru 2026, ajang biliar yang mempertemukan para wartawan dari berbagai daerah di Indonesia di Golden Break, Pekanbaru, Riau.

Bukan sekadar pertandingan untuk memasukkan bola ke lubang. Di balik setiap pukulan ada perhitungan. Di balik setiap kemenangan ada kemampuan menjaga fokus ketika tekanan datang.

Perjalanan menuju podium pun tidak berlangsung mudah.

Dalam pertandingan, Paulhendri dari Sumatera Barat, Padang Panjang, sempat tertinggal cukup jauh. Situasi itu membuat peluang kemenangan berada dalam tekanan.

Namun pertandingan belum selesai.

Ia memilih tidak larut dalam ketertinggalan. Permainan kembali dibaca. Strategi disusun. Fokus dikembalikan. Setiap bola dibidik dengan lebih tenang dan penuh perhitungan.

Baca Juga :  Dipicu Provokator, Bentrok di Rempang Pecah, Polisi Kejar Pelaku

Satu demi satu peluang dimanfaatkan.

Ketertinggalan perlahan dipangkas hingga permainan berbalik. Dari posisi tertekan, Paulhendri akhirnya mampu membalikkan keadaan dan melangkah ke partai puncak.

Final mempertemukan Paulhendri dari Sumatera Barat, Padang Panjang, dengan Wndang dari Batam, Kepulauan Riau.

Dua pemain. Dua daerah. Satu meja.

Pada fase inilah ketenangan kembali diuji.
Setiap kesalahan menjadi mahal. Setiap kesempatan harus dimanfaatkan. Tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis; pemain juga harus mampu mengendalikan emosi dan membaca momentum.

Hingga akhirnya, pertarungan itu menemukan pemenangnya.
Paulhendri keluar sebagai juara.

Selebrasi kemenangan pun pecah di Golden Break, Pekanbaru.
Tetapi cerita Sumatera Barat tidak berhenti pada podium pertama.
Posisi juara tiga juga diraih pemain asal Sumatera Barat, Padang Panjang.

Dengan demikian, Sumatera Barat mencatatkan hasil yang menonjol dalam ajang tersebut: gelar juara dan posisi ketiga sama-sama dibawa pulang ke Padang Panjang.

Dari tanah Minangkabau, mereka datang ke Kota Lancang Kuning bukan hanya membawa nama daerah, tetapi juga membawa semangat persaudaraan sesama wartawan.

Kemenangan itu sekaligus memberi warna pada ajang National Open PWI Kota Pekanbaru 2026, yang mengusung semangat “Dari Pekanbaru Untuk Nusantara , Satu Meja Sejuta Saudara.”

Baca Juga :  Wirid Mingguan Dinas Perindag Prov Sumbar

Sebab pada akhirnya, pertandingan ini bukan hanya soal siapa yang paling banyak memasukkan bola.

Ada pelajaran yang jauh lebih sederhana.

Seperti wartawan yang harus berpikir sebelum menulis, pemain biliar harus berpikir sebelum membidik.

Wartawan tidak boleh gegabah memilih kata. Pemain biliar tidak boleh gegabah memilih pukulan.

Keduanya sama-sama membutuhkan fokus.
Keduanya membutuhkan insting.

Dan keduanya harus memahami bahwa satu keputusan kecil dapat menentukan hasil akhir.

Paulhendri mungkin sempat tertinggal di meja pertandingan. Tetapi ia menunjukkan bahwa ketertinggalan bukanlah akhir selama konsentrasi belum runtuh dan pertandingan belum selesai.

Dari sebuah meja biliar di Pekanbaru, cerita itu akhirnya menjadi milik Sumatera Barat.

Juara satu dan juara tiga dari Padang Panjang.

Sumbar berjaya di Kota Lancang Kuning.
Bukan hanya karena bola terakhir berhasil masuk ke lubang, tetapi karena di balik kemenangan itu ada ketelitian membaca permainan, keberanian mengambil keputusan, kesabaran menunggu momentum, dan kemampuan bangkit ketika keadaan belum berpihak.

Di ruang redaksi, ketepatan melahirkan berita.
Di meja biliar, ketepatan melahirkan kemenangan.

Dan di Pekanbaru, keduanya bertemu dalam satu meja, dalam satu persaudaraan.Satu meja. Sejuta saudara.(php)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Diduga Perjudian, Polisi Diminta Segera Tertibkan KIM Zone Mitra Mall Batu Aji

ARTIKEL

Wakil Menteri Agama RI, Apresiasi dan Serahkan Sertifikat Padang Sebagai Kota Wakaf

ARTIKEL

Rusma Yul Anwar Bupati Pesisir Selatan dicopot Dari Jabatannya. Ada Apa???

ARTIKEL

Pelepasan Anggota Koramil 07/ Maos Kodim 0703/ Cilacap Yang Masuk MPP

ARTIKEL

Kakan Kemenag Kota Padang, Terima Kunjungan Tim Penilaian Internal Pilot Project WBK Kemenag RI

ARTIKEL

Satgas TMMD Ke 121 Terus Kerahkan Dump Truck Kerjakan Penimbunan Jalan

BERITA

*Meriahkan HUT TNI Ke 78, Yonkav 5/DPC Gelar Donor Darah, Baksos Dan Pengobatan Gratis*

ARTIKEL

Subuh Mubarakah, Fadly Amran Calon Wali Kota Padang Ajak jemaah Masjid Raya Pasa Gadang Kuatkan tali silaturahmi