Bukittinggi,Sinyalnews.com-Bukittinggi kembali menaruh harapan besar pada sosok yang telah lama menjadi motor penggerak dunia drumband di kota itu. Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Drumband Indonesia (PDBI) Kota Bukittinggi masa bakti 2025–2029 yang digelar di Kantor PDBI, Jalan Veteran Simpang Jirek, Rabu (19/11), menetapkan M. Nur Idris sebagai ketua secara aklamasi. Tidak ada perdebatan panjang, seluruh peserta Muskot seolah sepakat bahwa kepemimpinan Idris masih menjadi energi terbaik bagi perkembangan drumband Bukittinggi ke depan.
Muskot dibuka langsung oleh Ketua KONI Bukittinggi, Hendra Hendarmin, dan dihadiri perwakilan drumband dari berbagai tingkatan sekolah,mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA. Keputusan aklamasi menjadi cermin kepercayaan tinggi terhadap sosok yang selama ini dikenal konsisten membina generasi muda melalui kegiatan drumband.
Kepercayaan yang Terbangun dari Konsistensi

Periode sebelumnya yang dipimpin Idris dinilai sukses mendorong partisipasi unit-unit drumband dalam berbagai kejuaraan, memperluas jejaring antar sekolah, dan mencetak atlet-atlet drumband yang berprestasi. Tidak heran bila kehadirannya masih dianggap sangat dibutuhkan.
“Semoga dengan terpilihnya kembali M. Nur Idris, suasana drumband bisa hidup kembali di sekolah-sekolah,” ujar Feri Yanti, pembina drumband SMP 3 Bukittinggi.
Hal senada disampaikan Dina Astuty, pembina drumband SMP 7 Bukittinggi, yang berharap hadirnya kembali kompetisi sebagai ruang pembinaan yang lebih terstruktur. “Dengan kepemimpinan beliau, semoga kejuaraan drumband kembali digelar sebagai ajang uji kemampuan,” tuturnya.
Bahkan orang tua Marching Band Gita Jam Gadang (MBGJG), Lisra Molina dan Lena Oktriani, turut meluapkan harapan besar mereka. “Kami senang dan mendoakan semoga beliau bisa menghidupkan kembali MBGJG sebagai kebanggaan warga Bukittinggi,” ujarnya.
Menghidupkan Lagi Marwah Drumband Bukittinggi
Dalam sambutannya, M. Nur Idris tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menegaskan bahwa prioritas ke depan adalah menghidupkan kembali rutinitas latihan drumband sebagai kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Program awal kita adalah pelatihan pelatih drumband bagi guru kesenian di tiap sekolah,” jelasnya.
Idris juga menegaskan pentingnya kembali mengaktifkan Marching Band Gita Jam Gadang (MBGJG), yang selama empat tahun belakangan vakum akibat kurangnya perhatian dari instansi terkait. Padahal, MBGJG memiliki aset alat musik bernilai lebih dari Rp1 miliar yang kini tidak termanfaatkan di GOR Bermawi.
“Pemain sudah disiapkan dari seleksi berbagai sekolah, pelatih juga ada. Programnya saja yang belum dijalankan. Karena itu kami akan mendorong Pemko untuk menghidupkan kembali MBGJG,” tegasnya.
Idris juga mengenang perjalanan MBGJG yang awalnya bernama MBGB pada masa Wali Kota Ismet Amzis, sebelum akhirnya diubah menjadi MBGJG oleh Wali Kota Ramlan Nurmatias pada 2017.
“Alhamdulillah dulu berkembang sangat pesat hingga meraih juara nasional GPMB 2022,” kenangnya.
Dukungan Penuh dari KONI Bukittinggi
Ketua KONI Bukittinggi, Hendra Hendarmin, memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan baru PDBI. Ia menilai PDBI sudah terbukti aktif melakukan pembinaan dan membawa nama Bukittinggi di berbagai ajang.
“Pengurus baru harus mampu menyiapkan atlet sejak dini dan menghidupkan kembali unit-unit drumband yang ada. Kami mendukung penuh MBGJG untuk diaktifkan kembali,” ujarnya.
Hendra bahkan menambahkan bahwa anaknya sendiri pernah menjadi bagian dari MBGJG yang tampil di Kejuaraan Nasional GPMB 2022.
Ia menutup sambutannya dengan pesan tegas,“ Selamat kepada ketua terpilih. Segera susun kepengurusan dan program kerja. Semoga PDBI bisa kembali mengharumkan nama Bukittinggi.”
Kembalinya M. Nur Idris memimpin PDBI Bukittinggi ibarat menyalakan kembali api semangat yang beberapa waktu terakhir mulai redup. Harapan menyala dari para pembina, orang tua, hingga KONI, bahwa drumband Bukittinggi akan bangkit lebih terstruktur, lebih kuat, dan kembali menjadi ikon kebanggaan kota wisata ini.(Paulhendri)














