Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Friday, 10 April 2026 - 23:17 WIB

Serambi Mekkah atau Sekadar Label?”

Di Padang Panjang, mimpi lama menjadikan Masjid Agung Manarul Ilmi sebagai destinasi wisata religi kembali dihidupkan. Dilantik oleh Hendri Arnis, pengurus BPIC di bawah komando Allex Saputra kini diuji: menghadirkan masjid sebagai pusat peradaban, atau berhenti pada seremoni.

PadangPanjang,Sinyalnews.com-Jumat, 2 April 2026, udara dingin menyelimuti kawasan Islamic Center di Koto Katiak. Di bawah kubah Masjid Agung Manarul Ilmi, pelantikan pengurus BPIC berlangsung khidmat. Namun suasana hari itu menyimpan lebih dari sekadar seremoni. Ia seperti membuka kembali lembar lama—tentang sebuah cita-cita yang pernah digagas, lalu sempat tenggelam dalam rutinitas.

Masjid ini bukan bangunan biasa. Ia lahir dari visi besar pada masa kepemimpinan Hendri Arnis: menjadikannya pusat aktivitas keagamaan sekaligus destinasi wisata religi. Sebuah gagasan yang, kala itu, terdengar menjulang. Tetapi seperti banyak mimpi pembangunan lainnya, waktu kerap mengikis arah, menyisakan simbol tanpa gerak.

Kini, arah itu coba dipulihkan.

Di bawah kepemimpinan Allex Saputra,seorang yang ditempa dari tradisi Pesantren Canduang, BPIC tidak dibentuk sebagai struktur kosong. Komposisinya lintas unsur: ulama, pengusaha, insan media, tokoh masyarakat, pimpinan Majelis Ulama Indonesia Padang Panjang, hingga anggota DPRD. Di atas kertas, ini adalah orkestrasi yang nyaris ideal.

Baca Juga :  Hendri Arnis Lakukan Audensi Bersama Wali Murid ,Terkait Kegagalan SPMB SMA

Namun sejarah mengajarkan: kekuatan struktur tidak selalu berbanding lurus dengan hasil.

Di dalam barisan itu, hadir sosok seperti Syeh Yunus, figur yang menjadikan dakwah sebagai jalan hidup. Baginya, masjid bukan tempat eksklusif. Ia harus terbuka, menyentuh siapa saja, tanpa memandang latar belakang. Sebab ukuran di hadapan Tuhan bukan jabatan, melainkan ketakwaan.

Gagasan itu kini mulai diturunkan ke dalam langkah-langkah konkret. Rapat-rapat digelar di lantai dasar masjid,sederhana, tanpa kemewahan. Dari ruang itu, BPIC merancang bagaimana Islamic Center tidak hanya ramai pada momen tertentu, tetapi hidup setiap hari. Kajian, pembinaan umat, keterlibatan masyarakat, hingga penguatan citra sebagai destinasi religi mulai dibicarakan serius.

Tetapi di sinilah ujian sesungguhnya.

Wisata religi bukan soal label. Ia bukan sekadar baliho atau agenda seremonial yang ramai sesaat. Ia menuntut konsistensi: kebersihan yang terjaga, program yang berkelanjutan, pelayanan yang tulus, dan yang paling penting,kehadiran ruh yang membuat orang merasa terhubung.

Padang Panjang sebenarnya tidak kekurangan modal. Kota ini telah lama dikenal sebagai pusat pendidikan Islam. Tradisi keilmuan tumbuh dari surau-surau, dari lembaga pendidikan, dari denyut kehidupan masyarakat yang lekat dengan nilai agama. Modal sosial dan kultural itu ada,bahkan kuat.

Baca Juga :  Apel Pagi Salah Satu Ajang Informasi dan Sarana Membangun Komitmen Serta Disiplin Pegawai

Namun modal tanpa pengelolaan hanya akan menjadi cerita lama.

BPIC kini berdiri di titik krusial: antara menghidupkan kembali identitas kota, atau membiarkannya tetap menjadi slogan yang perlahan kehilangan makna. Sebab publik hari ini tidak lagi mudah diyakinkan oleh simbol. Mereka menuntut bukti,yang terasa, yang terlihat, yang konsisten.

Pelantikan telah selesai. Struktur telah terbentuk. Dukungan lintas sektor telah dirangkul. Kini yang tersisa adalah kerja.!

Kerja yang mungkin tidak selalu terlihat. Kerja yang tidak selalu mendapat sorotan. Kerja yang justru diuji pada hari-hari biasa,ketika masjid harus tetap hidup, meski tanpa kamera, tanpa tamu kehormatan, tanpa seremoni.

Dari lantai dasar itu, sebuah ikhtiar sedang dimulai. Pelan, tetapi membawa beban harapan yang besar. Dan seperti semua upaya yang menyangkut iman dan kota, waktu akan menjadi hakim paling jujur: apakah Masjid Agung Manarul Ilmi benar-benar hidup sebagai pusat peradaban, atau sekadar berdiri megah,tanpa denyut.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Kajari Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kasus Panjat Tebing   

BERITA

Bupati Hamsuardi Lantik Bamus Nagari Ujung Gading, Bamus Nagari Tampus Damai Ujung Gading dan Bamus Nagari Situak Ujung Gading 

ARTIKEL

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Pentingnya Keselamatan bagi Para Pekerja dan Terus Memantau Perusahaan yang Mempekerjakan Anak

BERITA

Wakasatgas Pamwil Ops Aman Bacuya 2023; Ribuan Personel Kepolisian Siap Amankan 16 Besar Piala Dunia U-17 di Manahan

ARTIKEL

Jadi Irup di SMK Muhammadiyah Kajen, Kapolres Tegaskan Tidak Boleh Terjadi Perundungan di Lingkungan Pelajar

ARTIKEL

Satgas Yonif 715/Motuliato Giatkan Program Ketahanan Pangan di Perbatasan

BERITA

Dua Taruna Akpol Harumkan Nama Indonesia Lewat Karya Ilmiah

ARTIKEL

Sub Satgas Pemberantasan Penyelundupan TNI: Tim F1QR Lantamal XII Gagalkan Penyelundupan Ballpress Ilegal di Pelabuhan Dwikora Pontianak