PADANG PANJANG, SINYALNEWS.COM — Pemerintah Kota Padang Panjang kembali memperlihatkan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan terbaik bagi masyarakat melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang berlangsung di Balai Kota, Selasa (31/3).
Forum strategis ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, namun telah menjelma sebagai penggerak utama dalam menetapkan prioritas pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Musrenbang kali ini menghadirkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari unsur Forkopimda, anggota DPRD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan OPD. Kehadiran mereka menjadi bukti kuat bahwa pembangunan Padang Panjang disusun secara kolaboratif dan transparan.
Wali Kota Hendri Arnis membuka kegiatan tersebut dengan penuh optimisme. Ia menegaskan bahwa Musrenbang harus menghasilkan kebijakan unggulan yang membawa Padang Panjang ke level pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Hendri menyampaikan bahwa setiap aspirasi masyarakat wajib menjadi perhatian utama Pemko. Setiap usulan harus diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat menyeluruh.
“Musrenbang bukan formalitas. Ini forum besar penentu masa depan kota. Setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan harus kembali sebesar-besarnya kepada masyarakat,” ujar Hendri dengan tegas.

Ia menambahkan bahwa kondisi kota pascabencana memerlukan penanganan terintegrasi melalui program pemulihan yang terukur dan berkesinambungan.
Pemko pun memperkuat pembangunan adaptif yang responsif terhadap berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim, mobilitas penduduk, dan dinamika sektor ekonomi.
Di sektor pendidikan, Hendri kembali menegaskan bahwa Padang Panjang harus tampil sebagai pusat pendidikan berkualitas di Sumatera Barat. Ia menyampaikan bahwa Pemko telah membuka ruang bagi hadirnya lebih banyak perguruan tinggi di kota itu.
Program unggulan seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda menjadi bukti nyata bagaimana Pemko tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, namun juga kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan daya saing daerah di masa mendatang. Karena itu, sektor pendidikan kembali menjadi prioritas utama dalam RKPD.
Pada bidang pariwisata, Pemko merencanakan revitalisasi besar-besaran terhadap Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM). Destinasi ini akan ditata ulang menjadi ikon budaya modern yang menarik wisatawan.
Revitalisasi tersebut diharapkan mampu menguatkan posisi Padang Panjang sebagai kota budaya serta meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan.

Di sektor ekonomi masyarakat, Pemko merancang pembangunan gedung parkir modern di kawasan Pasar Pusat untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan memperkuat aktivitas perdagangan.
Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pasar merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pedagang dan pelaku UMKM agar semakin berkembang.
Berbagai masukan dari Musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan dijadikan dasar utama dalam penyusunan RKPD. Menurut Hendri, kebijakan yang baik harus berakar pada suara masyarakat.
Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Sumatera Barat, Dina Febriyanti, turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi Pemko dalam membangun perencanaan berkualitas dan berorientasi hasil.
Dina menyebut Padang Panjang memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi, terutama di sektor perdagangan eceran yang terus menunjukkan tren positif.
Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah provinsi dan Pemko agar seluruh program pembangunan berjalan efektif dan memberi dampak luas bagi masyarakat.
Kepala Bidang Perencanaan Makro, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Bappeda, Sri Endang Mulyati, turut menyampaikan tahapan panjang Musrenbang yang telah melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Ia menjelaskan bahwa proses Musrenbang dimulai dari penjaringan aspirasi kelurahan hingga pembahasan sektoral tingkat kota untuk menjaga keselarasan program.
Sri Endang menegaskan bahwa RKPD akan menjadi acuan penting dalam penganggaran, pelaksanaan, pengendalian, hingga evaluasi pembangunan daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa prioritas pembangunan mendatang mencakup peningkatan layanan publik, penguatan ketahanan kota, serta percepatan pemulihan ekonomi dan sosial pascabencana.
Musrenbang tahun ini diharapkan melahirkan kesepakatan strategis yang memperkuat arah pembangunan Padang Panjang di masa depan.
Dengan dukungan penuh dari DPRD, pemerintah provinsi, serta seluruh komponen masyarakat, Pemko optimistis mampu mempercepat kemajuan kota secara berkelanjutan.
Momentum Musrenbang ini juga menjadi penanda bahwa perencanaan pembangunan Padang Panjang semakin matang, terarah, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Pada akhirnya, melalui perencanaan yang terukur dan berbasis kebutuhan warga, Padang Panjang diproyeksikan dapat berkembang menjadi kota kecil yang modern, tangguh, dan memiliki daya tarik ekonomi yang kuat. (Paul)














