Padang Panjang,Sinyalnews.com-Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang tahun 2025 mencatat sejarah tersendiri. Di tengah dinamika organisasi pers yang kerap diwarnai perbedaan pandangan, Padang Panjang justru menampilkan wajah demokrasi yang matang, dewasa, dan bermartabat.
Supriyanto resmi terpilih dan dipercaya sebagai Ketua PWI Padang Panjang periode 2026–2029. Meski tampil sebagai calon tunggal, proses pemilihan tetap dilaksanakan secara penuh, terbuka, dan demokratis, layaknya sebuah pemilu, dengan menghadirkan lawan kotak kosong. Seluruh tahapan dijalankan sesuai aturan organisasi, menegaskan bahwa legitimasi kepemimpinan lahir dari proses, bukan semata jumlah calon.
Dalam sambutannya, Supriyanto menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya adalah amanah besar yang harus dijaga dengan integritas.“Kepercayaan ini bukan kemenangan pribadi, melainkan amanah organisasi. Meski calon tunggal, proses pemilihan tetap dijalankan secara demokratis dan bermartabat. Ini menunjukkan PWI Padang Panjang menjunjung tinggi aturan dan etika organisasi,” ujar Syupriyanto

Ia menambahkan, tantangan pers ke depan semakin kompleks, sehingga soliditas internal dan profesionalisme menjadi kunci utama.“Kami berkomitmen menjaga soliditas internal, memperkuat profesionalisme wartawan, serta memastikan PWI Padang Panjang tetap independen, kritis, namun konstruktif dalam mengawal kepentingan publik,” tegasnya.
Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, memberikan apresiasi khusus terhadap proses pemilihan yang berlangsung di Padang Panjang. Menurutnya, mekanisme aklamasi yang tetap melalui pemungutan suara merupakan fenomena langka.
“Aklamasi seperti ini, yang tetap dijalankan dengan mekanisme pemilihan lengkap dan melawan kotak kosong, sejauh ini hanya ada di Padang Panjang. Ini menunjukkan kedewasaan berorganisasi dan komitmen terhadap demokrasi,”kata Widya Navies.
Dukungan dan harapan juga datang dari Pemerintah Kota Padang Panjang. Wali Kota Padang Panjang menilai keberadaan pers sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
“Pers memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah. Kami berharap PWI Padang Panjang terus menjaga independensi, menyampaikan kritik yang membangun, serta menjadi penyejuk di tengah masyarakat,” ujar Wali Kota.
Sementara itu, Dandim 0307/Tanah Datar memberikan pesan khusus kepada insan pers agar senantiasa berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Wartawan harus sangat berhati-hati. Jangan sampai menyampaikan berita palsu. Hadis saja ada yang palsu, apalagi berita. Karena itu, penting bagi wartawan untuk selalu melakukan verifikasi dan menjunjung tinggi etika jurnalistik,” tegas Dandim.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya peran pers yang bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi dan maraknya disinformasi. Hal senada disampaikan Kapolres Padang Panjang, yang menilai kritik pers sebagai bagian penting dari demokrasi. “Kami menghormati kebebasan pers. Kritik adalah vitamin bagi kami, selama disampaikan secara objektif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dari unsur penegakan hukum, Kajari Padang Panjang berharap kepengurusan baru PWI mampu memperkuat peran pers dalam edukasi hukum kepada masyarakat. “Pers memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi hukum. Sinergi yang sudah terjalin baik selama ini diharapkan dapat terus diperkuat,” katanya.
Konferensi PWI Padang Panjang 2025 dihadiri langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang Panjang, Kapolres Padang Panjang, Dandim 0307/Tanah Datar, Kajari Padang Panjang, rombongan PWI Tanah Datar, serta jajaran PWI Sumatera Barat. Turut hadir Ketua PWI Sumbar Widya Navies, bersama Abi, Zul Efendi, dan Sawir Pribadi.
Konferensi ini tidak sekadar memilih ketua, tetapi menegaskan satu nilai penting: demokrasi organisasi hidup dari kejujuran proses dan kepercayaan bersama. Terpilihnya Supriyanto menjadi penanda babak baru bagi PWI Padang Panjang,menjaga marwah pers, merawat soliditas, dan tetap berdiri tegak sebagai pilar demokrasi di Kota Serambi Mekkah.(paulhendri)














