Home / ARTIKEL / BUMN / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / POLITIK / SUMBAR

Sunday, 24 August 2025 - 20:35 WIB

Warga Bicara, DPRD Mendengar: Asa Baru dari Sosialisasi Perda Ketenagalistrikan

Antusias masyarakat saat mendengarkan sosialisasi kelistrikan di cefe labuah sampik Padang Panjang

Antusias masyarakat saat mendengarkan sosialisasi kelistrikan di cefe labuah sampik Padang Panjang

Lipsus: Paulhendri 

Padang Panjang sore itu terasa berbeda. Di sebuah kafe sederhana di Labuah Sampik Ngalau, puluhan masyarakat berkumpul. Mereka bukan sekadar hadir untuk minum kopi atau melepas penat, melainkan untuk ikut menyuarakan keluhan tentang listrik—kebutuhan yang kini tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Acara itu adalah Sosialisasi Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2017 tentang Ketenagalistrikan, yang digagas Anggota DPRD Sumbar Erick Hamdani, SE, Dt. Ambasa. Hadir pula Kepala Dinas ESDM Sumbar, Erik Kurniawan, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Bagi warga, forum seperti ini jarang mereka temui. Maka kesempatan itu menjadi ruang curhat terbuka tentang persoalan listrik yang masih mereka hadapi.

“Biaya pasang baru itu sangat berat bagi masyarakat kecil. Bagaimana kami bisa menikmati listrik kalau biaya awalnya saja sudah bikin pusing,” keluh seorang warga yang langsung disambut anggukan banyak peserta lain.

Baca Juga :  Cegah Bullying, Kapolres Pekalongan dan Pejabat Utamanya Pimpin Upacara di Sekolah-Sekolah

Sementara Yuni (35), seorang ibu rumah tangga dari Kelurahan Koto Katik, mengungkapkan kegelisahannya soal tagihan listrik bulanan.

“Kadang kami kaget, pemakaian tidak banyak tapi tagihan membengkak. Kami butuh solusi yang lebih adil untuk keluarga berpenghasilan rendah,” tuturnya dengan nada harap.

Dari sisi tokoh masyarakat, Dt. Rajo Nan Putiah menekankan pentingnya keberanian wakil rakyat menindaklanjuti suara warga.

“Sosialisasi ini langkah awal yang baik, tapi masyarakat menunggu hasil konkretnya. Jangan berhenti di diskusi. Listrik adalah denyut nadi ekonomi dan pendidikan,” ujarnya.

Eric Hamdani Anggota DPRD Provinsi Sumbar Komisi 4 ,saat sosialisasi tentang kelistrikan di Padang Panjang

Menanggapi beragam aspirasi itu, Erick Hamdani menegaskan bahwa DPRD tidak boleh hanya menjadi penyampai aturan, melainkan harus menjadi jembatan aspirasi rakyat.

“Semua suara hari ini tidak akan berhenti di sini. Kami akan bawa ke DPRD untuk dibicarakan bersama pemerintah daerah dan PLN. DPRD harus hadir sebagai penyambung lidah rakyat,” katanya.

Baca Juga :  Kapolres Pasaman Barat Serahkan Penghargaan Untuk peserta Lomba PBB dalam Rangka HUT Bhayangkara 

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Sumbar, Erik Kurniawan, memastikan pihaknya serius mencatat semua keluhan.

“Pemadaman bergilir, biaya pasang baru, sampai pemerataan listrik di pelosok—ini semua masuk prioritas kami. Pemerintah daerah bersama DPRD akan terus mendorong PLN agar pelayanan lebih baik dan terjangkau,” tegasnya.

Menjelang senja, forum itu ditutup dengan komitmen bersama. Erick Hamdani dan Erik Kurniawan berdiri di hadapan masyarakat, menyatakan satu suara: aspirasi warga harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindak lanjut nyata.

Bagi warga, mungkin belum semua masalah listrik selesai hari itu. Namun setidaknya, mereka merasa suara mereka telah sampai ke telinga para pengambil kebijakan. Ada secercah harapan bahwa cahaya lampu di rumah-rumah mereka kelak tidak lagi identik dengan mahalnya biaya dan seringnya padam, melainkan simbol kesejahteraan yang merata.

Share :

Baca Juga

BERITA

Gubernur Mahyeldi : Inovasi Harus Bermuara pada Kesejahteraan Masyarakat

BERITA

Forum komunikasi Masyarakat Dan Pemuda Pecinta Lingkungan Hidup FKMPPLHI Di kecamatan BUNGTEKAB Kota Padang Telah Resmi Terbentuk

BERITA

Lapor Pak Kapolda. Polisi di Bundaran Khatib Sulaiman Stop Mobil Sembarangan

ARTIKEL

Tim Penyidik Kejagung Periksa Empat Saksi PT.Waskita Karya

ARTIKEL

Beri Sambutan Saat Pembukaan Kegiatan Jaksa Sahabat Guru. Ini Pesan Kadis Pendidikan Sumbar, Drs, Barlius

ARTIKEL

Bazar Murah Bagi Kesejahteraan Prajurit dan PNS TNI

ARTIKEL

Warung Nasi Goreng Milik Beni Hangus dilalap si Jago Merah

ARTIKEL

Dua Kasus Penganiayaan Ringan Terjadi di Area Wisata Benteng Pendem, Dua Pelaku Dijatuhi Hukuman Tipiring